Stres Bisa Menghambat Tumbuh Kembang Bayi

stres hambat tumbuh kembang bayi
www.ibudanbalita.com

Mungkin ibu merasa sudah memberikan yang terbaik untuk tumbuh kembang bayi. Sudah sudah menerapkan program pemberikan ASI eksklusif. Ibu juga sudah memberikan perawatan, mulai dari perawatan rambut, perawatan kulit, dan lain sebagainya. Ternyata, hal tersebut tidaklah cukup.

Banyak ibu yang tidak menyadari pentingnya menjaga mental atau psikis bayi. Ternyata, bayi juga bisa mengalami stres lho. Jadi, stres tidak hanya dialami oleh orang dewasa saja. Bayi pun bisa mengalami hal ini.

Tanda-Tanda Bayi Stres

Di situs Ibu Dan Balita, sebenarnya topik tentang bayi yang stres ini sudah dibahas secara jelas. Setidaknya, ada beberapa hal yang harus ibu ketahui mengenai hal ini, terutama tentang tanda-tanda stres.

Hal paling awal yang akan dilakukan oleh bayi yang stres adalah menangis. Sayangnya, banyak orang tua yang tidak bisa membedakan antara menangis karena stres dengan menangis karena hal lain seperti sedang lapar, merasakan sakit pada bagian tubuh tertentu, dan lain sebagainya.

Biasanya, bayi yang stres tiba-tiba menangis. Ini merupakan efek dari rasa tidak nyaman yang sudah lama ia pendam. Jadi, jika bayi ibu sudah diberi ASI dan tidak ada masalah dengan kesehatan tubuhnya tapi menangis, kemungkinan besar bayi ibu mengalami stres. Dan ini harus segera ditangani mengingat psikis sangat berpengaruh terhadap perkembangan bayi.

Selain itu, bayi yang stres juga biasanya melakukan gerakan yang tidak wajar. Ini merupakan cara komunikasi yang dilakukan oleh bayi selain menangis. Bayi yang mengalami stres bisa saja menghentakkan kaki atau tangannya dengan keras. Ini sebagai tanda yang dikirimkan kepada ibu bawasannya bayi ibu merasakan hal yang tidak nyaman.

Bayi yang stres juga terkadang ditandai dengan susah tidur. Atau, ia sering bangun di malam hari dan biasanya ia bangun dan rewel atau menangis. Ini juga menjadi cara bayi mengungkapkan ketidaknyamanan yang ia rasakan.

Jangan sampai stres yang dialami bisa berakibat buruk terhadap tumbuh kembang sang buah hati. Pasalnya, ada beberapa bayi yang stres berat sehingga ia mengalami perubahan fisik yang cukup signifikan. Bayi menjadi susah sekali minum ASI atau menolak makan jika ibu sudah memberikan menu makanan. Akibatnya, tubuhnya kecil dan berat badannya di bawah angka normal. Bahkan, ada juga yang mengalami alergi pada kulit. Hal ini mungkin karena kekurangan nutrisi akibat tidak mau makan.

Jadi, jika ibu ingin sekali memastikan tumbuh kembang si kecil baik, itu artinya ibu harus waspadai stres. Mungkin ibu tahu jika anak mengalami masalah kesehatan yang bisa diketahui secara fisik seperti demam, pilek, dan lain sebagainya. Kini, ibu harus tahu kapan bayi ibu mengalami stres. Akan lebih baik lagi jika ibu tahu juga kenapa bayi mengalami stres.

Bagaimana Bayi Bisa Mengalami Stres?

Ibu sekarang sudah tahu jika bayi juga bisa mengalami stres, bukan? Mungkin ibu juga bertanya-tanya mengapa bayi bisa stres. Jawabannya ternyata bermacam-macam.

Ada bayi yang stres karena kebutuhan dasarnya tidak terpenuhi. Apa itu kebutuhan dasar? Setidaknya ada dua kebutuhan dasar yang dibutuhkan oleh bayi. Yang pertama adalah kebutuhan berupa nutrisi. Jika ibu memberikan ASI eksklusif, ibu harus pastikan kuantitasi ASI memenuhi kebutuhan sang buah hati. Yang tak kalah penting lagi adalah kualitas. Bayi yang kekurangan asupan ASI padahal ia hanya mendapatkan ASI saja bisa mengalami stres. Sementara itu, kebutuhan dasar yang kedua bersifat psikis. Walaupun bayi ibu belum bisa diajak berkomunikasi, usahakan agar ibu tidak berlaku cuek. Bayi merasakan jika ia tidak mendapatkan perhatian dari orang tua lho.

Selain stres karena kebutuhan dasar yang tidak terpenuhi, stres juga bisa disebabkan karena lingkungan. Apakah ibu membuatkan kamar yang ventilasinya baik? Usahakan sirkulasi udara di kamar sang buah hati bagus karena inilah yang menunjang kenyaman sang buah hati. Jika ibu tinggal di daerah yang panas, ibu bisa saja memasang air conditioner. Akan tetapi, tidak disarankan ketika ibu terlalu sering menggunakan AC tersebut. Ini kurang baik untuk kesehatan si kecil, terutama kesehatan kulit.

Hal yang paling sering membuat bayi stres adalah pergantian pengasuh. Jika ibu bekerja atau memang ibu membutuhkan pengasuh bayi, sebaiknya ibu buat pengasuh senyaman mungkin sehingga ia betah untuk mengurus sang buah hati. Ketika terlalu sering berganti pengasuh, maka bayi merasa tidak nyaman dan akhirnya stres.

Pertengkaran antara ibu dan suami juga berpengaruh terhadap perkembangan si kecil. Ibu harus tahu daya rekam otak bayi itu sangat baik. Jika ia sering melihat orang tuanya bertengkar, ia akan menangis karena stres. Bahkan, jika ia melihat kekerasan, entah itu kekerasan verbal maupun kekerasan fisik, jelas itu tidak bagus untuk perkembangan bayi.

Mengenai perkembangan sang buah hati lainnya bisa ibu dapatkan di www.ibudanbalita.com. Di sana, banyak sekali artikel ilmiah tentang tumbuh kembang bayi dan balita. Ilmu tentang parenting akan ibu dapatkan di situs tersebut.

Jika ibu tidak puas dengan artikel yang ada situs tersebut, ibu bisa masuk ke bagian konsultasi. Ibu bisa melakukan konsultasi secara online dengan pakar perkembangan anak. Ibu tinggalkan daftarkan diri ibu dan ibu bisa langsung bertanya dengan pakarnya.

Setiap orang tua tidak boleh asal-asalan dalam mengasuh bayi. Diperlukan ilmu pengetahuan yang tepat agar ibu selaku orang tua bisa memastikan tumbuh kembang bayi lebih optimal.

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Google Plus

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *