Pertanyaan yang Ibu Bisa Tanyakan ke Perawat Pasca Kelahiran

pasca kelahiran
Friso Indonesia

Ada kekhawatiran yang sering dirasakan oleh para ibu pasca kelahiran. Salah satunya adalah mengenai kondisi sang jabang bayi. Apakah sehat atau ada hal buruk terjadi?

Tentu itulah pertanyaan yang pertama kali ditanyakan oleh ibu setelah proses persalinan.

Namun, bukan itu saja pertanyaan yang seharusnya ibu tanyakan kepada perawat. Sudah menjadi keharusan dan naluri seorang ibu di mana ibu akan bertanya bagaimana kondisi bayi. Lalu, apakah ada hal lain yang bisa ibu tanyakan juga?

Jawabannya ada. Berikut ini pertanyaan yang ibu bisa tanyakan ke perawat setelah proses melahirkan selesai.

Kapan Bisa Menjenguk Bayi?

Tentu saja ibu ingin sekali bertemu dengan bayi ibu kan? Sayangnya tidak semua ibu langsung diperbolehkan untuk bertemu dengan bayinya.

Terkadang ada kondisi tertentu di mana bayi tidak boleh dijenguk oleh siapapun terutama orang tuanya. Biasanya kondisi ini terjadi jika bayi dilahirkan melalui operasi caesar dan memang kondisi bayi sangat lemah.

Ada treatment khusus seperti fototerapi di mana bayi di masukkan di dalam sebuah tabung tertentu dan tidak boleh disentuh oleh siapapun. Kalaupun ibu mau bertemu dengan bayi ibu tersebut, ibu hanya memandang dari luar kotak saja.

Tentu hal ini tidak diinginkan oleh ibu manapun setelah kelahiran anak. Untuk itulah penting sekali bagi ibu hamil untuk mengetahui bagaimana cara menjaga kesehatan ibu dan janin di dalam kandungan.

Tujuannya tidak lain adalah agar kondisi ibu bai dan bayi lahir sehat. Dengan demikian, ibu bisa langsung berkumpul dengan bayi ibu.

Kapan Diperbolehkan Berdiri dan Berjalan?

Ini pertanyaan yang harus ibu tanyakan jika proses persalinan adalah caesar. Berbeda dengan ibu yang melahirkan secara normal, ibu tidak diperbolehkan untuk duduk atau berdiri paska kelahiran. Bahkan, bergerak seperti berganti posisi tidur pun harus sangat hati.

Hal ini disebabkan jahitan pada bagian perut masih belum sempurna. Biasanya diperlukan waktu sekitar 2-3 hari sehingga ibu bisa mulai bergerak sedikit demi sedikit dan akhirnya ibu diperbolehkan untuk berjalan.

Namun, lama waktu tersebut juga tergantung kondisi kesehatan ibu. Oleh sebab itu, ibu bisa tanya terus kepada perawat kapan ibu bisa segera bergerak, duduk berdiri, dan berjalan seperti biasa.

Berapa Hari Diperlukan untuk Pemulihan Rahim?

Umumnya, pemulihan rahim paskca melahirkan itu sekitar 40 hari. Dalam kurun waktu 40 hari, ukuran rahim akan mulai mengecil dan menjadi sediakala sebelum ada janin di dalam kandungan.

Namun, waktu pemulihan lebih lama jika proses persalinan dilakukan secara caesar. Hal ini disebabkan proses caesar dilakukan dengan cara merobek lapisan rahim. Kemudian, setelah bayi diangkat, robekan tersebut dijahit.

Membutuhkan waktu yang cukup lama hingga jahitan tersebut menyatu menjadi daging. Itulah mengapa wanita yang melahirkan secara caesar disarankan untuk tidak hamil lagi selama 2 tahun. Setidaknya mereka harus menunggu hingga 2 tahun baru rahim sudah dinyatakan siap untuk mengandung kembali lagi.

Pasti masih banyak pertanyaan lain yang ibu ingin tanyakan. Setidaknya tiga pertanyaan tersebut harus ibu tanyakan kepada perawat paska proses persalinan.

Selanjutnya, ibu tinggal fokus untuk mencaritahu bagaimana cara merawat bayi. Karena bayi dalam beberapa hari pertama itu sangat beresiko terkena penyakit. Dibutuhkan perawatan ekstra agar ia mampu beradaptasi di dunianya yang baru.

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Google Plus

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *