Posisi Menyusui Yang Benar Bagi Ibu Hamil Supaya Bayi Lebih Nyaman

posisi menyusui yang benar
www.awalsehat.nestle.co.id

Faktanya, tidak semua ibu tahu tentang bagaimana posisi menyusui yang benar. Padahal hal utama dalam memberikan ASI pada bayi Anda tergantung pada posisi yang tepat ketika akan menyusui si kecil. Posisi yang tepat saat menyusui sangat berpengaruh terhadap asupan ASI untuk bayi Anda. Apabila posisi menyusui Anda tidak benar, maka asupan ASI akan berkurang. Bahkan tidak akan mendapatkan ASI yang banyak sebab udara akan ikut masuk ke sistem pernafasan bayi Anda.

Hal seperti itu yang nantinya akan membuat bayi Anda mengalami cegukan. Apabila si kecil sudah mengalami cegukan, Anda tidak perlu khawatir sebab ada beberapa posisi yang bisa Anda lakukan saat si kecil mengalami cegukan. Posisi berbaring miring atau duduk akan memaksimalkan bentuk payudara  dan memberi ruang untuk menggerakkan bayinya ke posisi yang benar. Berikut ini posisi ibu dan bayi yang dianjurkan ketika menyusui. Ada 2 posisi yang disarankan bagi ibu dan bayi saat menyusui, yakni:

-Berbaring miring. Posisi ini sangat baik untuk pemberian ASI yang pertama kali atau jika ibu merasa capek atau nyeri. Menyusui dengan berbaring juga akan memberi Anda lebih banyak kesempatan untuk bersantai dan juga supaya tidur Anda lebih banyak pada malam hari. Anda dapat tidur ketika bayi menyusu. Dukung punggung dan kepala bayi menggunakan bantal. Pastikan juga bahwa perut bayi sudah menyentuh Anda.

-Duduk. Sangat penting untuk memberikan topangan atau sandaran pada punggung ibu, dalam posisinya harus tegak lurus terhadap pangkuannya. Hal ini mungkin bisa dilakukan dengan duduk bersila di atas tempat tidur atau di lantai dan juga duduk di kursi. Hal ini juga merupakan cara yang menyenangkan saat menyusui. Posisi ini juga bekerja dengan baik bila bayi Anda sedang pilek atau sakit telinga.

Badan bayi perlu dihadapkan ke arah badan ibu lalu mulutnya dihadapkan pada puting susu ibu. Leher bayi juga perlu sedikit ditengadahkan. Si kecil sebaiknya ditopang pada bahunya sehingga posisi kepala yang sedikit tengadah bisa dipertahankan. Kepala bisa ditopang dengan jari-jari tangan yang telentang dan bisa juga pada lekukan siku ibunya. Hal ini mungkin akan membantu jika bayi dibungkus, sehingga tangannya berada di samping badan. Jika mulut bayi disentuhkan dengan lembut ke puting susu ibunya, maka ia akan membuka mulutnya lebar-lebar dan hal ini karena reflek rooting.

Posisi Menyusui Yang Aman

Selain duduk dan berbaring miring,  ada juga jenis posisi lain yang aman untuk ibu menyusui, yakni:

-The cradle atau Posisi Mendekap. Posisi ini memang cukup baik untuk bayi yang baru saja lahir. Caranya sangat mudah, pastikan terlebih dahulu punggung Anda benar-benar mendukung untuk posisi ini.

Letakkan si bayi di perut Anda, hingga kulitnya dan kulit Anda saling bersentuhan. Biarkan tubuhnya menghadap ke arah Anda, lalu letakkan kepalanya pada siku Anda.

– The football hold atau Posisi Pencengkram. Caranya mudah, pegang bayi di samping Anda dengan kaki membelakangi Anda dan bayi terselip di bawah lengan Anda, seakan-akan Anda sedang memegang bola kaki. Hal ini merupakan posisi terbaik bagi ibu yang melahirkan dengan operasi caesar atau untuk para ibu dengan payudara besar. Namun, Anda perlu bantal untuk menopang bayi.

-The cross cradle hold atau Posisi Mendekap Silang. Caranya yaitu, satu lengan mendukung tubuh bayi dan lainnya mendukung kepala, sama halnya dengan posisi dudukan namun Anda akan mempunyai kontrol lebih besar atas kepala bayi. Posisi menyusui ini baik untuk bayi prematur atau ibu dengan puting payudara kecil.

Tanda-Tanda Posisi Menyusui Yang Baik

Dari posisi cara menyusui yang sudah saya jelaskan diatas, tentu saja kenyamanan akan dirasakan bayi. Lalu, apa saja tanda-tanda bayi sudah berada dalam posisi menyusu yang baik? Berikut ulasannya;

-Seluruh tubuh bayi bersentuhan dan terarah pada pada ibu.

-Mulut dan dagunya sudah berdekatan dengan payudara ibu.

-Areola tidak nampak terlalu jelas

-Bayi terlihat melakukan isapan yang pelan dan dalam serta sudah menelan ASI-nya.

-Bayi sudah terlihat tenang dan senang.

-Putting susu ibu tidak merasakan adanya nyeri.

Catatan untuk ibu, sebaiknya belajar untuk mencoba menyentuh bibir atas bayi dengan puting susu ibu. Tujuannya yaitu memposisikan bibir bawah paling tidak  2 cm dari pangkal puting susu. Bayi perlu untuk mengulum sebagian besar areola puting ke dalam mulutnya, tidak hanya ujung puting susunya saja. Hal ini akan mempermudah bayi untuk menarik sebagian dari jaringan payudara masuk ke dalam mulutnya dengan lidah serta rahang bawah. Jika diposisikan secara benar, maka sinus laktiferus akan berada di dalam rongga mulut bayi.

Puting susu akan masuk hingga sejauh langit-langit lunak atau velum palatinum dan bersentuhan dengan langit-langit tersebut. Sentuhan tersebut akan merangsang refleks untuk mengisap. Rahang bawah bayi menutup pada jaringan payudara, pengisapan ini akan terjadi dan puting susu ditangkap dengan benar didalam rongga mulut. Sedangkan lidah akan memberi penekanan yang terus menerus secara konsisten sehingga ASI akan keluar dari duktus laktiferus.

Cara yang dapat Anda lakukan untuk memberikan ASI secara maksimal untuk si kecil adalah dengan membiasakan selalu mencuci tangan dan mengusap puting dengan air hangat setiap sebelum memberikan ASI pada bayi Anda. Anda bisa duduk atau tidur senyaman mungkin dengan posisi menyusui yang benar, namun kenyamanan si kecil harus lebih menjadi perhatian.

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Google Plus

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *