Stres Saat Hamil Pengaruhi Saraf Janin

OBAT KESUBURAN KEHAMILAN EKTOPIK
www.friso.co.id

Jika ibu sangat menginginkan memiliki anak yang cerdas, tentu ibu akan berusaha sekuat tenaga untuk mengatasi stres saat hamil. Kenapa? Ternyata stress yang dialami oleh seorang ibu hamil akan berpengaruh pada perkembangan saraf janin. Jika hal ini terjadi, otak janin tidak berkembang optimal. Ketika anak lahir, ia mungkin memiliki masalah dengan perkembangan otaknya.

Ibu bisa saja meragukan hal tersebut dan bertanya bagaimblogger.com

ana hal tersebut mungkin terjadi? Tentu saja perkembangan otak janin tidak hanya disebabkan oleh stres saat mengandung. Ada faktor lainnya yang tak kalah berpengaruh seperti contoh nutrisi yang ibu dapatkan dari makanan dan minuman yang ibu konsumsi setiap hari. Namun, jika ibu merasa sudah memberikan nutrisi ibu hamil yang dibutuhkan, ibu tidak lantas boleh bersantai karena sudah memastikan perkembangan otak janin baik.

Bagaimana Stres Pengaruhi Otak Janin?

Memang belum ada penelitian yang mendalam dan pasti perihal pengaruh stres ibu hamil terhadap perkembangan otak bayi yang ada di dalam kandungan. Hanya saja, secara secara logika, hal ini bukan tidak mungkin terjadi.

Ketika ibu hamil mengalami stres, maka pasokan oksigen di dalam tubuh berkurang. Begitu juga dengan pasokan oksigen untuk janin. Lalu, bagaimana janin bisa berkembang dengan baik jika pasokan oksigen kurang? Dan tentunya hal ini berpengaruh juga terhadap perkembangan saraf janin.

Selain itu, stres juga menjadi salah satu penyebab nutrisi yang didapatkan dari makanan tidak bisa diserap dengan baik. Nutrisi tidak diedarkan ke organ tubuh yang membutuhkan. Dan ini akan berakibat fatal jika terjadi dalam kurun waktu yang lama.

Dari penjelasan singkat tersebut, setidaknya ibu sudah mengerti bagaimana ibu hamil yang stres bisa sangat membahayakan perkembangan janin, terutama perkembangan sarafnya. Lalu, pertanyaan selanjutnya adalah bagaimana mengatasi stres?

Babymoon Salah Satu Solusinya

Tentu tidak sedikit solusi yang bisa ibu lakukan untuk mengatasi stres. Bahkan, antisipasi secara dini harus dilakukan agar selama masa kehamilan ibu tidak mengalami stres.

Kebanyakan stres dialami oleh ibu hamil ketika usia kehamilan sudah mencapai trimester kedua dan ketiga. Selain penat, perut yang semakin membesar membuat seorang ibu hamil merasa lelah. Apalagi jika masa kehamilan sudah tinggal menunggu hari. Rasa khawatir muncul sehingga seorang ibu hamil mudah sekali mengalami stres.

Hal-hal semacam itu harus diantisipasi dengan cara membuat jadwal kegiatan setiap hari. Pastikan ibu memiliki waktu yang cukup untuk istirahat. Tidur yang berkualitas menjadi cara yang tepat untuk mengantisipasi stres ibu hamil.

Akan tetapi, bagaimana jika ibu sudah merasa stres? Apa yang harus ibu lakukan? Saran dari pakar kesehatan ibu hamil adalah melakukan babymoon. Bukan honeymoon atau babymoon. Ini seperti rekreasi atau perjalanan wisata yang dilakukan ketika masa kehamilan sudah mencapai usia trimester kedua. Karena pada usia ini, rahim sudah kuat dan janin sudah berkembang sehingga tidak masalah jika ibu hamil berwisata. Berbeda ketika masa kehamilan masih muda. Rahim belum kuat sehingga goncangan sedikit saja bisa mengakibatkan keguguran.

Melakukan babymoon diharapkan bisa meredakan stress. Setelah sekitar 3 bulan aktivitas ibu dibatasi, maka kini saatnya ibu berwisata untuk melepas penat. Tentu hal ini sangat wajar dilakukan. Dan ibu tidak perlu khawatir karena janin di dalam kandungan tidak akan terganggu.

Jadi, kemanakah ibu akan melakukan babymoon? Diskusikan dengan suami ibu kemana tempat wisata menyenangkan yang bisa meredakan stres saat hamil.

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Google Plus

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *