Pertolongan Pertama Pada Diare Anak Harus Segera Dilakukan

konsultasi perkembangan balita yang sering terkna diare
www.pondokibu.com

Pertolongan pertama pada diare memang harus segera dilakukan. Diare adalah salah satu gangguan kesehatan yang paling sering terjadi pada anak-anak. Gangguan pencernaan yang satu ini ditandai dengan intensitas buang air besar lebih dari 3 kali dalam sehari dengan tekstur feses lebih encer. Menurut Badan Kesehatan Dunia atau WHO, diare merupakan penyebab nomor satu kematian anak balita di dunia. Sedangkan di Indonesia, diare menjadi pembunuh nomor dua pada balita setelah penyakit infeksi saluran pernapasan.

Gangguan pencernaan atau diare anak, akan berdampak negatif terhadap pertumbuhan dan perkembangannya. Hal ini karena proses penyerapan gizi dan nutrisi akan terhambat. Selain itu, diare sangat beresiko mengakibatkan kematian jika tidak segera ditangani dengan benar karena intensitas buang air besar (BAB) yang berlebihan rentan mengakibatkan si kecil kekurangan cairan atau dehidrasi.

Penanganan Pertama Pada Anak Mencret

Mencret atau diare pada anak harus segera mendapatkan penanganan dengan cara yang tepat supaya tidak mengakibatkan dehidrasi berlebihan yang beresiko berakhir dengan kematian. Oleh sebab itu, berikut ini kami akan memberikan beberapa cara untuk memberikan pertolongan pertama bagi anak yang mengalami mencret atau diare ;

– Tetap memberikan makan dan minum

Saat si kecil diare, Anda tidak perlu panik dan tetaplah untuk bersikap tenang sehingga bisa memberikan penangananan dengan benar. Salah satu cara yang harus Anda lakukan ketika si kecil terkena diare yaitu tetap memberikan makan dan minum. Hal ini sangat penting sekali mengingat ketika diare banyak cairan yang terbuang sehingga untuk mencegah dehidrasi, Anda harus berusaha untuk tetap memberikan makan dan minum untuk si kecil.

Apabila si kecil masih menyusu, maka jangan menghentikan pemberian ASI. Justru pemberian ASI sangat disarankan bagi balita yang menderita diare. Tujuannya yaitu untuk menjaga cairan tubuh si kecil sehingga terhindar dari bahaya dehidrasi. Meskipun mungkin si kecil tidak berselera untuk makan dan minum pada waktu sakit, namun Anda harus berusaha secara perlahan supaya si kecil mau makan.

– Air garam dan gula

Cara selanjutnya untuk memberikan pertolongan pertama pada anak yang terkena diare yaitu dengan membuat larutan garam dan gula. Hal ini bertujuan untuk menggantikan cairan tubuh yang hilang. Cara membuatnya yaitu dengan melarutkan 6 sdt gula dan setengah sdt garam ke dalam air, aduk sampai benar-benar larut kemudian berikan pada anak secara teratur. Selain itu, Anda juga bisa memberikan oralit untuk meredakan diare tersebut.

– Bawa ke dokter

Jika kondisi si kecil tak kunjung membaik dan semakin parah meskipun sudah dilakukan penanganan, maka langkah selanjutnya yang harus Anda lakukan yaitu dengan membawanya ke dokter. Hal ini tentunya bertujuan untuk mencegah kemungkinan yang lebih buruk yang bisa berdampak negatif terhadap kesehatan dan tumbuh kembang si kecil.

Itu tadi beberapa cara untuk memberikan pertolongan untuk anak yang mengalami diare. Perlu bunda ketahui bahwa pencernaan yang sehat sangat menunjang pertumbuhan dan perkembangan anak. Oleh sebab  itu, untuk menjaga kesehatan sistem pencernaan anak, berikan asupan makanan dan bergizi dan mulailah untuk mengajarkan si kecil menerapkan gaya hidup bersih dan sehat.

Pertolongan Pertama Pada Diare Dan Muntah

Anak disebut mengalami diare apabila ia mengeluarkan tinja cair sebanyak lebih dari tiga kali dalam sehari. Bayi yang mendapatkan ASI memang dapat mengeluarkan kotoran hingga delapan kali dalam sehari, namun konsistensinya menyerupai pasta dan tidak cair. Diare dan muntah apabila berdiri sendiri dapat disebabkan oleh beberapa hal. Namun jika diare dibarengi dengan muntah, hal tersebut umumnya disebabkan oleh infeksi virus. Infeksi rotavirus ini lebih umum terjadi pada bayi yang tidak mendapat ASI.

Gejalanya antara lain demam, diare, muntah, dan nyeri perut. Diare dan muntah yang terjadi pada bayi umumnya memberikan dampak yang lebih serius daripada anak yang lebih besar, karena bayi akan lebih mudah jatuh ke dalam keadaan dehidrasi. Anda harus mengenali tanda-tanda dehidrasi pada anak, yaitu rewel, ubun-ubun cekung, mata cekung, menangis namun tidak keluar air mata, mulut kering, kulit kering, turgor lambat jika dicubit, kulit akan kembali lambat. Anak yang mengalami dehidrasi berat bahkan dapat terlihat lemas, lesu, dan tidak sadar.

Jika anak Anda mengalami muntah dan diare, Anda harus segera melakukan beberapa hal berikut ini;

– Mengganti cairan yang hilang dari tubuhnya dengan memberikan minum air yang banyak. Akan lebih baik jika Anda menggunakan oralit , baik sachet maupun yang dikemas dalam botol – untuk mengganti cairan dan ion yang hilang.

– Berikan juga ASI  atau susu formula, jika karena satu dan lain hal Anda tidak dapat memberikan ASI semau anak. Jangan paksakan makanan padat jika anak tidak menginginkannya. Berikan makanan padat sesuai permintaan. Namun demikian, pada anak yang sudah besar diusahakan untuk tetap makan seperti biasa.

– Anda juga harus ekstra menjaga kebersihan. Cucilah tangan Anda dengan sabun sebelum memegang anak, memasak dan menyiapkan makanan, mencuci botol, membuat susu, dan menyuapi anak. Cuci tangan juga harus dilakukan setelah membersihkan bokong anak, pergi ke toilet, serta membersihkan muntahan anak.

– Cuci bersih dan sterilkan botol susu dan peralatan makan anak.

– Hindari memberikan sembarang obat kepada bayi dan anak tanpa petunjuk dokter, apalagi antibiotik. Muntah dan diare pada anak lebih sering disebabkan oleh infeksi virus, yang tidak akan berguna jika diberikan antibiotik.

– Sebelum memakaikan popok untuk si kecil, oleskan dulu daerah bokong dan lipatan paha anak dengan krim khusus pencegah ruam popok sebagai pertolongan pertama pada diare.

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Google Plus

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *