Perkembangan Motorik Anak Saat Masih Balita

stimulasi perkembangan motorik anak
www.friso.co.id

Masa 5 tahun pertama merupakan masa perkembangan motorik anak yang cukup pesat. Motorik ialah semua gerakan yang bisa dilakukan oleh seluruh tubuh, sedangkan perkembangan motorik bisa disebut sebagai perkembangan dari unsur kematangan dan pengendalian gerak tubuh anak. Perkembangan motorik ini erat hubungannya dengan perkembangan pusat motorik di otak. Keterampilan motorik berkembang seiring dengan kematangan syaraf dan otot.

Oleh karena  itu, setiap gerakan yang dilakukan anak sesederhana apa pun, sebenarnya merupakan hasil pola interaksi yang kompleks dari berbagai bagian dan sistem dalam tubuh yang dijalankan oleh otak. Dengan begitu, otak berfungsi sebagai bagian dari susunan syaraf yang mengatur dan mengontrol semua kegiatan fisik dan mental seseorang.

Aktivitas anak terjadi di bawah kontrol otak dan secara  berkesinambungan, otak akan terus mengolah informasi yang  diterima. Selain itu, otak bersama jaringan syaraf akan membentuk sistem syaraf pusat yang mencakup 5  pusat kontrol dan akan mengetahui setiap gerak anak. Perkembangan motorik berhubungan dengan perkembangan kemampuan gerak si kecil. Gerak adalah unsur utama dalam pengembangan motorik. Oleh karena itu, perkembangan kemampuan motorik akan bisa  terlihat secara jelas lewat berbagai gerakan dan permainan yang bisa  mereka lakukan. Apabila anak banyak bergerak maka akan semakin banyak manfaat yang bisa diperoleh anak saat ia makin terampil menguasai gerakan motoriknya.

Selain kondisi badan juga semakin sehat karena anak banyak melakukan pergerakan, ia juga menjadi lebih percaya diri dan mandiri. Anak menjadi semakin yakin dalam mengerjakan segala aktivitas sebab ia tahu dengan kemampuan fisiknya. Anak-anak yang baik perkembangan motoriknya, biasanya juga mempunyai keterampilan sosial positif. Mereka akan senang bermain bersama teman-temannya karena dapat mengimbangi gerak teman teman sebayanya, seperti melompat-lompat dan berlari-larian.

Tahap Perkembangan Motorik Anak Usia Dini

Perkembangan lain yang juga berhubungan dengan kemampuan motorik sang anak adalah anak akan semakin cepat bereaksi, semakin baik koordinasi mata dan tangannya, dan anak semakin tangkas dalam bergerak. Dengan semakin meningkatnya rasa percaya diri anak maka anak juga akan merasa bangga jika ia dapat melakukan beberapa kegiatan. Secara umum ada tiga tahap perkembangan keterampilan motorik anak pada usia dini, yaitu tahap kognitif, asosiatif, dan autonomous. Pada tahap kognitif, anak berusaha memahami keterampilan motorik serta apa saja yang dibutuhkan untuk melakukan suatu gerakan tertentu. Pada tahapan ini, dengan kesadaran mentalnya anak berusaha mengembangkan strategi tertentu untuk mengingat gerakan serupa yang pernah dilakukan pada masa yang lalu.

Pada tahap asosiatif, anak banyak belajar dengan cara coba mengganti olahan pada penampilan atau gerakan akan dikoreksi agar tidak melakukan kesalahan kembali di masa mendatang. Tahap ini adalah perubahan strategi dari tahapan sebelumnya, yaitu dari apa yang harus dilakukan menjadi bagaimana melakukannya. Pada tahap autonomous, gerakan yang ditampilkan anak merupakan respons yang lebih efisien dengan sedikit kesalahan. Anak sudah menampilkan gerakan secara otomatis.

Cara Meningkatkan Perkembangan Motorik Anak

Pertumbuhan fisik anak diharapkan dapat terjadi secara optimal karena secara langsung maupun tidak langsung akan mempengaruhi perilaku anak sehari-harinya. Secara langsung, pertumbuhan fisik anak akan menentukan keterampilannya dalam bergerak. Misalnya, anak usia empat tahun yang bentuk tubuhnya sesuai dengan usianya, akan melakukan hal-hal yang lazim dilakukan seusianya, seperti bermain dan bergaul dengan lingkungan keluarga dan teman-temannya. Apabila ia mengalami hambatan tertentu, Seperti tubuhnya terlalu gemuk atau malas dan lemas bergerak, anak akan sulit mengikuti permainan yang dilakukan oleh teman-teman sebayanya.

Sementara itu, secara tidak langsung, pertumbuhan dan perkembangan kemampuan fisik anak akan mempengaruhi cara anak memandang dirinya sendiri dan orang lain. Ini semua akan tercermin dari pola penyesuaian diri si anak secara umum, misalnya saja anak yang kurang terampil menendang bola akan cepat menyadari bahwa dirinya tidak dapat mengikuti permainan sepak bola, seperti yang dilakukan teman sebayanya. Hal itu menyebabkan ia menarik diri dari lingkungan teman-temannya. Dari sini dapat kita simpulkan bahwa keterampilan motorik yang di dalamnya tercakup keterampilan gerak sangat diperlukan anak untuk bermain.

Dari segi fisiologis, pentingnya anak bergerak atau berolahraga akan menjaga anak agar tak mendapat masalah dengan jantungnya karena sering dan rutinnya anak bergerak dengan cara berolahraga maka kegiatan tersebut  juga menstimulasi semua proses fisiologis anak, seperti peningkatan sirkulasi darah dan pernapasannya. Pembiasaan anak untuk senang bergerak atau berolahraga akan semakin baik dilakukan saat anak masih kecil, misalnya saat anak usia dini. Sebenarnya, kegiatan motorik kasar anak merupakan awal anak mulai kenal kegiatan berolahraga. Jika anak terbiasa berolahraga mulai ia kecil maka hal itu akan berakibat baik untuk pembentukan postur tubuh anak kemudian.

Selain itu, kegiatan berolahraga atau bergerak akan membuat tulang dan otot anak bertambah kuat dan banyaknya aktivitas bergerak juga akan mengontrol berat badan anak yang gemuk/badannya berlebih akan bergerak lebih sedikit dibandingkan anak yang berat badannya normal.

Ketidak atau kekurangaktifan seseorang dalam bergerak akan membuat tulangnya menjadi rapuh dan sering terkena penyakit. Bertambah kuatnya tulang membuat kekuatan anak juga bertambah. Ada penelitian yang menemukan bahwa anak-anak yang menunjukkan tingkat kekuatan yang tinggi adalah anak-anak yang mempunyai kemampuan motorik yang baik pula. Lebih jauh, meningkatnya kemampuan motorik kasar anak akan meningkatkan pula kemampuan motorik halusnya.

Namun, untuk meningkatkan perkembangan motorik anak dengan baik, guru perlu memberi tempat agar anak dapat melakukan motorik kasarnya, seperti berlari dan melompat, dan membiarkan anak melakukan gerak motorik halusnya tanpa merasa takut atau malu.

 

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Google Plus

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *