Penggunaan Obat Kesuburan Meningkatkan Resiko Kehamilan Ektopik

FRISO KESUBURAN EKTOPIK
www.friso.co.id

Mengkonsumsi obat kesuburan menjadi cara yang paling sering digunakan oleh pasangan yang sudah lama menikah namun tidak kunjung mendapatkan keturunan.

Apakah itu cara yang aman?

Bisa saja ibu juga melakukannya. ibu memilih obat herbal yang katanya sehat. Namun, tahukah ibu mengkonsumsi obat kesuburan beresiko Anda bisa hamil ektopik?

Dan inilah yang berbahaya. Bahaya ini tidak hanya mengancam bayi yang ibu kandung, tapi juga nyawa ibu sendiri.

Ibu Tahu Kehamilan Ektopik?

Pernahkah ibu mendengar istilah kehamilan di luar? Istilah medisnya adalah kehamilan ektopik.

Hal ini mungkin saja terjadi. Bahkan, tidak sedikit ibu hamil yang baru menyadari bawasannya bayi yang mereka kandung tidak berada di dalam rahim, melainkan menempel pada bagian tubuh lain di luar rahim, seperti pada leher rahim dan indung telur.

Biasanya tenaga medis akan melakukan tindakan khusus mengingat kehamilan seperti ini membahayakan ibu dan juga janin yang dikandung.

Walaupun banyak faktor penyebabnya, faktor penyebab yang harus dihindari adalah mengkonsumsi obat kesuburan.

Tanda-Tanda Kehamilan Ektopik

Sebenarnya dengan menggunakan alat USG saja sudah bisa diketahui apakah ibu hamil normal atau mengalami kehamilan ektopik.

Hanya saja, sebelum ibu melakukan pemeriksaan USG, ada tanda-tanda tertentu di mana ibu bisa mengetahui tanpa harus melakukan pemeriksaan USG.

Salah satu tanda yang sering muncul adalah keluarnya darah melalui vagina dalam jumlah yang banyak. Hal ini biasanya dibarengi dengan rasa nyeri pada bagian abdomen.

Jika tekanan darah ibu cenderung naik tajam selama masa kehamilan, dengan adanya gejala-gejala tersebut di atas, ibu sebaiknya segera memeriksakan kehamilan.

Hal terburuk yang mungkin terjadi adalah kematian pada ibu hamil. Dan ini bisa dicegah jika dilakukan diagnosa lebih cepat.

Faktor Penyebab Kehamilan Ektopik Selain Obat

Sebenarnya tidak hanya obat penyubur saja yang bisa menyebabkan kehamilan ektopik. Ada juga faktor penyebab lainnya.

  1. Usia

Banyak yang menganggap usia 30 bagi wanita itu rentan sekali jika hamil. Pada kenyataannya hal tersebut tidak sepenuhnya benar. Asalkan wanita usia 30 tahun atau lebih menjaga asupan nutrisi dengan mengkonsumsi makanan dan selalu minum susu Frisomum Gold selama masa kehamilan, maka resiko buruk yang bisa terjadi saat hamil tua bisa dihindari.

Akan tetapi, jika usianya di atas 40 tahun, memang resiko terburuk berupa kehamilan ektopik sangat tinggi. Inilah yang menjadi salah satu alasan kuat kenapa dokter kehamilan tidak menyarankan wanita 40 tahun hamil.

  1. Riwayat Kesehatan

Jika ibu pernah mengalami kehamilan ektopik, besar kemungkinan ibu akan mengalaminya lagi di kehamilan berikutnya.

  1. Merokok

Merokok tidak hanya kurang baik untuk paru-paru saja. Bagi seorang wanita yang merokok, maka ia beresiko mengalami kehamilan ektopik.

  1. Penyakit Menular Seksual

Mungkin ini yang harus menjadi motivasi kuat agar semua wanita berhat-hati dengan penyakit menular seksual atau PMS. Pasalnya, PMS ini pula yang menjadi salah satu penyebab kehamilan ektopik.

Lalu apa yang harus ibu lakukan? Selain melakukan pencegahan dengan tidak melakukan hal-hal yang menjadi faktor penyebabnya, ibu juga perlu melakukan konsultasi kesehatan dengan pakarnya. Ibu bisa berkunjung ke dokter kehamilan satu bulan sekali atau konsultasi online dengan pakar kesehatan di www.friso.co.id.

Yang pasti, ibu harus menjaga kesehatan selama masa kehamilan. Hanya dengan cara tersebutlah diharapkan hal terburuk seperti kehamilan ektopik bisa dihindari.

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Google Plus

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *