Seharusnya Setiap Orang Tua Tahu Bagaimana Cara Mencari Bakat Anak

cara melatih anak bicara
Source: domain.me

Ibu akan tahu betapa pentingnya mencari bakat anak sejak dini hanya dengan mengingat sosok anak bernama Joey Alexander. Bagaimana Joey di usia yang masih relatif kecil sudah mendapatkan apresiasi yang luar biasa di dunia internasional. Ia dianggap sebagai salah satu anak berbakat dalam memainkan piano. Hingga akhirnya ia dinominasikan meraih penghargaan Grammy Awards.

Tentu bukan hanya Joey saja. Ada banyak anak berbakat lainnya. Contohnya saja Lionel Messi. Mungkin ibu tahu pesepak bola ini tidak lagi anak-anak lagi. Namun, tahukah ibu bakat Messi tersebut sudah diketahui oleh orang tuanya saat ia masih sangat kecil? Dan karena itu pula orang tuanya akhirnya terus membantu Messi mengembangkan bakat sepak bolanya tersebut. Hingga akhirnya Messi tumbuh menjadi pesepakbola berbakat di dunia.

Jadi, seberapa penting ibu harus tahu cara mencari bakat alami anak? Silakan jawab sendiri.

Terlepas dari itu semua, banyak orang tua yang bertanya sejak usia berapa bakat anak itu mulai terlihat atau harus mulai dicari? Apa yang harus mereka lakukan? Dan masih banyak lagi pertanyaan terkait dengan penggalian bakat anak.

Kapan Bakat Anak Muncul

Sebenarnya, ada yang berbeda antara anak satu dengan yang lain. Ada anak yang secara alami memunculkan bakat sendiri. Namun, ada juga anak yang butuh stimulus sehingga bakat alamiahnya bisa muncul.

Lalu, anak ibu termasuk yang mana? Apakah termasuk anak yang harus dicari bakatnya atau bakat tersebut muncul sendiri?

Sebagai orang tua, tentu ibu tidak harus menunggu saja sehingga bakat tersebut muncul dengan sendirinya. Ada baiknya ibu juga memberikan stimulus agar bakat anak dimunculkan.

Bagaimana caranya? Ada banyak tahap yang bisa ibu lakukan. Namun, yang paling banyak ditanyakan oleh para orang tua adalah kapan seharusnya pencarian bakat anak tersebut harus dimulai? Ini banyak sekali jawaban yang berbeda. Ada yang bilang bakat atau talenta anak itu sudah mulai bisa digali ketika usianya baru 2 tahun. Namun, lebih banyak yang mengatakan bakat sebaiknya diasah di usia di atas 5 tahun, yaitu ketika usia anak sekolah.

Sebaiknya ibu konsultasikan dengan psikolog anak. Kunjungi saja www.ibudanbalita.com dan manfaatkan fasilitas konsultasi dengan pakar secara online.

Yang jelas, bakat itu harus dimunculkan. Dan ada banyak cara yang harus ibu lakukan.

Langkah Memunculkan Bakat Anak

Sebelum masuk ke pokok pembahasan, yaitu mengenai langkah untuk memunculkan bakat, ada satu hal yang harus diluruskan. Banyak yang menganggap bakat itu sesuatu yang disukai oleh anak. Jika anak suka terhadap sesuatu seperti suka berenang dan ingin sekali setiap waktu berenang, mereka menganggap renang adalah bakat anak.

Benarkah demikian? Ada benarnya ada juga yang salahnya. Benar karena memang bakat itu sesuatu yang anak suka dan kuasai. Namun, ada juga salahnya. Pasalnya, ada juga lho anak yang ternyata bosan dengan apa yang sering ia lakukan?

Jadi, bakat itu tidak hanya apa yang ia sukai tapi juga apa yang tidak bosan-bosannya ia lakukan.

Maka dari itu, ada beberapa langkah yang harus ibu lakukan untuk mencari bakat anak.

  1. Berikan Stimulus

Jika anak masih balita, berikan stimulus yang berbeda. Contohnya, ibu bisa memberikan alat menggambar, alat memasak, dan permainan lainnya. Lihat responnya. Permainan yang paling ia sering lakukan bisa saja di sanalah bakat sang buah hati.

  1. Temukan yang Ia Sukai

Dari beberapa stimulus tersebut, bisa saja anak menyukali lebih dari satu permainan yang ibu berikan. Hal itu sangat mungkin terjadi.

  1. Perhatikan Intensitasnya

Setelah ibu menebak kira-kira bakat anak itu pada bidang apa saja, sekarang ibu lihat seberapa sering anak memainkan setiap permainan tersebut. Permainan yang paling lama ia mainkan bisa saja menunjukkan di sana lah bakat anak.

  1. Tingkat Kebosanan

Belum tentu lho bu anak suka dengan permainan tertentu dan akan selalu suka memainkankan permainan tersebut. Adakalanya juga anak mengalami kebosanan.

Jika ibu sudah yakin bakat anak pada satu bidang, coba terus memberikan stimulus pada bidang tersebut. Jika ternyata anak sama sekali tidak bosan, itulah bakat anak.

Itulah langkah yang bisa ibu lakukan dalam melakukan pemetaan bakat atau potensi anak.

Sebenarnya, akan lebih baik lagi jika pemetaan tersebut dilakukan oleh pakar psikologi anak. Hanya saja, sekalipun ibu menyerahkan urusan bakat anak pada psikolog anak, tetap saja peran ibu sangat penting. Hal ini disebabkan lebih banyak waktu yang dihabiskan oleh anak dengan ibu di rumah. Jadi, ibu bisa lebih obyektif menilai bakat anak itu di bidang apa.

Apakah ada metode lain dalam memetakan potensi anak? Tentu saja ada. Ada metode pemetaan bakat anak dengan melihat sidit jari anak. Ada yang menggunakan tes tertentu.

Mana yang paling bagus? Semuanya bagus. Bahkan, sangat disarankan ibu menerapkan metode yang berbeda agar hasil yang didapatkan benar-benar valid. Jadi, hasil dari satu metode pemetaan bakat anak bisa dikonfirmasi dengan hasil dari metode lainnya. Jika hasilnya sama atau setidaknya hampir sama, besar kemungkinan di sana lah bakat sang buah hati.

Seharusnya, setelah tahu bakat anak, ibu tidak perlu bingung lagi mencari sekolah. Ibu tinggai fokus mengasah bakat yang anak miliki. Sementara itu, sekolah merupakan tempat di mana ia bersosialisasi dengan anak-anak lain saja. Tidak perlu ibu memaksa anak hebat di berbagai bidang atau mata pelajaran di sekolah. Cukup hebat di bidang yang menjadi bakat anak.

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Google Plus

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *