Saat Puasa Kesehatan Balita Menurun. Ini Solusinya

kesehatan balita
Ibu dan Balita

Bulan puasa sudah tiba. Bagi ibu yang masih memberikan ASI (air susu ibu) untuk sang buah hati pasti was-was. Takutnya ASI tidak diproduksi dalam jumlah yang banyak sehingga balita kekurangan asupan nutrisi. Akibatnya kesehatan si kecil bisa menurun.

Tenang saja karena ada solusinya. Ibu bisa berpuasa tanpa harus mengkhawatirkan kesehatan si kecil.

Sebanarnya boleh juga lho ibu tidak berpuasa. Jika alasannya takut balita kekurangan ASI sehingga kesehatannya terganggu, ibu boleh tidak puasa. Asalkan nanti ibu harus meng qodho atau mengganti puasa.

Repot ya kalau harus qodho puasa selama 30 hari.

Jika kondisi balita sehat dan sepertinya ibu bisa menjalankan puasa, maka sebaiknya ibu tidak usah memilih untuk qodho. Berikut ini hal yang bisa ibu lakukan agar produksi ASI tidak berkurang walaupun ibu menjalankan ibadah puasa.

Memilih Menu Berbuka

Enak sekali ya jika ibu berbuka dengan minuman yang manis. Akan tetapi, tidak ingin kan kesehatan balita menurun? Jika itu tujuannya, hindari minuman yang manis.

Saat azan maghrib dikumandangkan, minumlah satu gelas susu ibu menyusui, bukan minuman yang lain apalagi minuman yang manis sekali.

Segelas susu dibutuhkan agar nutrisi yang ibu butuhkan selama menyusui terpenuhi. Ini menjadi pengganti karena selama sehari ibu belum minum susu.

Selain minum susu, salah satu menu berbuka yang baik untuk ibu menyusui adalah sayur-sayuran. Mungkin ada lauk pauk berupa gorengan. Sayangnya, ibu harus kurangi dulu makan gorengan.

Mengkonsumsi gorengan saat berbuka puasa membuat perut ibu merasa sebah dan kenyang. Padahal, nutrisi yang ibu dapatkan belum mencukupi.

Akan lebih baik jika ibu makan sedikit tapi berupa nasi dan sayuran. Jadi, jangan awali berbuka puasa dengan mengkonsumsi gorengan ya.

Menu Makan Malam

Ibu menyusui harus banyak makan. Karena nutrisi yang dibutuhkan double. Untuk ibu dan juga untuk si kecil.

Karena puasa, ibu sebaiknya makan malam setelah shalat tarawih. Jadi, waktu berbuka ibu makan ringan, hanya segelas susu dan sedikit nasi dan sayur, setelah shalat tarawih ibu makan besar.

Tidak masalah jika ibu makan banyak. Akan lebih baik juga ibu mengkonsumsi beberapa cemilan yang bergizi. Ini diperlukan untuk menutupi kekurangan gizi karena seharian tidak makan.

Jangan lupa juga ibu harus minum buah-buahan ya. Kebanyakan orang terlalu banyak makan nasi saat berbuka. Akibatnya mereka tidak makan buah.

Ingat, ibu harus mengkonsumsi makanan yang bervariasi. Selain karbohidrat, ibu juga harus mendapatkan vitamin dari buah-buahan.

Menu Sahur

Ini yang teramat penting. Menu sahur sangat menentukan bagaimana ibu bisa menjalani puasa sebagai ibu yang sedang menyusui si kecil.

Menu sahur yang baik adalah menu makanan yang komplit. Ada kandungan nutrisi berupa karbohidrat dari nasi, protein dari sayuran dan daging, serta vitamin dari buah-buahan. Dan jangan lupa ibu harus minum susu ibu menyusui.

Satu hal yang harus dilakukan adalah menutup santap sahur dengan mengkonsumsi buah-buahan. Pasalnya buah bisa mengikat semua nutrisi yang sudah ibu konsumsi sehingga bisa bertahan lama di dalam perut.

Jadi, sudah siap untuk puasa walaupun sedang menyusui? Para ahli kesehatan menyarankan ibu memberikan ASI hingga usia balita mencapai 2 tahun. Dan ibu harus berjuang terus memberikan ASI walaupun dalam keadaan puasa. Karena tidak ada minuman yang lebih baik bagi balita selain ASI.

Alternatif terakhir jika ibu merasa kesehatan anak menurun karena ibu puasa sehingga ASI tidak terlalu banyak, ibu bisa memberikan susu balita terbaik. Ini merupakan solusi terbaik untuk kebaikan ibu dan juga si kecil.

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Google Plus

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *