Pemahaman Imunisasi Campak yang Orang Tua Harus Pahami

Pentingnya ImunisasiSalah satu program pemerintah yang cukup terkenal sengaja mengarah pangsa rumah tangga, khususnya bayi dan anak kecil. Kata kunci program adalah kesehatan. Beberapa pembaca mungkin bisa langsung menebak, program yang dimaksud, yakni imunisasi campak.

Penyakit campak pada bayi termasuk mengerikan. Sejauh ini, sangat sulit memerangi virus campak kalau buah hati sampai terkena. World Health Organization (WHO) atau organisasi kesehatan dunia mencatat tiga ratus enam puluh dua kasus terkait campak, dan Indonesia meraih angka lima sampai enam ribu kasus tiap tahun! Padahal, pada tahun dua ribu sebelas saja, angka kelahiran per tahun mencapai satu juta per tahun.

Hitungan matematika biasa digunakan untuk banyak hal termasuk menghitung tingkat resiko. Satu juta dibandingkan kasus campak yakni maksimal enam ribu adalah enam persen. Kesan pertama mendengar enam persen, bagi sebagian pembaca mungkin tidak besar. Seorang ayah dan ibu yang sayang pada buah hatinya tidak mungkin mau mengambil resiko campak pada bayi sekecil apapun.

Bahaya bisa dicium dari jarak jauh sekalipun, tapi tidak menutup kemungkinan seseorang paham apa yang harus dilakukan. Vaksin campak bisa jadi kurang diminati entah karena kurangnya informasi, atau kesalahan presepsi. Maraknya konspirasi di era global kadang menuntut adanya klarifikasi, sayang, pemerintah sebagai ‘panitia penyelenggara’ imunisasi massal, belum menjadi orang yang tepat untuk meyakinkan masyarakat seputar ilmiah.

Informasi kini sudah cukup mudah, kilat, dan murah untuk diperoleh. Pengetahuan seputar kegiatan imunisasi untuk campak, bahkan bisa didapat hanya dengan membaca artikel berjudul “Pemahaman imunisasi campak yang orang tua harus pahami” ini mencoba membantu meluruskan. Seperti apakah? Mari langsung simak saja:

Kenal Measless Rubella (MR) biang keladi sakit campak

Virus burung, bisa bakar ayam dan salahkan pada kaum bersayap.
Penyakit zoonis, langsung diet babi.
Bagaimana dengan campak?

Lain dengan pernyakit lainnya, campak tidak berasal dari hewan. Penyakit satu ini justru menjangkit manusia tanpa perlu perantara. Bagi kaum binatang, sih, cukup kipas-kipas karena pasti tidak akan kena. Bahayanya lagi, virus Measless Rubella tidak tanggung menyerang, sampai ilmu kesehatan sekalipun kewalahan mencari obat.

Hal kedua yang bikin pusing penderita campak, adalah kondisi vertikal. Umumnya, penyakit bisa disembuhkan total, dan dengan gaya hidup sehat, penyakit tersebut kecil kemungkinan akan kembali. Prosedur virus campak paling pertama adalah invasi sel. Dalam artian, penyebab utama campak bersembunyi dalam sel tubuh hingga momen tepat untuk menyerang.

Perempuan, sebagai media reproduksi utama akan menentukan arah tubuh si kecil. Bila campak sampai menetap dalam tubuh perempuan, keturunan untuk  beberapa generasi akan terancam. Perubahan gaya hidup, dan siaga ekstra belum tentu menghindarkan diri dari campak akibat keturunan.

Pemberian vaksin di umur berapa?

Dokter Adhi Pasha, pekerja pusat umum kesehatan masyarakat ini mencoba menerangkan berapa usia paling tepat untuk vaksin campak. Berdasarkan penjelasan dokter Adhi Pasha, umur paling ideal untuk melakukan vaksin campak adalah enam sampai sembilan bulan.

Pada waktu bayi baru lahir hingga usia enam bulan, air susu ibu kerap diberikan. Tak perlu diragukan, air hasil produksi kelenjar payudara terbukti ampuh untuk pertumbuhan bayi. Sifat susu yang ‘dibuat khusus’ atau bahasa pasar ‘kustom’ ini pasti buat bayi aman hingga nanti dirinya tak lagi puas.

Ada alasan mengapa pemberhentian aktivitas menyusui punya dampak negatif dan positif. Berita baiknya, si kecil akan dapatkan gizi lebih dibanding hanya sekedar air susu ibu, apalagi pembaca yang sudah punya bayi pasti tahu betapa bayi masih merengek lapar kalau hanya diberi susu saja. Sayangnya, dengan berhentinya asupan air susu bunda, maka turun pula kualitas pertahanan tubuh.

Bayi cenderung kuat tanpa asupan apapun sebetulnya harus terima kasih pada air susu bunda. Kandungan di dalam susu bunda tidak hanya bantu pertumbuhan namun juga tingkatkan perlawanan tubuh terhadap penyakit. Saat bunda berhenti memberikan air susu ibu, maka dirinya harus siap memberikan alternatif perlawanan terhadap penyakit.

Curiga nih, pasti ada kekurangan imunisasi termasuk campak

Semua sistem pasti punya kekurangan, tak terkecuali pencegahan campak dengan kimia. Karakter gampang curiga atau dikenal pula skeptis tidak selalu buruk. Dengan bersikap skiptis, maka muncul pemikiran kritis, yang bisa selamatkan diri. Memang, ada beberapa efek samping imunisasi campak.

Tubuh manusia tidak selalu merespon hal baik dengan tenang. Bayi sekalipun bisa kaget dengan masuknya cairan imunisasi yang seharusnya mengalahkan campak sebelum pertempuran dimulai. Reaksi yang diberikan bisa beragam pula namun sebagian besar ditandai dengan demam, dan pusing. Jangan kaget, bila bayi rewel melebihi kadar normal sampai ayah bunda atau pengasuh garuk kepala karena bingung.

Pada banyak kasus pula, orang tua mendapati bayi malas makan usai imunisasi. Jangan panik, tidak hanya satu atau dua bayi saja yang mengalami sindrom malas makan, melainkan cukup banyak. Bahkan, beberapa orang tua mengaku anaknya jadi malas minum air susu bunda, tidak lagi masalah makanan padat.

Kadangkala, badan anak punya reaksi lain dalam menerima kandungan imunisasi. Momen orang tua merasa tingkah bayi berbeda dengan biasanya, ditambah merah pada kulit seperti gejala alergi, langsung bawa ke dokter.

Kekurangan tidak bisa dihindari. Walaupun begitu, tak adil rasanya jika menyalahkan langkah pencegahan yang dipilih. Selalu perbandingkan keuntungan dengan kerugian, termasuk dalam imunisasi campak, dan pilih langkah yang paling bijak.(HN)

 

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Google Plus

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *