Si Kecil Belajar Jalan Tapi Sering Jinjit

belajar jalan
Ibu dan Balita

Belajar jalan merupakan tanda bahwa balita ibu mengalami masa perkembangan yang baik. Banyak sekali ibu yang gelisah kenapa balita mereka tidak terlihat adanya tanda-tanda mulai belajar untuk berjalan. Mereka pun mencari tahu penyebab kenapa balita mereka seolah-olah memiliki keterlambatan dalam belajar berjalan.

Akan tetapi, bagi ibu yang sudah mendapati sang buah hatinya sudah mulai belajar untuk berjalan, bukan berarti tidak ada masalah yang perlu diperhatikan. Ada kalanya si kecil lebih sering berjalan dengan jinjit. Tentu saja cara tersebut akan mempersulit si kecil untuk berjalan, bukan? Proses belajar jalan pun lambat karena ia sering jinjit sehingga jalannya tidak lancar.

Jika balita ibu sering jinjit saat berjalan, ibu perlu tahu bagaimana menghentikan hal tersebut. Namun, akan lebih baik jika ibu juga mengetahui normalkah si kecil berjalan dengan cara jinjit atau adakah hal yang perlu ibu khawatirkan. Berikut ulasan selengkapnya.

Kenapa Si Kecil Suka Berjalan Jinjit

Memang tidak semua anak mulai belajar jalan dengan jinjit. Banyak juga balita yang berjalan dengan menapakkan telapak kakinya ke lantai, tidak hanya ujung jari kaki sehingga terlihat jinjit.

Hanya saja, jika balita ibu jinjit ketika berjalan, sebenarnya tidak ada hal yang perlu ibu khawatirkan. Jalan jinjit yang dilakukan oleh sang buat hati ibu merupakan hal yang normal. Hal tersebut biasanya dilakukan si kecil hingga usianya mencapai 30 bulan. Untuk itu, ibu tidak perlu merasa takut jangan-jangan ada yang salah dengan perkembangan sang buah hati.

Hanya saja, jika usianya sudah mencapai lebih dari 30 bulan dan si kecil sudah lama belajar jalan namun masih saja jinjit, ibu perlu melakukan beberapa hal. Lebih dari itu, jika ibu melihat kaki si kecil jinjit walaupun tidak sedang berjalan, kemungkinan ada masalah dengan tendo achiles. Ini merupakan penghubung tumit dengan otot betis. Pemendekan pada tendo achiles bisa menyebab kaki si kecil jinjit walaupun tidak sedang berjalan. Untuk kasus ini, sebaiknya ibu segera konsultasi dengan dokter anak.

Namun, jika si kecil hanya jinjit ketika belajar berjalan, ibu perlu mengajarkan agar si kecil tidak melakukan kebiasaan tersebut secara terus menerus.

Menghentikan Kebiasaan Si Kecil Jalan Jinjit

Dalam hal ini, peran ibu sebagai orang tua sangatlah penting. Agar si kecil melupakan kebiasaannya berjalan jinjit, ibu bisa mengajak si kecil untuk bermain di mana permainan tersebut membuatnya berjalan menggunakan telapak kaki. Jika balita ibu sudah cukup kokoh dalam berjalan, ibu bisa ajarkan bagaimana melompat seperti kelinci. Dalam hal ini, sesuaikan dengan usia dan kemampuannya dalam berjalan.

Selain itu, saat si kecil belajar berjalan, ibu bisa membelikan sepatu atau sandal. Dengan menggunakan alas kaki, maka si kecil akan susah untuk jinjit. Ia akan menapakkan telapak kakinya sehingga ia akan lupa kebiasaan jinjit saat berjalan.

Tentunya ibu bisa melakukan improvisasi terhadap tips tersebut di atas. Ibu bisa menggunakan cara lain agar si kecil bisa berjalan menapakkan telapak kakinya.

Terlepas dari itu semua, ibu juga perlu memperhatikan nutrisi yang ibu berikan kepada si kecil. Hal ini dikarenakan semua perkembangan sang buah hati itu juga sangat dipengaruhi oleh nutrisi yang ibu berikan melalui makanan dan minuman. Awalnya makanan sehat yang bernutrisi tinggi itu diperlukan agar bayi sehat. Namun, lebih dari itu, makanan yang sehat juga akan membuat tumbuh kembang sang buah hati lebih optimal.

Jadi, ibu tidak perlu larut ke dalam kekhawatiran jika si kecil sering berjalan jinjit. Yang perlu ibu lakukan hanya mengajari si kecil agar tidak jinjit ketika ia belajar jalan.

 

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Google Plus

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *