Ruam Popok dan Cara mengatasinya

 

mengatasi ruam popok
Johnson’s Baby Indonesia

Ruam popok merupakan bentuk umum kulit yang meradang yang mungkin berupa bercak merah dan benjolan kecil di sekitar area pantat bayi. Ruam popok juga dapat diperparah oleh iritasi berulang atau yang berlangsung lama akibat popok yang basah dan tidak segera diganti, sehingga sering kali menyebabkan sang Buah hati menangis dan gelisah. Penyebabnya bisa bermacam-macam seperti infeksi jamur, reaksi kulit terhadap urine dan tinja, gesekan popok dengan pantat bayi, serta terlalu ketatnya popok pada pantat bayi sehingga kurangnya pertukaran udara pada popok yang menjadikan lingkungan pada bokong bayi tertutup. Agar Bunda paham apa yang harus dilakukan, berikut ini  JOHNSON’S berikan tips bagi Bunda mengenai Cara Mengatasi Ruam Popok.

Kebersihan

Jagalah kebersihan area popok seperti bokong, kemaluan dan paha. Segera gantilah popok kotor yang telah terkena air seni maupun tinja. Gantilah sesering mungkin. Bersihkan bagian kulit yang sering tertutup popok secara seksama, terutama saat mengganti popok. Bersihkan hingga kering dan baringkan ia di atas handuk empuk yang nyaman.

Penggunaan Popok

Jangan gunakan popok yang terlalu ketat, karena hal ini dapat menimbulkan gesekan popok dengan pantat bayi. Kemudian jika Bunda pengguna popok kain, pastikan membilasnya hingga 2-3 kali saat mencuci agar terbebas dari sabun yang bisa menyebabkan iritasi. Pilihlah juga popok kain yang terbuat dari bahan katun yang mudah menyerap air, sehingga Anda tahu kapan harus menggantinya. Minimalisirlah penggunaan popok sekali pakai. Pergunakan popok sekali pakai hanya pada saat berpergian atau malam hari. Kulit bayi juga perlu dibiarkan ‘bernapas’. Makin sering kulit bayi terbebas dari popok dan kena udara, risiko ruam popok juga makin berkurang.

Hindari Bedak dan Tisu Basah Berakohol

Hindari penggunaan bedak, karena bedak dapat memicu iritasi kulit. Hindari juga penggunaan sabun atau tisu basah yang mengandung alkohol serta pewangi. Kandungan alkohol dan bahan kimianya dapat memicu iritasi serta memperparah ruam.

Antisipasi dengan Salep Pencegah Ruam

            Oleskan krim atau salep pencegah ruam popok tiap mengganti popok bayi Anda. Obat oles yang umumnya memiliki bahan dasar zinc oxide ini juga berguna mengatasi ruam popok.

Gejala Ruam Popok ditandai dengan pantat bayi Bunda terlihat iritasi dan merah. Kulitnya mungkin terasa sedikit bengkak dan hangat saat Bunda sentuh. Jika bayi Bunda terlanjur mengalami ruam popok pada bokongnya. Maka Bunda dapat mencoba beberapa Tips Mengobati Ruam Popok pada Bayi Ini.

  • Paparkan kulit bayi pada udara, biarkan bayi tanpa popok selama 10-15 menit, agar kulitnya bisa bernapas. Bila setelah itu masih memerlukan popok, pastikan Bunda memberikannya popok baru yang bersih dan kering serta sering-sering lah memeriksa dan menggantinya.
  • Pikirkan apakah Bunda baru saja mengganti makanan bayi atau hal lain di sekitar bayi Bunda yang dapat menyebabkan ruam.
  • Oleskan lapisan tipis minyak yang mengandung oksida zinc atau jel petroleum, atau yang disarankan dokter anak Bunda, untuk mencegah urin mengenai kulit yang iritasi.
  • Bila ruam tidak kunjung membaik setelah 3 hari berpuasa popok, konsultasikan dengan dokter sehingga bisa dicari penyebabnya untuk ditangani lebih lanjut.

Sekarang Bunda dapat lebih tenang merawat si Kecil setelah mengatahui cara mengatasi ruam popok pada bayi. Tetapi bunda harus tetap waspada dan mencari banyak pengetahuan untuk mengenali perbedaan antara ruam popok dan penyakit kulit umum lainnya. Kenali lebih lanjut mengenai penyakit Impetigo, dermatitis seboroik, dan biang keringat. Penyakit kulit umum ini sering disangka ruam popok.

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Google Plus

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *