Pendidikan Karakter Tidak Bisa Diserahkan Kepada Sekolah

cara melatih anak bicara
Source: domain.me

Sudah banyak orang yang tahu bahwasannya pendidikan karakter itu sangat penting. Sayangnya, tidak semua orang yang mengatakan demikian mengerti apa dan bagaimana menerapkan sebuah pendidikan berkarakter.

Bahkan, ada yang lebih ekstrim lagi. Ada beberapa pihak yang menyerahkan masalah pendidikan ini kepada institusi saja. Padahal, pendidikan karakter ini bisa diterapkan oleh orang tua. Dalam arti, keluarga lah yang sangat mempengaruhi keberhasikan mendidik anak dengan karakter yang baik.

Mengapa Pendidikan Karakter Begitu Penting

Untuk mengetahui mengapa pendidikan karakter ini penting, maka ibu bisa awali dengan mencari tahu apa definisi dari pendidikan karakter menurut para ahli.

Setiap ahli pendidikan atau ahli psikologi bisa memberikan definisi yang berbeda. Sjarkawi mengatakan pendidikan karakter itu pendidikan yang bisa membuat anak bisa diterima di komunitas kecil (keluarga) maupun komunitas besar (masyarakat).

Sementara itu, Raharjo mengatakan pendidikan karakter itu kunci agar kualitas anak semakin baik di dalam kehidupannya secara umum.

Terlepas dari perbedaan definisi tersebut, ada satu kesamaan di mana pendidikan karakter merupakan pendidikan yang membuat seseorang menjadi pribadi yang baik, diterima di masyarakat, serta berkembang dengan akhlak yang mulai.

Inidia kuncinya. Maka dari itu, memiliki karakter yang baik itu jauh lebih penting daripada memiliki otak yang brilian. Banyak orang yang cerdas namun korupsi. Itu artinya karakternya sangat buruk. Tidak jarang orang hebat tapi sering menyalahi orang lain. Ketika berbisnis, ia mengalahkan lawannya dengan cara yang tidak baik. Ketika ia bekerja, ia tidak melaksanakan tugas dengan penuh tanggungjawab.

Oleh sebab itu, orang yang hebat dan sukses itu bukan orang yang memiliki IQ tinggi atau kecerdasan yang luar biasa. Mereka adalah orang yang terus berkembang. Dan tidak mungkin seseorang terus mengembangkan diri kecuali ia memiliki karakter yang baik.

Jadi, sudah jelas kan mengapa pendidikan karakter ini begitu penting?

Menjadi Ibu Sekaligus Guru Yang Mengajarkan Pendidikan Karakter

Seperti yang sudah disinggung sebelumnya, pendidikan karakter ini bukan hanya ranahnya institusi pendidikan. Ibu sebagai orang tua justru lebih bertanggungjawab.

Mengapa demikian? Karena ada 3 faktor yang menjadi indikator keberhasilan sebuah pendidikan karakter.

  1. Keteladanan

Para ahli psikologi mengatakan anak itu mencerminkan keluarga. Bisa juga dikatakan anak itu representasi dari sebuah keluarga. Kesimpulan tersebut diambil karena pada hakikatnya anak itu sangat dipengaruhi oleh keluarga atau orang tua.

Oleh karena itu, anak yang memiliki karakter yang baik itu pasti memiliki orang tua yang memberikan teladan yang baik. Begitu juga sebaliknya. Maka, tidak berlebihan jika dikatakan bahwasannya keberhasilan dari pendidikan karakter itu sangat dipengaruhi oleh ibu sebagai orang tua.

  1. Intervensi

Siapa yang berani melakukan intervensi? Tidak ada yang lain selain orang tua, entah itu ibu atau seorang ayah. Walaupun anak sudah sekolah, guru tidak memiliki ruang 100% untuk melakukan intervensi. Lain hal jika orang tua. Mereka memiliki hak penuh untuk melakukan intervensi. Bahkan, tidak jarang orang tua menentukan hal terkecil seperti sekolah, jenis olahraga yang harus dimainkan oleh anak, pelajaran yang harus ditekuni, dan lain sebagainya.

Jadi, sangat jelas orangt tua memiliki peran yang sangat krusial dalam mendidik anak agar memiliki karakter yang baik dan kuat.

  1. Kebiasaan

Karakter itu hal yang diluar kendali. Artinya, otak tidak menyuruh agar seseorang memiliki karakter tertentu. Jika otak yang menyuruh, maka itu hanya kepura-puraan saja.

Karakter itu dimiliki oleh seseorang yang sebenarnya ia tidak menyadari memiliki karakter tersebut. Hal tersebut disebabkan karena karakter berawal dari kebiasaan yang terus menerus dilakukan.

Dalam hal ini, ibu sebagai orang tua harus mengajarkan anak mulai sejak dini tentang hal-hal yang baik. Mulailah dengan membiasakan anak melakukan hal kecil yang baik seperti membuang sampah di tempatnya, menyapa seseorang dengan senyuman, tidak berbohong, dan lain sebagainya. Hal-hal kecil tapi baik dan dilakukan secara kontinyu ini akan membentuk karakter.

Jadi, siapakah yang bertanggungjawab terhadap pendidikan karakter anak?

Tentu saja bukan hanya orang tua saja yang harus mendidik karakter anak. Bagaimanapun juga, pendidikan karakter ini juga dipengaruhi oleh komunitas secara umum. Ibu bisa bayangkan bagaimana anak ibu bisa menjadi anak yang baik jika lingkungannya kurang baik. Percuma jika ibu di rumah mengajarkan anak untuk jujur tapi di sekolah teman-temannya sering nyontek ketika ujian. Sia-sia jika di rumah ibu ajarkan anak untuk selalu membuang sampah pada tempatnya sementara di masyarakat ia melihat orang-orang dengan tanpa rasa bersalah membuang sampah di sungai.

Maka dari itu, mendidik anak agar memiliki karakter yang baik merupakan tugas semua orang. Selalu ajarkan hal yang baik di rumah. Dan hal yang ibu ajarkan tersebut merupakan prinsip di dalam hidup, seperti kejujuran, keberanian, optimisme. Hal-hal tersebut tidak diajarkan di institusi pendidikan.

Selain itu, pilihlah tempat tinggal di mana masyarakatnya juga memiliki karakter yang baik. Pilihkan sekolah yang terbaik, bukan berdasarkan fasilitas yang lengkap dan mewah namun sekolah yang menerapkan kebiasaan baik seperti kedisiplinan, kejujuran, dan lain sebagainya.

Ukuran apakah ibu merupakan orang tua yang memperhatikan perkembangan anak atau tidak terletak pada bagaimana ibu berhasil menumbuhkan karakter yang baik di dalam diri anak. Makanya, fokus tidak hanya pada pendidikan yang bersifat akademis dan kognitif. Mulai sekarang, ibu juga harus fokus menerapkan pendidikan karakter.

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Google Plus

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *