Pernah Memarahi Si Kecil Di Depan Orang Banyak? Jangan Lakukan Lagi Ya Bu

Ibu dan balita
www.ibudanbalita.com

Apa yang motivasi atau penyebab ibu memarahi si kecil di depan orang banyak? Kebanyakan mereka menjawab bawasannya hal tersebut dilakukan agar si kecil tidak berbuat nakal atau tidak melakukan hal yang kurang baik di depan banyak orang.

Tujuannya memang baik. Namun, tahukah apa yang ibu lakukan tersebut sangat buruk bagi perkembangan anak?

Setiap orang tua pasti tidak ingin anak mereka berbuat yang tidak baik, apalagi ketika berada di depan umum. Akan tetapi, hal tersebut tidak lantas membuat ibu memarahi si kecil di depan orang banyak ya. Pakar perkembangan anak menjelaskan di www.ibudanbalita.com bawasannya hal tersebut berdampak buruk terutama untuk perkembang psikologis anak.

Berikut rangkuman yang bisa ibu ketahui dari penjelasan seorang pakar tersebut.

1. Jauh Dari Ibu

Kira-kira apakah yang membuat ibu didengar sehingga anak patuh terhadap apa yang ibu bicarakan?

Bukan rasa takut melainkan kedekatan. Semakin ibu dekat dengan anak maka anak akan mudah untuk diberitahu atau dinasehati. Ia akan menjadi anak yang patuh kepada orang tua.

Sementara itu, berkebalikan jika tidak ada kedekatan antara ibu dan anak. Dan jarak ini bisa terjadi ketika ibu sering memarahi si kecil, terutama di depan banyak orang.

Hal ini sangat tidak baik untuk masa depan anak. Semakin jauh jarak antara ibu dan anak, maka ketika dewasa nanti anak ibu akan semakin sulit untuk diatur. Tentu hal tersebut tidak ibu inginkan, bukan? Oleh sebab itu, stop memarahi anak terutama di depan umum dan jalin kedekatan dengan si kecil.

2. Minder

Tidak jarang anak yang sering dimarahi oleh orang tua itu menjadi minder. Hal ini terjadi lantaran ia khawatir jika apa yang ia katakana atau apa yang ia lakukan ternyata membuat orang tua marah.

Lebih parah lagi jika anak justru tidak bisa bebas berkreasi. Ia merasa terkekang. Apapun yang ia lakukan maka ia harus minta izin dengan orang tua. Tentu hal ini sangat baik. Namun, kelewatan jika hal-hal yang baik saja ia harus minta ijin kepada orang. Bagaimana jika dewasa nanti? Tentu saja ia harus menjadi orang yang mandiri dan bisa berpikir sendiri, bukan?

Daripada memarahi si kecil, lebih baik ibu memberikan masukan atau nasehat tentang hal yang ia lakukan. Jika ia melakukan hal yang salah, maka ajak pulang lalu beri nasehat agar ia mengerti.

3. Menjadi Anak Nakal

Ibu harus ingat bawasannya anak itu memiliki daya ingat yang tinggi. Selain itu, ia juga anak yang sangat pandai meniru orang lain. Hal inilah yang terjadi ketika ia belajar bicara. Ia meniru apa yang ibu bicarakan. Dan proses belajar yang dilakukan memang menggunakan teknik meniru.

Dan bagaimana jika ibu sering memarahinya di depan khalayak ramai? Bukan tidak mungkin ia akan meniru hal tersebut. Bukan kepada ibu, akan tetapi ia akan menjadi mudah marah-marah kepada teman-temannya. Banyak yang akhirnya anak tersebut dicap menjadi anak yang nakal.

Hal tersebut semoga saja tidak terjadi pada anak ibu. Akan lebih baik jika ibu belajar tentang parenting dari situs ibu dan balita. Di sana ibu akan tahu bagaimana memahami psikologi anak sehingga ibu mengerti apa yang sebaiknya ibu lakukan untuk memaksimalkan tumbuh kembang anak.

Jadi, mulai sekarang jangan marahi anak di depan orang banyak ya bu.

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Google Plus

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *