Selain Lapar Inilah Penyebab Bayi Menangis Terlalu Lama

umur berapa bayi tumbuh gigi
solusisehatku.com

Bayi menangis pastinya bukan tanpa sebab. Maka dari itu jangan sampai Anda mengabaikannya dan bahkan terkesan ini merupakan hal yang biasa. Apalagi jika si kecil sedang lapar, sudah pasti tangisannya akan semakin keras.

Tetapi tangisan tersebut bukan melulu lantaran si kecil merasa lapar saja. Jauh dari itu semua, sebenarnya banyak faktor yang bisa menjadi penyebab kenapa si kecil tiba-tiba menangis.

Pada dasarnya tangisan bayi ini merupakan cara bayi untuk menunjukkan bawa dirinya sedang membutuhkan sesuatu. Bagi Anda yang sudah terbiasa mengurus bayi tentunya kondisi seperti ini merupakan hal yang sangat lumrah.

Namun berbeda bagi para orang tua baru. Banyak yang merasa khawatir bahkan sampai kebingungan ketika menghadapai situasi semacam ini. Namun terlepas dari semua itu, ada hal penting yang harus dipahamami oleh para orang tua.

Memangnya apa? Yaitu terkait dengan apa yang menjadi penyebabnya dan jika bayi terlalu lama menangis bahaya ataukah tidak?

Penyebab Umum Bayi Nangis Selain Lapar

Umumnya tangisan pada bayi diidentikkan dengan rasa lapar, padahal sebenarnya ada hal lain yang bisa menjadi faktor penyebabnya. Memangnya apa itu?

  1. Perlu Bersendawa

Jika tangisan itu terjadi pada saat atau setelah Bunda menyusui si kecil, ini ada kemungkinan bayi butuh bersendawa. Bunda bisa menggendongnya dengan cara menempelkannya ke bahu dengan posisi bayi berdiri. Kemudian tepuk ataupun gosok punggungnya untuk membantunya bersendawa.

  1. Lelah

Tidak hanya bisa terjadi kepada orang dewasa, bayi pun ternyata bisa mengalami kelelahan. Umumnya jika ini terjadi si kecil akan menangis dan jadi rewel.

  1. Kepanasan atau Kedinginan

Jika sampai badan si kecil mengalami keringat berlebih sampai pakainnya basah, Bunda perlu untuk segera memindahkannya ke tempat yang lebih sejuk dan lega serta jangan lupa untuk mengganti pakaiannya terlebih dahulu.

Selain itu bayi nangis bila udara terlalu dingin dan melewati kulitnya. Jika kondisi seperti ini, yang perlu Bunda lakukan adalah memberikan kehangatan dan juga selimut.

  1. Sakit

Sadari setiap perubahan yang terjadi pada si kecil. Jika si kecil tidak enak badan maupun sakit, si kecil akan cenderung sering memangis dan juga rewel. Hal pertama yang perlu Bunda lakukan adalah cek terlebih dahulu suhu tubuh si kecil dengan termometer atau bisa dengan cara menempelkan tangan Bunda ke tubuhnya untuk mengecek demam atau tidak.

Selain itu, perhatikan juga hidungnya untuk melihat kemungkinan si kecil terkena flu maupun hidung tersumbat. Jika demam dan tangisannya tidak berhenti-henti, segeralah untuk membawanya ke dokter.

  1. Minta Ditemani

Umumnya bayi membutuhkan seseorang di dekatnya. Ketika bayi merasa kesepian, ia akan menangis supaya mendapatkan perhatian. Begitupun juga pada saat mainannya terlepas dari genggamannya, ia juga akan menangis untuk meminta bantuan.

  1. Popok Basah

Popok basah yang sisebabkan pipis maupun buang air besar akan menyebabkan ketidaknyamanan pada bayi. Maka dari itu umumnya bayi suka nangis terus menerus sampai popoknya dibersihkan dan diganti.

Ingat, jangan sampai Bunda terlalu lama membiarkan bayi dengan popok basah. Hal ini bisa menyebabkan ruam popok, yakni radang/infeksi di sekitar area popok seperti halnya paha dan pantat bayi.

Oleh sebab itu, rutinlah mengganti popok bayi. Apakah itu jenis popok bayi sekali pakai maupun popok kain yang bisa dicuci dan dipakai kembali.

Akibat Buruk Membiarkan Bayi Menangis Terlalu Lama

Tanpa Anda sadari, ternyata bayi sering menangis bisa memberikan dampak negatif terhadap bayi itu sendiri. Apalagi jika menangis terlalu lama. Pertanyaannya adalah memangnya apa dampak negatif bayi yang menangis terlalu lama?

  1. Merusak Perkembangan Otak

Banyak pakar kesehatan anak yang mengatakan jika anak yang dibiarkan menangis dalam jangka waktu lama bisa beresiko mengalamai kerusakan otak dalam perkembangannya sampai dengan 15% yang bisa mengurangi kapasitasnya untuk belajar.

Maka dari itu kenapa mengetahui informasi seperti ini menjadi sangat penting bagi orang tua. Sebab banyak para orang tua yang terkesan membiarkan si kecil menangis dalam jangka waktu lama jika sudah lelah menenangkannya.

  1. Bisa Merusak Mental Anak dan Hubungan Jangka Panjang

Ternyata bayi suka menangis terlalu lama bisa membuatnya tertekan dan hal tersebut akan menyebabkan hormon kortisol dilepas secara berlebihan dan akan menjadi pembunuh neuron.

Pembiaran seperti ini akan merusak jiwa serta kemampuan anak untuk berelasi dengan orang-orang yang ada di sekitarnya dalam jangka panjang. Kondisi seperti ini bisa membuatnya menjadi tidak sehat, lebih mudah cemas, tidak kooperatif terhadap orang yang ada di sekitarnya, dan anak menjadi kurang cerdas.

  1. Ketidakstabilan Hormon serta Bahan Kimia dalam Otak

Menurut Dr. Allan Schore dari UCLA School of Medicine, si kecil yang sering dibiarkan sendiri dalam suasana tertekan (menangis) seperti ini akan mengalami pertumbuhan hormon Kortisol (stress related hormone) yang abnormal.

Sehingga pada akhirnya bisa memusnahkan hubungan antar saraf di bagian otak si kecil yang saat ini sedang berkembang dengan begitu pesat. Parahnya jika kondisi seperti ini terus berlanjut bisa berpotensi meningkatkan 10 kali lipat si kecil menjadi anak ADHD (Attention Deficit and Hyper Activity Disorder).

  1. Mundurnya Perkembangan Emosi dan Kecerdasan Sosial

Hasil penelitian yang dilakukan Dr. Rao dari National Institutes of Health USA menyebutkan jika anak menangis yang dibiarkan dalam jangka waktu lama pada tiga bulan pertama hidupnya, akan mengalami tahap IQ rendah menjelang usia lima tahun berbanding dengan anak-anak lainnya.

Selain itu umumnya si kecil juga akan menunjukkan kelambanan perkembangan dari fungsi otaknya. Dan tentunya kondisi seperti ini akan sangat tidak baik bagi tumbuh kembang si kecil.

Oleh sebab itu, jangan sampai Anda membiarkan anak menangis dalam jangka waktu lama. Sebisa mungkin dicari faktor penyebabnya supaya tangisan anak bisa segera berhenti. Sebab di atas sudah sangat jelas dipaparkan begitu bahayanya anak menangis dalam jangka waktu yang lama.

 

 

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Google Plus

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *