Perkembangan bayi 10 bulan semua orang tua harus tahu

perkembangan bayi 10 bulan
www.awalsehat.nestle.co.id

Detik, menit, jam, hari, bulan, terlewati tanpa terasa. Rasanya baru kemarin bayi dipeluk untuk pertama kali usai persalinan, baru beberapa saat lalu ada tangisan bayi bangun tengah malam, dan kini si kecil sudah menginjak usia 10 bulan. Jika anda membaca artikel Perkembangan bayi 10 bulan semua orang tua harus tahu ketika bayi anda memang sudah berusia 10 bulan maka tidak apa apa, anda tidak terlambat, bahkan anda bisa mengecek bagaimana kondisi perkembangan anak anda. Apabila anda memperoleh pengetahuan seputar perkembangan bayi 10 bulan padahal malaikat kecil anda belum mencapai usia tersebut, malah lebih bagus lagi, anda jadi tahu apa saja yang perlu dipersiapkan menghadapi usia 10 bulan.

  1. Makan
    Masihkah anda ingat pertama kali malaikat kecil anda belajar makan ? mungkin anda akan tertawa kecil kalau bisa melihat kilas balik bagaimana Ananda alias anak anda menolak makan, atau bagaimana berantakannya ketika ia mencoba menyuapi diri sendiri. Sekarang tidak begitu lagi, memang sih, masih berantakan tapi bayi anda sudah bisa melakukan gerakan dengan lebih ‘tegas’.

Pada usia 10 bulan, tidak hanya berhenti pada bayi bisa mengenggam makanan, namun juga indera perasa bayi sudah mulai siap. Indera perasa sudah siap menandakan bayi ingin ada variasi makanan. Jika dulu tujuan bayi makan hanya mengisi perut, yang penting tidak sakit, sekarang tujuan bayi adalah memanjakan lidah seperti orang dewasa. Bisa dibilang disinilah awal mula bayi mengenal dunia kuliner.

Berita baiknya, bayi sudah lebih mampu memakan makanan padat serta mengenggam makanannya untuk dimasukkan dalam mulut. Anda mulai bisa memperkenalkan buah buahan, sayur mayur, daging, bahkan masakan lain di luar bubur, meski tentu saja anda tidak bisa langsung menghidangkan sesuatu yang ekstrem seperti iga kambing utuh. Yang sebaiknya anda berikan pertama kali, selain makanan padat adalah sendok.

Sendok terdengar sepele tapi bagi bayi kehadiran sendok adalah langkah besar bagi dirinya. Di mata orang dewasa mungkin sendok hanya alat makan, tapi bagi bayi sendok adalah alat yang memaksanya untuk menggaruk, mengangkat, dan mengarahkan pada mulut. 3 gerakan yang mungkin terlihat mudah tapi sangat melatih kemampuan koordinasi gerak bayi. Menarik bukan ?

  • Komunikasi
    Apakah ayah bunda menggemari meme alias foto foto ‘gokil’ di internet ? jika ya, anda pasti pernah atau bahkan sering melihat foto bayi dengan ekspresi lucu seperti marah, merengut, kaget, senang, tertawa, dan sebagainya. Beberapa bahkan terlihat seperti editan. Nah, pada usia 10 bulan, bayi sedang dalam masa belajar dan menirukan ekspreksi.

Otot wajah bayi sudah lebih kuat, sehingga, bayi lebih lentur dalam menggerak gerakkan hidung, mulut, alis, dan mata. Ekspresi – ekspresi ini pula yang menjadi kunci komunikasi perkembangan bayi 10 bulan. Tidak percaya ? coba diingat, pernahkah anda mengajak bayi berjalan jalan atau menonton film, kemudian ada suatu kejadian yang membuat anda menangis atau tertawa ? biasanya bayi akan merengutkan wajah, seperti mencoba membuat suatu mimik meski tidak begitu jelas. Itulah salah satu contoh pembelajaran mimik muka pada bayi.

Maka dari itu, 10 bulan adalah kesempatan yang tepat untuk ‘menyatukan bahasa’ antar anda dan malaikat kecil anda. Luangkan waktu, turut serta bermain bersama bayi. Tidak hanya sekedar melihat dan mengawasi saja, namun temukan kesempatan agar bayi anda dan anda bertatap muka. Mulailah membentuk banyak ekspreksi wajah sambil berbicara, anda mungkin merasa bayi tidak paham walau sebetulnya bayi sedang memahami anda dengan caranya sendiri.

  • Waktu tidur
    Sebelum usia 10 bulan, anda mungkin lebih banyak melihat bayi anda terlelap dibanding terjaga. Ketika usia 10 bulan akan terjadi sebaliknya. Sepertinya memang, usia dan waktu tidur manusia berbanding terbalik, ketika bayi bertambah ‘tua’ maka berkuranglah waktu tidur yang ia perlukan. Bahkan dalam beberapa kasus orang tua merasa kesulitan menidurkan si kecil. Di usia 10 bulan bayi tidak lagi membutuhkan tidur siang dobel, alias pagi dan siang, bayi malah memilih jam bermain daripada jam tidur.

Jikalau bayi anda masih memilih untuk tidur 3 kali dalam sehari (pagi, siang, malam) tidak ada salahnya juga, masih dalam batas normal, tiap anak memang berbeda beda. Setelah membaca poin satu ini, bisa membuat anda merasa perlu melatih si kecil agar tidak terlalu banyak tidur. Disarankan untuk menghilangkan kebiasaan tidur bayi waktu pagi saja, dan biarkan bayi menikmati tidur siang dan tidur malam.

Mengapa? sebenarnya tidur kapanpun tidak ada hubungannya dengan kesehatan bayi, tapi dengan memilih untuk menghapus kebiasaan tidur saat pagi akan sangat meringankan pekerjaan anda, jam tidur bayi selamat. Tidur di kala siang, berarti bayi sudah sangat banyak beraktivitas di pagi hari, terlebih lagi pagi hari adalah awal mula hari, bagi anda maupun orang sekitar. Kala bayi melihat banyak orang melakukan kegiatan, akan mendorong dirinya untuk menemukan ‘kerjaan’ supaya terlihat seperti orang lain. Bayi akan lebih capek dan kemungkinan tidur siang lebih lelap pun lebih besar.

Sore hari, adalah saat yang tepat untuk anda dan bayi berinteraksi. Maklum saja, sore hari umumnya waktu usai bekerja sehingga bermain dengan si kecil tidak terburu buru. Malah sangat membantu perkembangan bayi 10 bulan.

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Google Plus

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *