Sebenarnya Kapan Diperbolehkan Bayi Tidur Tengkurap?

kapan bayi bisa duduk
Source: Kidventurous

Banyak yang beranggapan jika posisi bayi tidur tengkurap bisa menenangkan. Padahal sebenarnya untuk usia tertentu, posisi tidur yang semacam ini bisa membahayakannya. Memangnya pada usia berapa bayi boleh ditidurkan dengan posisi tengkurap?

Ketika bayi baru berusia 1-4 bulan, sangat disarankan untuk tidak menidurkan bayi dengan posisi terngkurap. Hal ini dikarenakan resiko sindrom bayi meninggal mendadak atau yang dikenal juga dengan istilah Sudden Infant Death Syndrome (SIDS) masih sangat besar.

Melihat si kecil tidur dengan pulas, tentu saja akan membuat perasaan Bunda menjadi sangat tenang. Apalagi ketika bayi tidur dengan tengkurap umumnya akan terlihat lebih menggemaskan.

Oleh sebab itu, banyak para ibu yang kemudian menidurkan bayinya dengan posisi tengkurap seperti ini. Apalagi di sisi lain, si kecil juga terlihat sangat nyaman dengan posisi tidurnya tersebut.

Tetapi ternyata banyak terjadi kontroversi terkait dengan posisi bayi tidur dengan tengkurap. Untuk itulah mari sama-sama dilihat dampak positif dan negatif bayi yang tidur dengan posisi terngkurap.

Resiko Mengganggu Pernapasan Bayi

Tingginya angka sindrom bayi meninggal mendadak pada saat tidur tengkurap, tentunya harus menjadi perhatian lebih bagi para orang tua. Salah satu teori menyebutkan jika posisi tidur bayi yang tengkurap bisa memberi tekanan pada rahang bayi, sehingga pada akhirnya akan mempersempit saluran pernapasannya.

Teori lain menyebutkan juga bahwa dalam sindrom tersebut bayi akan menghirup kembali udara yang sudah dikeluarkannya sehingga akan membuat kadar oksigen pada tubuh bayi menjadi turun.

Sementara itu kadar karbondioksida akan semakin meningkat sehingga pada akhirnya tubuh bayi akan mengalami kekurangan oksigen dan kondisi inilah yang akhirnya bisa memicu sindrom kematian bayi mendadak tadi.

Meskipun demikian, tidur bayi yang tengkurap bisa tidak berbahaya seiring dengan bertambahnya usianya. Sebab kemampuan si kecil untuk mengendalikan tubuhnya juga akan semakin meningkat.

Bayi usia 5 bulan biasanya sudah mulai untuk menggulingkan tubuhnya ke arah depan maupun belakang. Jadi tidak mustahil jika pada usia ini si kecil akan mengubah sendiri posisi tidurnya menjadi tengkurap.

Posisi Tidur Yang Tepat Untuk Bayi

Resiko sindrom bayi meninggal mendadak karena posisi tidur bayi tengkurap dianggap masih cukup tinggi sampai usia bayi 12 bulan. Oleh sebab itu, disaranakan untuk tetap menidurkan bayinya dalam posisi yang terlentang sampai usia 1 tahun.

Tetapi di sisi lain banyak para orang tua yang merasa khawatir jika bayi tidur terlentang bisa tersedak atau tertelan muntah yang seharusnya dikeluarkannya. Tetapi hal seperti ini hanya sebuah kekhawatiran saja.

Bagaimana dengan bayi tidur dalam posisi miring? Posisi miring juga tidak disarankan lantaran tetap ada resiko bayi akan bergerak selama tidur. Pertanyaannya posisi apa yang cocok untuk bayi?

Pada saat bayi tidur terlentang, ternyata ada kemungkinan bisa menghambat pertumbuhan rambut bagian belakaang kepala sehingga akan tampak botak. Tetapi sebenarnya Anda tidak perlu mengkhawatirkannya, sebab kondisi seperti itu bisa diatasi dengan sesekali mengganti posisi tidurnya.

Dampak Positif Bayi Tidur Dengan Posisi Terungkap

Sebenarnya, bayi tidur posisi tengkurap selain ada negatifnya juga banyak sekali dampak positifnya. Diantaranya adalah sebagai berikut ini:

  1. Melatih Otot Bagian Leher

Hal ini disebabkan pada posisi tidur seperti ini secara tidak langsung bisa menstimulasi bayi dapat mengangkat bagian kepala. Sehingga secara tidak langsung akan dapat melatih otot leher sepaya lebih kuat.

Hanya saja, ada hal lain yang perlu Bunda perhatikan. Posisi tidur seperti ini baru aman setelah bayi berusia 4 bulan ke atas. Jadi untuk bayi di bawah usia 4 bulan akan ada resiko yang cukup besar ketika ditidurkan dengan posisi tengkurap.

  1. Memperkuat Bagain Paru-Paru

Posisi tidur tengkurap seperti ini bisa membantu pembentukan tulang bagian paru-paru si kecil menjadi semakin kuat. Hal ini disebabkan pada posisi ini, bagian paru-paru dari bayi akan berkenaan dengan matras. Dan tulang paru-paru yang kuat bisa membuat fungsi paru-parunya menjadi lebih optimal lagi.

Tips Aman Menidurkan Bayi

Sebenarnya, posisi aman bayi saat tidur itu yang bagaimana? Berikut ini adalah beberapa upaya yang bisa Bunda lakukan saat menidurkan bayi sehingga bisa mencegah sindrom kematian bayi mendadak.

  1. Pastikan kasur bayi tidak terlalu empuk serta memakai sprei yang pas. Ingat juga untuk tidak menidurkan bayi pada tempat tidur air, bantal, kursi, sofa, maupun permukaan empuk lainnya.
  2. Usahakan untuk tidak menaruh bantal ekstra, selimut, boneka, dan juga jangan menggunakan bumper ataupun pelapis pada pinggiran box.
  3. Pakaikan bayi dengan baju yang nyaman serta tidak berlebihan. Selain itu suhu ruangan harus tepat, jangan terlalu hangat dan jangan juga terlalu dingin.
  4. Selain memilih posisi aman bayi saat tidur, berikan juga dot bayi atau empeng setelah usianya satu bulan. Sebab dot bayi seperti ini bisa menurunkan resiko SIDS atau sindrom kematian bayi mendadak. Tetapi jika si kecil menolak jangan dipaksakan.
  5. Bayi dengan gangguan Gastroesophageal Reflux Disease (GERD) atau asam lambung, posisi tengkurap merupakan posisi bayi ketika tidur yang lebih aman. Namun alangkah lebih baiknya untuk mengkonsultasikannya terlebih dahulu dengan dokter anak Anda.

Pada dasarnya, menidurkan bayi dalam posisi dan juga kondisi yang aman sangatlah penting untuk dilakukan. Namun selain memperhatikan posisi aman bayi ketika tidur, perhatikan juga lingkungan yang ada di sekitar boks bayi.

Sebaiknya singkirkan aksesoris ataupun benda yang kemungkinan bisa membahayakan si kecil. Dan sebenarnya bayi tidur tengkurap ini aman untuk bayi dengan catatan bayi sudah berusia 4 bulan ke atas.

 

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Google Plus

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *