Perkembangan Kognitif Balita Kurang Baik Karena Kesalahan Orang Tua

perkembangan kognitif
imagiplanks.com

Pernah dengar balita yang perkembangan kognitif di atas rata-rata anak seusianya? Tidak jarang juga balita yang sudah mengusai dua bahasa, yaitu bahasa ibu dan bahasa asing terutama bahasa inggris.

Sebenarnya bukan itu saja yang menjadi tanda bawasannya ingatan anak balita bagus. Hal ini bisa dilihat seberapa besar kata yang sudah bisa ia katakan. Ini menjadi tanda lain bagaimana perkembangan ingatan balita.

Dan mengapa hal tersebut bisa terjadi? Tentu saja peran ibu sebagai orang tua yang sangat mempengaruhi. Maka dari itu, tidak salah jika kognitif anak yang kurang baik disebabkan orang tua yang kurang mengerti bagaimana perannya dalam mengembangkan sisi kognitif anak mereka. Semoga saja ibu bukan satu dari orang tua tersebut ya.

Balita Mengalami Amnesia

Bagi orang tua yang tidak memahami perkembangan otak balita, maka mereka akan nasal-asalan dalam mengembangkan kognitif balita. Mereka mungkin akan membelikan apa saja yang mereka anggap baik untuk meningkatkan ingatan anak seperti mainan, buku, gadget, dan lain sebagainya. Dengan harapan, semakin banyak mainan yang ia miliki, maka kognitifnya akan terus berkembang.

Memang tidak salah namun hal tersebut kurang tepat. Pakar perkembangan balita mengatakan balita usia di bawah 3 tahun mengalami amnesia, lebih tepatnya amnesia masa kanak-kanak. Ini bukan hal yang perlu ibu khawatirkan. Amnesi masa kanak-kanak merupakan kondisi di mana balita usia di bawah tahun yang hanya mampu mengingat dalam kurun waktu yang singkat.

Itulah mengapa ibu harus bersabar dalam mengasuh dan mendidik balita usia 3 tahun ke bawah. Ia mudah sekali lupa dengan apa yang baru ibu ajarkan, tak terkecuali ketika ibu mengenalkan kosakata baru, seperti nama-nama benda, binatang, kata kerja, kata untuk mengungkapkan perasaan dan lain sebagainya.

Yang perlu ibu lakukan untuk meningkatkan perkembangan kognitif balita 3 tahun ke bawah adalah dengan cara terus mengulang-ulang. Jadi, ibu harus bersabar dalam mengajari sang buah hati. Ibu perlu mengulang hingga beberapa kali hingga akhirnya si kecil ingat apa yang ibu ajarkan.

Jadi, amnesia masa kanak-kanak ini bukan hal yang harus ibu takutkan. Saat usianya mencapai 3 tahun ke atas, pada saat ini perkembangan ingatannya meningkatkan sangat signifikan. Para pakar perkembangan balita menyebutnya dengan masa keemasan atau golden period. Pasalnya, pada saat usia balita 3 tahun, pertumbuhkan sel di otak sangat baik. Yang perlu ibu lakukan hanyalah bagaimana sel tersebut bisa diaktifkan.

Langkah Sederhana Meningkatkan Perkembangan Kognitif Balita

Sayang sekali jika orang tua tidak menaruh perhatian yang lebih untuk balita saat usianya mencapai 3 tahun. Dan ini memang yang banyak dilakukan oleh para orang tua. Dan apa yang terjadi? Milyaran sel di otak tidak mampu diaktifkan. Akibatnya, balita melewatkan golden period begitu saja tanpa ada perkembangan yang berarti.

Padahal, saat usianya menginjak 3 tahun, orang tua sebenarnya sudah bisa melihat bakat apa yang dimiliki oleh sang buah hati. Dan ini hanya bisa dilakukan jika ibu mampu mengaktifkan sel otak yang berpotensi berkembang tersebut. Untuk itu, ibu perlu mengembangkan sisi kognitif balita terlebih dahulu.

  • Tidur Yang Cukup

Mungkin hal yang satu ini tidak terpikirkan oleh ibu. Namun, bagi pakar perkembangan balita, ini menjadi hal yang sangat penting, khususnya untuk perkembangan otak balita.

Pada saat balita tidur, pada waktu itulah sel otak aktif. Jika balita tidak memiliki waktu tidur yang cukup, itu artinya ia memiliki waktu yang kurang untuk perkembangan otak. Saran dari para pakar perkembangan otak anak adalah menidurkan balita selama 11-12 jam setiap hari. Ibu bisa bagi menjadi dua. Di siang hari, ibu bisa tidurkan sang buah hati selama 2 jam. Sementara itu, di malam hari, ia tidur 9-10 jam.

  • Bantuan Warna

Apa yang membuat balita tertarik? Salah satunya adalah warna yang mencolok. Untuk itu, ibu bisa menunjukkan warna yang berbeda-beda.

Bukan berarti ibu akan mengajarkan perbedaan warna ya. Lebih dari itu, ibu bisa mengasah perkembangan kognitif balita.

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, warna menjadi hal yang membuat balita tertarik. Oleh sebab itu, ibu bisa memberikan kartu seperti tokoh kartun yang biasanya memiliki ciri-ciri warna tertentu. Contohnya saja, warna kuning yang digunakan untuk warna badan spongebob, biru untuk doraemon, dan lain sebagainya. Jadi, warna yang digunakan untuk membantu si kecil untuk mengingat sesuatu atau nama sebuah tokoh kartun.

Tentu saja bukan hanya tokoh kartun saja. Ibu bisa gunakan tema yang lain seperti buah, binatang, benda-benda yang ada di sekitar, dan lain sebagainya. Yang harus digarisbawahi dalam hal ini adalah bawasannya warna hanya menjadi daya tarik saja. Selain itu, warna juga digunakan untuk membantu si kecil mengingat nama sesuatu. Jadi, secara tidak langsung warna bisa membantu perkembangan kognitif balita.

  • Nutrisi Perkembangan Otak

Setidaknya ada tiga nutrisi yang dibutuhkan untuk meningkatkan kemampuan mengingat balita, yaitu omega 3, folat, vitamin B. Ibu bisa dapatkan nutrisi tambahan tersebut dari susu. Dengan memberikan dua gelas susu balita setiap hari, maka kebutuhan nutrisi tersebut akan terpenuhi.

Tentu banyak hal lagi yang perlu ibu ketahui tentang bagaimana untuk mengoptimalkan tumbuh kembang balita. Beberapa permainan edukatif bisa ibu pertimbangkan untuk memaksimalkan perkembangan kognitif balita.

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Google Plus

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *