Siapkah si kecil konsumsi makanan pendamping ASI usia 6 bulan? Cek disini!

makanan pendamping ASI usia 6 bulan
www.awalsehat.nestle.co.id

Orang tua mana dengan kasih sayang melimpah yang tidak senang melihat perkembangan bayi berjalan dengan lancar. Cukup melihat kondisi bayi terus dalam keadaan baik merupakan kebahagiaan bagi orang tua, sebagai tanda kesuksesan ‘petualangan’ merawat anak.

Jika anda memilih artikel ini berdasarkan judul di atas, artinya sudah tiba saat memperkenalkan makanan pendamping ASI usia 6 bulan pada malaikat kecil kesayangan bunda dan ayah.

Mungkin beberapa dari anda masih bertanya tanya apa yang dimaksud dengan makanan pendamping ASI usia 6 bulan? Tenang saja, di artikel ini akan dijelaskan satu persatu. Perlahan tapi pasti.

Kala bayi berumur lebih muda dari 6 bulan, sebenarnya sangat tidak disarankan secara medis untuk memberi makanan padat atau minuman dalam bentuk apapun kecuali Air susu ibu.

Mengapa ? masa masa dibawah 6 bulan, bayi masih beradaptapsi dengan dunia luar setelah kurang lebih 9 bulan menghabiskan waktu di dalam rahim ibu selama masa kandungan.

Sehingga, tidak hanya suasana, namun juga makanan yang dikonsumsi masih membutuhkan perkenalan lebih lanjut pada sistem tubuh bayi.

Karena hal itulah, bayi sebetulnya rentan sekali dengan alergi makanan, terutama apabila orang tua, baik dari pihak ayah atau ibu, memiliki daftar alergi terhadap bahan bahan tertentu.

Meski bayi telah menginjak usia 6 bulan sekalipun, bukan berarti bayi telah ‘cukup tua’ untuk langsung melahap makanan padat layak orang dewasa di sekitarnya. Secara kesiapan, ya memang tubuh bayi di usia 6 bulan lebih kuat. Namun, jangan lupa, adaptapsi sangat penting untuk perkembangan bayi.

Di sinilah peran makanan pendamping ASI usia 6 bulan masuk menjadi bagian perkembangan anak. Berbeda dengan makanan padat, makanan pendamping ASI lebih mudah dicerna karena tekstur yang empuk.

Istilah mudahnya, tubuh apalagi pencernaan bayi tidak semerta merta ‘kaget’ menerima jenis makanan baru. Ada banyak produk makanan pendamping asi di pasaran jadi anda tidak perlu bingung.

Jika anda tidak yakin, kapan bayi benar benar siap untuk melangkah lebih lanjut, meninggalkan air susu ibu dan memilih makanan pendamping air susu ibu, maka orang tua bisa melakukan eksperimen atau hal – hal yang bisa mendorong bayi memilih makanan berbeda.

Seperti apa yang dimaksud eksperimen atau dorongan?

Tenang saja, disini tidak akan meminta anda melakukan eksperimen dengan bahan kimia atau membawa bayi ke dokter untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Melainkan, eksperimen yang dimaksud cukup mudah. Ketika makan bersama seperti makan malam atau pagi, dudukkan bayi diatas kursi khusus bayi.

Kencangkan sabuk pengaman bayi, pastikan bayi benar benar nyaman karena sebisa mungkin anda tidak menyentuh bayi selama proses ini. Letakkan peralatan makan di dekat bayi, kemudian anda bersama anggota keluarga lain cukup makan bersama seperti biasa.

Usia 6 bulan adalah masa masa ‘tiru meniru’. Bayi akan secara aktif meniru apa yang dilihat olehnya, terlepas paham atau tidak kegiatan yang ia tiru.

Kala bayi melihat anggota keluarga yang ia percaya melakukan aktivitas makan bersama, secara tidak langsung bayi akan mencoba meniru dan mulai makan apabila dirinya memang merasa siap.

Apabila di eksperimen pertama bayi hanya diam melihat anggota keluarga makan, tenang saja, tidak perlu buru – buru. Arti dari diam adalah bayi sedang menonton dan mengolah dalam pikirannya aktivitas apa yang sedang dilakukan dan jika ia harus meniru maka bagaimana cara menirunya.

Skenario kedua yang mungkin saja terjadi selama eksperimen ini adalah bayi kerap memutahkan kembali makanan pendamping yang ia makan.

Sebagai orang tua, anda tidak perlu merasa kesal atau cemas dengan penolakan bayi. Ketika bayi terus memuntahkan makanan maka itu adalah tanda keras bahwa bayi tidak mampu menelan makanan tersebut.

Cobalah memperhalus makanan pendamping ASI yang anda pilih sebelum menyuapkan kembali ke dalam mulut bayi.

Jika eksperimen berjalan dengan lancar, dalam artian bayi mau makan bersama, dan tidak memuntahkan makanan yang ia konsumsi, ini saatnya anda menjadikan hal ini rutinitas.

Usahakan terus mengajak bayi berada di meja makan bersama orang tua setiap kali makan pagi atau malam. Bayi senang melihat ada orang di sekeliling dirinya ketika bayi melakukan sesuatu, termasuk makan, hal ini membuat bayi merasa ia berada dalam bagian keluarga atau orang dewasa lain.

Meski di awal dikatakan anda makan saja seperti biasa, bukan berarti anda harus meninggalkan bayi semaunya makan ketika eksperimen sukses.

Tetap pantau bayi dengan ekor mata anda dan berkomunikasi seperti biasa. Meski telah dibuat sehalus dan seenak apapun, tidak menutup kemungkinan bayi tersedak sehingga merasa sesak.

Jika sampai hal tersebut (tersedak hingga sesak nafas) segera atasi dengan menepuk nepuk punggung bayi. Walau bayi membuat meja makan berantakan sekalipun, sebisa mungkin hindari menyuapi bayi ketika duduk di atas kursi goyang.

Menyuapi di kursi goyang bisa membuat bayi tersedak dan tidak terlihat kapan tersedaknya sebelum terlambat.

Nah, apakah anda sudah mendapat gambaran bagaimana cara mengetahui kesiapan bayi berusia 6 bulan untuk mengkonsumsi makanan pendamping air susu ibu? Kunci dari perawatan bayi adalah kesabaran dan kasing sayang mendalam.

Tidak perlu buru buru, bayi akan melangkah ke tahap berikutnya ketika bayi memang merasa sudah siap. Semoga artikel ini bisa membantu anda. Selamat mencoba!

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Google Plus

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *