Pengenalan Makanan Pendamping ASI Usia 6 Bulan

makanan untuk bayi
Source: MomJunction

Makanan pendamping asi usia 6 bulan lambat laun akan diberikan untuk si kecil. Pasalnya pada satu titik dalam hidupnya air susu ibu jelas bukan lagi menu makanan bayi. Bukan apa, tapi memang perut dan pertumbuhan seorang manusia akan memerlukan sumber energi dan nutrisi di luar dekapan bunda. Pikirkan saja, pada suatu saat seorang anak yang kini masih kecil akan mandiri ketika beranjak dewasa kelak.

Dilema memperkenalkan makanan bayi 6 bulan bukan terletak pada bunda melainkan si kecil itu sendiri. Lidah yang cukup sensitif disertai rasa takut mencoba jenis asupan gizi yang baru menjadi hambatan tersendiri dalam proses pemberian makanan penyapih. Jangan heran, kalau bahan pikiran ayah bunda bukan lagi bahan makanan melainkan sikap bayi terhadap hidangan barunya.

Kapan pengenalan makanan pendamping dimulai?

Jodoh saja harus menunggu kesiapan yang matang dari seseorang, masa’ makanan pendamping diberikan asal saja?

Dalam hidup akan ada serangkaian momen dimana manusia harus keluar dari zona nyaman. Termasuk pada usia bayi sekalipun, ada masa dimana perubahan harus dilakukan. Ya, pengenalan makanan pendamping jauh lebih kompleks di mata bayi, apalagi bila si kecil tidak memiliki kesiapan fisik.

Sebelum orang tua mulai seenaknya memasukkan makanan padat, ada baiknya memahami terlebih dahulu gejala kesiapan konsumsi makanan padat. Ingat, pada akhirnya tujuan pemberian makanan padat adalah mengisi perut bayi hingga kenyang.

Menyusui umumnya sudah cukup membuat bayi puas. Ukuran perut bayi yang cukup minimalis buat dirinya tak kesusahan dalam menentukan kadar puas hanya dengan cairan saja. Lambat laun, perut pasti akan membesar hingga pada satu titik air susu ibu tidak lagi memuaskan hasrat lapar. Bayi akan meraung dan terus minta sesi menyusui walaupun sudah dilakukan berkali-kali.

Awalnya, cukup sulit menyadari bayi sedang lapar atau tidak. Namun, langkah yang bisa diambil bunda tetap saja ada. Cobalah menyodorkan payudara di dekat mulut bayi dan  lihat apakah buah hati mulai menghisap. Apabila kondisi tersebut terjadi berulang-ulang, kemungkinan besar si kecil butuh makan lebih banyak. Disinilah peran makanan pendamping mulai ambil alih.

Pola makan yang baik seperti apa?

Orang tua yang sudah paham masa paling tepat untuk mulai pemberian makanan pendamping, harus memahami pola makan yang baik pula. Bukankah pola makan yang baik tentu membuahkan hasil yang serupa pula?

Terdapat dua sumber nutrisi dan vitamin ketika si kecil mulai masuk tahap makanan padat. Pertama air susu ibu atau susu formula dan yang kedua tentu saja, makanan padat. Perlu dipahami bahwa kedua sumber tersebut sama baiknya, bahkan seharusnya air susu ibu atau susu formula mendukung makanan padat dan begitu pula sebaliknya.

Tidak adanya persaingan mungkin menimbulkan pertanyaan di benak bunda ayah seputar peran keduanya. Pada dasarnya air susu ibu mengandung nutrisi yang sangat diperlukan untuk pertumbuhan dibanding makanan padat. Ingat, pada awal pengenalan, bayi tidak langsung bersahabat, siapkan diri orang tua untuk hadapi penolakan keras nan terang-terangan.

Aksi menarik air susu ibu dengan harapan si kecil lapar akan lebih mudah menerima makanan padat adalah salah. Seharusnya sesi menyusui tetap dilakukan supaya si kecil tidak menganggap menu makanan yang baru bukanlah musuh bebuyutan. Berikan waktu bagi si kecil untuk percaya bahwa air susu ibu bukan satu-satunya pemuas lapar.

Jam atau waktu merupakan penentu kesuksesan. Bayi tidak sepantasnya lapar, keseimbangan menyusui dan makanan padat akan sangat penting. Jadwalkan jeda menyusui dengan memberi makanan padat lalu praktekkan. Misalkan saja, berikan air susu ibu di pagi hari seperti biasa, dan mulai hidangkan makanan pendamping dua jam setelahnya. Perlahan tapi pasti bayi akan belajar menerima.

Apakah ada tips khusus dalam menghidangkan makanan pendamping?

Rapat selalu dilakukan di atas meja, dengan pakaian rapih. Beberapa orang mungkin bertanya kenapa harus demikian.

Penelitian menunjukkan otak manusia bereaksi terhadap situasi yang ada di sekeliling. Ketika suasana istirahat, tubuh secara otomatis merespon dengan kemalasan dan rasa ingin tidur. Begitu pula dengan suasana kerja dimana seseorang cenderung siap produktif.

Ilmu praktek pengenalan makanan padat dihubungkan dengan psikologis situasi sangat mungkin dilakukan. Alih-alih mengalihkan perhatian si kecil dengan mainan atau televisi ada baiknya membangun situasi dimana bayi akan ingin ikut makan.

Tiru meniru adalah sifat dasar bayi. Dalam pandangan si kecil, apapun yang orang dewasa lakukan sangat keren sehingga patut dicontoh. Berikan tempat duduk bayi dan ikutkan buah hati dalam acara makan pagi. Walaupun masih belum begitu paham, minimal dirinya akan mencoba meraih makanan dan memasukkannya dalam mulut.

Bahan makanan berbahaya apa yang harus diwaspadai?

Indera perasa kerap kali dianggap faktor penentu dunia kuliner. Akan tetapi, pada kasus bayi bahan makanan yang salah akan bahayakan dirinya pula. Pencernaan yang lemah merupakan faktor utama, mengingat alergi sangat mungkin muncul dimana saja dan kapan saja.

Madu, ikan, kacang, sampai dengan makanan asam bisa picu alergi dari dalam diri bayi. Sebaiknya orang tua benar-benar memahami beberapa jenis makanan yang tidak disarankan untuk bayi 6 bulan. Tapi, tiap tubuh bayi cukup dinamis dimana satu alergi yang dialami si kecil belum tentu sama dengan yang lain. Konsultasi makanan pendamping asi usia 6 bulan dengan ahli kesehatan bila ingin jawaban lebih pasti.(HN)

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Google Plus

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *