Posisi Menyusui Yang Benar Lebih Dari Sekedar Memberikan ASI

posisi menyusui yang benar
Image Source: Awal Sehat Nestle

Banyak yang mempermasalahkan mengenai posisi menyusui yang benar. Namun, bukan hanya bertujuan agar ASI bisa keluar dengan lancar. Lebih dari itu, posisi memberikan ASI yang benar akan membuat ibu dan bayi merasa nyaman. Dengan demikian, akan dengan mudah terbangun keterikatan batin antara ibu dan bayi.

Inilah tujuan yang paling utama dalam hal menyusui dengan posisi yang benar. Lalu, bagaimana cara menyusui yang benar?

3 Posisi Menyusui Yang Direkomendasikan

Banyak ibu yang bertanya bolehkah menyusui dengan posisi tidur miring. Sebenarnya boleh-boleh saja menerapkan posisi menyusui seperti itu. Hanya ada beberapa resiko yang bisa terjadi sehingga banyak ahli kesehatan yang tidak menyarankan untuk menyusui dengan cara tersebut.

Untuk lebih jelasnya, sebaiknya ibu membaca dulu penjelasan mengenai 3 posisi menyusui yang tepat berikut ini.

01. Menyusui Dengan Menggendong

Ini posisi menyusui yang paling sering diterapkan oleh para ibu. Hanya saja, terkadang ibu akan merasa lelah. Apalagi jika si kecil menyusu dalam kurung waktu hingga lebih dari 20 menit. Tangan akan terasa pegal. Akan tetapi, ada beberapa keunggulan. Yang pertama, posisi ini akan membuat bayi bisa menyedot ASI secara maksimal. Ia tidak merasa kesulitan untuk menyusu ASI. Yang kedua, bayi merasa hangat karena sembari menyusui, ibu juga mendekap badan sang buah hati. Agar ibu tidak cepat merasa lelah, sebaiknya ibu taruh bantal di bawah tangan ibu ketika sedang menyusui dengan posisi seperti ini.

02. Menyusui Dengan Menidurkan Si Kecil Di Atas Bantal

Ini cara menyusui yang paling tepat. Ibu tidak akan merasa lelah dan si kecil pun akan merasa nyaman selama menyusu. Caranya cukup mudah. Ibu hanya perlu duduk di atas kursi. Sebaiknya kursi tersebut ada sandaran tangannya. Setelah itu, siapkan bantal yang tinggi agar bayi bisa ibu tidurkan dan bisa menyusu dengan baik. Gunakan lebih dari satu bantal jika bayi kurang begitu nyaman. Pastikan bayi mudah mencapai puting ibu. Cara menyusui seperti ini tidak membuat ibu merasa kelelahan karena tangan ibu tidak berada di bawah sang buah hati. Hanya saja, karena ibu tidak mendekap bayi, maka bayi kurang merasakan kehangatan.

03. Menyusui Dengan Berbaring

Ini yang menjadi kontroversi. Ada yang pro dan ada yang kontra. Menyusui dengan berbaring miring berarti bayi dalam posisi tidur. Padahal, minum dengan posisi tidur bisa membuat bayi tersedak. Ini yang dikhawatirkan. Akan tetapi, agar bayi tidak tersedak, ada tips menyusui yang harus ibu ketahui. Gunakan bantal yang tidak terlalu tinggi. Taruh bantal tersebut di bawah kepala bayi agar posisi kepala bayi sedikit lebih tinggi dari badannya. Dengan demikian, ia tidak mudah tersedak.

Itulah tiga posisi menyusui yang disarankan. Sayangnya, posisi apapun akan membuat ibu tidak nyaman jika si kecil sudah tumbuh gigi. Ibu akan merasa perih karena puting ibu kemungkinan besar akan sering digigit oleh bayi.

Tips Menyusui Bayi Yang Sudah Tumbuh Gigi

Pada intinya ibu harus tahu bagaimana agar bayi tidak menggigit puting saat ibu menyusui. Jika puting digigit, ibu akan merasa kesakitan dan ibu merasa tidak nyaman. Rasa tidak nyaman ini secara tidak langsung akan mempengaruhi pemberian ASI. Bukan tidak mungkin ibu akan trauma dan pemberian ASI tidak selancar seperti sebelumnya.

Untuk itu, yang harus ibu lakukan adalah bagaimana mencegah agar bayi tidak menggigit saat menyusu. Berikut ini beberapa tips menyusui yang benar jika bayi sudah memiliki gigi.

  • Berikan Lap Dingin

Sebelum menyusui, ada baiknya ibu memberikan lap dingin agar dikunyah oleh si kecil. Atau ibu bisa berikan mainan gigit-gigitan. Saat bayi menggigit, pada saat itu ia merasakan gatal lantaran gigi sedang tumbuh. Jadi, pemberian lap dingin atau mainan gigit-gigitan bisa menjadi semacam terapi agar ketika menyusu ia tidak menggigit puting ibu.

  • Pastikan Lidahnya Keluar Terlebih Dahulu

Agar bayi tidak menggigit dengan gigi, maka ibu harus melihat dulu bagaimana posisi lidah. Pastikan lidah keluar baru ibu biarkan bayi menyusu. Dengan demikian, ia tidak akan menggigit dengan gigi karena sudah ada lidah yang melindungi puting susu ibu.

Dengan menerapkan cara tersebut, maka bayi tidak akan menggigit puting susu ibu. Dan ibu harus ingat, setelah menyusui, ibu harus membersihkan puting susu. Bersihkan dengan air dingin lalu keringkan. Dengan demikian, puting ibu tidak akan mudah lecet karena terkadang masih ada air liur si kecil yang bisa membuat puting mudah lecet apalagi jika ibu menggunakan baju dengan kain yang sedikit kasar.

Jika bayi ibu sudah berusia di atas 6 bulan, sudah pasti giginya sudah tumbuh. Biasanya, bayi usia 6 bulan sudah mulai tumbuh gigi walaupun belum sempurna. Jika sudah diperbolehkan mendapatkan menu MPASI, sebaiknya ibu berikan menu MPASI yang sedikit lebih kasar, bukan seperti bubur. Dengan makanan yang kasar, maka pertumbuhan gigi akan semakin cepat. Dengan demikian, bayi tidak merasa gatal yang terkadang hal tersebut membuat bayi menggigit puting saat menyusu.

Terlepas dari berbagai cara menyusui yang benar tersebut, satu hal yang harus ibu ingat. Memberikan ASI eksklusif itu hal yang sangat penting jika ibu ingin sekali memiliki anak dengan tumbuh kembang optimal dan tidak mudah sakit. Siapkan pula menu makanan yang sehat jika ia sudah mulai masuk usia balita.

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Google Plus

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *