Perhatikan 3 Hal Ini Sebelum Memilih Game Untuk Balita Usia 4 Tahun

Friso
Friso Indonesia

Semakin banyak jenis game untuk balita usia 4 tahun bukan berarti memudahkan ibu untuk memilihnya. Karena permainan yang dipilih belum tentu bermanfaat penuh untuk si kecil.

Ibu bisa melihat sekian banyaknya jenis permainan, ratusan bahkan ribuan permainan tersedia di berbagai toko permainan. Ini membuktikan jika jenis permainan untuk anak sangatlah banyak.

Namun perlu diingat, jangan sampai salah pilih permainan. Karena permainan yang dipilih nantinya berpengaruh pada prilaku anak ketika dewasa nanti.

Nah, sebelum ibu membeli permainan untuk balita usia 4 tahun, ada baiknya memperhatikan 3 hal ini agar tumbuh kembang balita jauh lebih baik, dan prilaku kedepannya juga akan bagus.

Game Sebaiknya Bisa Menstimulus Kinerja Kognitif

Ketika si kecil sudah berusia 4 tahun atau lebih, tidak salah bila ibu memberikan jenis permainan untuk mengasah kognitifnya. Ini merupakan pembiasaan, dan bisa menjadi langkah terbaik untuk belajar sejak dini.

Permainan ini memberikan keuntungan buat balita. Yakni tidak hanya memberikan keceriaan, namun juga membantu anak untuk bisa mengasah kognitifnya sehingga ketika dewasa nanti, anak akan terbiasa untuk berfikir lebih positif.

Contoh dari game edukatif ini adalah permainan kartu yang mana memiliki gambar. Dan gambar ini disertai dengan nama berbahasa inggris dan Indonesia.

Permainan ini bukan berarti anak diajarkan untuk bahasa inggris. Melainkan ditujukan untuk membiasakan balita usia 4 tahun untuk bisa membedakan, bahkan mengetahui hal-hal baru lebih cepat.

Tentunya permainan edukatif sejenis banyak sekali. Ibu hanya perlu memilih mana yang akan dijadikan sebagai permainan utama untuk pengembangan sisi kognitif anak.

Game Sebaiknya Bisa Mendorong Anak Untuk Fokus

Banyak rumor mengatakan kemampuan akademik anak perempuan jauh lebih baik dari anak laki-laki. Ini bukan berarti jika kemampuan otak anak laki-laki lebih rendah dari anak perempuan.

Hal ini tidak lain dikarenakan permainan yang dilakukan anak perempuan jauh lebih baik. Khususnya dalam menjaga fokus.

Ya, sebagus apapun otak yang dimiliki anak, namun tidak diimbangi dengan fokus yang terjaga tentu menjadi masalah. Dan ini akan berpengaruh pada anak ketika dewasa nanti.

Supaya fokus terjaga, permainan di masa balita bisa menjadi acuan utamanya. Oleh karenanya, ibu perlu memilah jenis permainan yang bagus untuk menjaga fokus anaknya.

Salah satu contoh permainan yang bisa mengasah fokus anak adalah permainan susun balok, puzzle dan lain sebagainya.

Game Sebaiknya Mendorong Anak Untuk Belajar Kerjasama

Secerdas apapun anak, jika jiwa sosialnya kurang tentu saja buruk. Dan ini membuat anak kurang percaya dengan orang lain, bahkan cenderung pemalu ketika dewasa nanti.

Kondisi semacam ini pastinya tidaklah bagus. Karena sosialisasi merupakan bentuk prilaku yang seharusnya dimiliki setiap orang. Terlebih lagi ketika beranjak dewasa yang mana kerjasama adalah bagian penting untuk melangsungkan kehidupan yang lebih baik.

Untuk menghindari minimnya jiwa sosialis, ibu sebaiknya mengajarkan anak melalui permainan kerjasama. Misalnya memilih permainan yang bisa dilakukan oleh beberapa orang lain.

Dan untuk prosesnya, ada baiknya ibu menjembatani anak agar bisa bermain bersama dengan anak tetangga lainnya. Artinya, jangan hanya ibu saja yang menjadi partner bermainnya.

Nah, mengenai jenis-jenis permainan yang sesuai dengan kriteria di atas, ibu bisa menemukan jenis permainannya di www.friso.co.id. Di sini, ibu bisa dengan mudahnya menemukan sejumlah permainan edukatif yang sesuai dengan balita usia 4 tahun. Jadi, ibu tidak perlu bingung mau memberikan jenis permainan seperti apa untuk si kecil.

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Google Plus

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *