Permainan Pemicu Perkembangan Balita

perkembangan balita
Ibu dan Balita

Perkembangan balita mutlak tanggungjawab ibu. Untuk itu, ibu harus hati-hati memberikan apapun, terutama permainan atau game.

Sekarang ini, ada banyak sekali jenis game yang bisa ibu berikan kepada sang buah hati. Akan tetapi, yakinkah permainan tersebut baik untuk pertumbuhan si kecil?

Untuk itu, ada beberapa hal yang perlu ibu ketahui sebelum memilihkan permainan untuk balita ibu. Berikut informasi selengkapnya.

Jenis Permainan Berdasarkan Usia Balita

Tidak semua permainan yang katanya mencerdaskan balita itu baik dan cocok. Karena pada dasarnya permainan itu harus disesuaikan dengan usia balita

Jika balita ibu baru berusia 0-3 bulan, maka ibu bisa memilihkan permainan yang bisa meningkatkan kecerdasan musikal. Pada tahap ini, bayi memiliki kelebihan dalam hal pendengaran. Itulah mengapa bayi pada usia 3 bulan sering terbangun ketika mendengar suara lirih sekalipun.

Ibu bisa membelikan kotak musik. Ibu bisa memperdengarkan alunan musik dengan nada rendah. Dengan demikian, si kecil bisa mulai memahami bunyi-bunyian.

Selain itu, ibu juga bisa memilihkan jenis permainan yang mampu meningkatkan kecerdasan kinestetik. Contohnya, ibu bisa menggantungkan beberapa benda / permainan yang bergerak agar tangan sang balita bisa bergerak menggapai benda-benda tersebut. Permainan yang sangat baik untuk perkembangan bayi ibu.

Untuk balita usi 3-6 bulan, jenis permainan jelas berbeda. Untuk mengasahkemampuan linguistiknya, ibu membelikan permainan yang bisa mengeluarkan suara berupa kata-kata seperti orang dewasa. Memang pada tahap ini, si kecil belum bisa menirukan kata-kata tersebut. Namun, permainan seperti ini sangat penting agar si kecil bisa mulai mengenal kata-kata.

Lain lagi jika balita ibu sudah berusia di atas 6 bulan. Pada tahap ini, tumbuh kembang balita sudah sangat signifikan. Pada usia ini, si kecil sudah mulai merangkak. Ibu bisa membelikan mainan yang bergerak agar membantu perkembangan kecerdasan kinestetiknya. Ibu bisa membelikan bola dengan warna yang berbeda, mainan yang mudah di genggam, dan lain sebagainya.

Untuk bayi yang sudah mulai belajar jalan, sebaiknya ibu tidak memberikan alat bantu berjalan atau yang sering disebut dengan baby walker. Alat ini justru tidak baik bagi perkembangan balita khususnya ketika balita sudah mulai belajar berjalan. Otot-otot kurang bisa berkembangan dengan baik karena badan si kecil ditopang oleh alat bantu jalan tersebut. Selain itu, si kecil juga tidak bisa belajar keseimbangan karena baby walker sudah membantu menyeimbangkan ketika berjalan.

Pada usia ini, ibu bisa membelikan permainan walk & ride. Ini semacam mainan di mana balita bisa mendorong alat tersebut. Secara tidak langsung, mainan ini akan membantu si kecil untuk belajar berjalan.

Hal yang Perlu Diperhatikan

Membelikan mainan tentu sangat mudah mengingat banyaknya jenis mainan yang bisa ibu pilih saat ini. Akan tetapi, bagian tersulit adalah menentukan jenis mainan yang tepat sesuai usia balita.

Banyak sekali ibu-ibu yang sudah memperkenalkan permainan dalam gadget. Tentu hal tersebut baik untuk mencerdaskan otak sang buah hati mengingat banyaknya permainan untuk meningkatkan kecerdasan otak.

Namun, jika dibandingkan antara dampak positif dan negatif, ternyata lebih banyak dampak negatif daripada positif. Ketergantungan dengan gadget dan malas beraktivitas fisik menjadi hal yang sering terjadi ketika si kecil sudah mulai mengenal permainan gadget. Oleh karena itu, ibu harus lebih bijak ketika membelikan mainan demi perkembangan balita.

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Google Plus

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *