Sudahkah Tahap Tumbuh Kembang Balita Sesuai dengan WHO?

Tumbuh Kembang Balita
Friso Indonesia

Tumbuh kembang balita harus diperhatikan. Hal ini dikarenakan perkembangannya menentukan masa depannya nanti. Jika ibu menerapkan cara asuh yang salah sehingga tumbuh kembangnya terganggu, maka pada saat dewasa nanti juga perkembangannya akan terganggu. Tentu ibu tidak ingin hal tersebut terjadi pada sang buah hati, bukan?

Apalagi saat tumbuh kembang balita usia 3 tahun ke atas. Sebagai orang tua, ibu harus benar-benar ekstra memberikan perhatian. Hal ini disebabkan pada masa itulah masa keemasan anak di mana ia mudah sekali belajar hal yang baru. Tentu ibu tidak ingin pada masa emas tersebut anak ibu belajar hal-hal yang jelek, bukan?

Agar ibu memahami betul seluk beluk seputar tumbuh kembang balita, ibu harus tahu hal-hal yang sudah ditentukan oleh WHO (World Health Organization) terkait dengan perkembangan balita. Berikut ulasan selengkapnya.

Tumbuh Kembang Balita Usia 1-3 Tahun

Apa yang ibu lihat saat sang buah hati sudah menginjak usia 1 tahun? Ibu akan melihat tingkah polah si kecil yang semakin aktif. Ia akan berusaha belajar berdiri dan berjalan. Tentu hal tersebut sangat membanggakan, bukan?

Hanya saja, tidak sedikit anak yang hingga usia 2 tahun belum terlihat tanda-tanda belajar jalan. Padahal, menurut WHO, anak usia 1-2 tahun sudah memiliki struktur tulang yang kuat untuk menopang badannya sendiri. Sistem sarafnya juga sudah bisa bekerja optimal untuk menggerakkan kaki untuk berjalan.

Oleh sebab itu, jika si kecil pada usianya yang menginjak 2 tahun belum ada tanda-tanda belajar jalan, ibu perlu mengkhawatirkan tumbuh kembang balita. Silakan datang ke dokter anak untuk melakukan konsultasi. Dokter akan memberikan saran terkait dengan masalah keterlambatan dalam belajar jalan.

Tumbuh Kembang Balita Usia 3-5 Tahun

Seperti yang telah disinggung di awal bawasannya usia 3 tahun ke atas merupakan masa keemasan balita. Si kecil akan mudah sekali belajar hal-hal yang baru. Sistem motoriknya sudah bisa dikatakan sempurna. Ia sudah tidak lagi memiliki masalah dengan berjalan. Ia sudah terbiasa berlari dan melompat.

Pada usia ini, tumbuh kembang balita akan lebih optimal jika ibu memberikan stimulus yang tepat. Ibu bisa mengajarkan si kecil berenang untuk memaksimalkan kemampuan motorik kasarnya. Selain itu, ibu juga sudah bisa mengenalkan dengan beberapa alat musik. Siapa tahu ada bakat yang ada di dalam diri sang buah hati untuk memainkan salah satu atau lebih dari satu alat musik. Jika kelihatannya si kecil memiliki bakat dalam bidang musik, pada usia 3 tahun ibu sudah bisa memasukkannya ke kursus musik.

Apakah tumbuh kembang balita usia 3 tahun sudah siap untuk mengenal bahasa asing? Para ahli psikologi anak mengatakan usia 3 tahun anak usia bisa diajari dengan bahasa asing. Hanya saja, ibu tidak boleh memaksakannya untuk lancar berbahasa asing. Ibu hanya bisa sekedar mengenalkannya saja seperti mengenal beberapa kata dan bagaimana cara mengucapkannya.

Siapapun orang tua pasti ingin tumbuh kembang balita optimal. Hanya saja, diperlukan pengetahuan tentang perkembangan balita agar orang tua tidak memaksakan si kecil untuk melakukan sesuatu hal yang secara normal memang belum bisa dilakukan.

Jadi, ibu harus lihat kemampuan si kecil berdasarkan usia. Dengan mengetahui perkembangan balita sesuai dengan WHO ini, ibu bisa memberikan stimulus yang tepat agar tumbuh kembang balita lebih maksimal.

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Google Plus

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *