Parenting yang Tepat untuk Anak Usia 4 Tahun Ke Atas

Ibu dan balita
www.ibudanbalita.com

Semakin dewasa si kecil, maka ilmu parenting yang ibu kuasai harus lebih meningkat. Karena tantangannya berbeda. Ketika masih bayi, mungkin ibu hanya perlu tahu bagaimana merawat yang baik. Ketika masuk balita, ibu membaca buku-buku resep MPASI dan juga pola asuh yang baik.

Ketika anak sudah berusia 4 tahun ke atas, ada ilmu parenting lain yang harus ibu kuasai. Tujuannya sama, yaitu menghantarkan si kecil agar siap untuk menghadapi tantangan masa depan. Bukankah itu yang ibu inginkan? Oleh sebab itu, ibu bisa belajar tentang parenting di www.ibudanbalita.com. Ada banyak informasi yang bisa ibu serap dan terapkan untuk kebaikan perkembangan sang buah hati.

Jika balita ibu sudah berusia 4 tahun atau bahkan sudah di atas 4 tahun, ada pola parenting yang berbeda untuk tujuan yang jauh lebih baik untuk si kecil.

Jadi, ada beberapa hal yang perlu ibu lakukan.

Mengajarkan Kemandirian

Jelas ini yang paling penting. Tidak selama ibu bisa melakukan semua hal yang dibutuhkan oleh si kecil, bukan? Pada usia 4 tahun, balita sudah bisa melakukan beberapa hal, terutama yang berhubungan dengan keperluannya sendiri mulai dari mandi, memakai baju, merapikan tempat tidur, dan lain sebagainya.

Tidak mudah lho. Memang, tidak mudah mengajarkan kemandirian kepada si kecil. Namun, tidak mudah bukan berarti tidak mungkin, bukan?

Ibu bisa mengajarkan hal-hal yang sederhana seperti merapikan tempat tidur dulu. Jika sudah terbiasa, ibu bisa lanjutkan ke kegiatan yang lainnya.

Mengajarkan Tanggungjawab

Banyak orang tua yang hanya fokus mencerdaskan otak, tapi lupa bagaimana anak bisa menjadi pribadi yang bertanggungjawab. Setidaknya ia bisa bertanggungjawab atas dirinya sendiri.

Contoh sederhananya, ia bertanggungjawab atas pendidikan dengan cara belajar rajin dan disiplin setiap hari. Dengan memastikan anak belajar di rumah setiap hari, itu artinya ibu sudah mengajarkan tanggungjawab setidaknya terhadap diri sendiri.

Selanjutnya tanggungjawab terhadap lingkungan seperti membiasakan si kecil membuang sampah di tempat sampah, membawa piring yang kotor setelah makan ke tempat piring kotor, dan lain sebagainya.

Ini cara mengajarkan tanggungjawab yang sederhana tapi imbasnya sangat baik untuk kebaikan masa depannya.

Kreatif

Tidak hanya belajar pelajaran sekolah yang penting. Mengasah kreativitasnya juga tidak kalah penting.

Lihat apa yang disukai oleh si kecil. Jika ia suka memasak, pada waktu weekend ibu bisa menemani si kecil memasak makanan-makanan atau kue yang mudah dibuat. Ada banyak ide memasak yang bisa dilakukan oleh anak. Lihat ide makanan apa saja di website ibu dan balita.

Menemukan Bakat Anak

Mungkin ini bagian yang tersulit. Ada satu catatan yang harus ibu ketahui. Tidak semua hal yang kelihatannya menarik bagi anak itu menjadi bakat si kecil karena bisa juga ia bosan melakukan hal tersebut.

Untuk itu, ibu harus tahu bagaimana cara memetakan bakat anak. Ibu bisa melakukannya sendiri jika tahu prosedurnya. Atau ibu bisa meminta bantuan psikolog anak untuk memetakan bakat anak.

Yang pasti, jika ibu sudah tahu pada bidang apa bakat anak ibu, maka ibu akan lebih mudah mengarahkan masa depan yang cocok untuk anak. Ibu sudah tidak perlu lagi memaksa si kecil belajar hal yang tidak mendukung bakat anak. Ibu tinggal menfasilitasi apa saja yang diperlukan untuk mengasah bakat sang buah hati.

Untuk mendapatkan lebih banyak informasi lagi seputar perkembangan balita usia 4 tahun ke atas, ibu bisa kunjungi www.ibudanbalita.com

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Google Plus

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *