Penyebab Ruam Popok dan Cara Mengatasinya

mengatasi ruam popok
Johnson’s Baby

Artikel mengenai cara mengatasi ruam popok sudah banyak dibahas, namun tahukah Bunda bahwa ternyata terdapat berbagai macam jenis ruam popok yang dapat dialami oleh bayi yang tentunya membutuhkan penanganan khusus. Maka dari itu, sebaiknya ibu ketahui dengan baik jenis-jenis ruam ini dan bagaimana mengatasinya.

Secara umum ruam popok adalah permasalah pada kulit bayi yang disebabkan oleh enzim dalam feses bayi yang mengenai kulit sensitif si kecil. Dari gangguan ini, diperparah oleh gesekan antara kulit dengan popok, kelebihan produksi minyak, jamur bahkan riwayat alergi pada keluarga. Faktor penyebab inilah yang membuat jenis ruam popok pun beragam, maka dari itu mari kita bahas satu per satu.

  1. Ruam lecet

Kotoran yang dikeluarkan oleh bayi mengandung berbagai zat yang dapat menimbulkan iritasi yang dapat diperparah dengan adanya gesekan antara kulit si kecil dengan popok sehingga kulit bayi menjadi lecet. Dari gesekan ini, timbul gejala ruam popok dengan kulit bayi yang berwarna kemerahan dan munculnya bintik-bintik kecil berair pada area popok bayi. Ketika bayi Bunda mengalami ruam lecet, maka cara untuk menanganinya adalah dengan membiarkan si kecil tidak menggunakan popok sejenak selama 10 menit atau lebih saat ingin mengganti popok. Cara ini dilakukan untuk memberikan udara segar pada area popok dan menghindari menggunakan popok pada saat kulit bayi masih lembab. Usahakan untuk memakaikan popok bayi diatas alas tidur yang kedap air.

  1. Cradle Crap

Jenis ruam ini biasanya terjadi pada kulit kepala bayi namun tidak menutup kemungkinan dapat terjadi di area popok. Gejala munculnya cradle crap adalah munculnya bintik-bintik merah dan lapisan tebal kekuningan seperti sisik yang terlihat seperti ketombe. Penyebab dari cradle cap sendiri adalah karena kelebihan produksi minyak pada kulit yang memerangkap sel kulit tua. Dalam mengatasi ruam popok ini, maka yang harus dilakukan adalah menjaga area popok selalu bersih dan kering juga terkena udara segar. Ketika Bunda membawa bayi ke dokter, maka dokter akan meresepkan krim hidrokortison dan obat anti jamur yang harus digunakan dalam beberapa minggu, namun ruam jenis ini biasanya akan hilang sendiri setelah beberapa waktu.

  1. Eksim Di Area Popok

Ketika di dalam keluarga Bunda terdapat riwayat alergi, maka kemungkinan bayi akan terkena eksim pada kulit. Gejala munculnya eksim adalah kulit yang kering, gatal dan munculnya bercak-bercak kemerahan. Area yang biasanya muncul gejala ini adalah di bagian wajah bayi, bagian belakang lutut dan juga pada area popok. Penyebab eksim sendiri pada area popok adalah dari kelembaban yang berlebihan pada kulit bayi yang ditutupi popok hingga reaksi alergi dari makanan tertentu. Untuk jenis ruam popok ini, maka sebaiknya Bunda langsung konsultasikan ke dokter anak dan biasanya dokter akan memberikan resep krim hidrokortison untuk menghilangkan eksim dan antihistamin untuk mengurangi rasa gatal. Ruam popok karena eksim dapat menyebabkan impetigo yang merupakan infeksi bakteri yang menyebabkan gelembung-gelembung kecil berair pada kulit. Untuk mengatasi hal ini maka dibutuhkan antibiotik.

  1. Infeksi Jamur

Selain ketiga jenis ruam popok diatas, infeksi jamur merupakan jenis ruam popok yang harus diwaspadai. Jenis ini ditandai dengan munculnya ruam berwarna merah terang, gatal dan perih yang sangat mengganggu pada area antara perut dan paha. Area ini dapat menyebar ke tempat lain sehingga harus segera ditangani. Maka untuk mengatasi ruam popok karena infeksi jamur, berikanlah krim antijamur yang diresepkan oleh dokter.

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Google Plus

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *