Sumber Nutrisi Bayi Sejak Hari Pertama hingga Satu Tahun

nutrisi harian anak 3 tahun
Source: Naturally Healthy Kids

Sumber nutrisi bayi tentu ada bermacam-macam, dan setiap tetes atau suapnya sangatlah berharga. Kendati demikian, bukan berarti bayi di tiap usia memerlukan nutrisi yang sama. Sama halnya dengan kehidupan, si kecil butuh langkah kecil untuk menggapai tahap pertumbuhan selanjutnya, termasuk kategori makanan bayi.

Gigi pertama muncul, atau pengucapan kata pertama semua adalah fase yang patut dirayakan. Seiring dengan pertumbuhan si kecil pula, pemberian menu makanan bayi akan sangat berbeda satu sama lain. Karenanya, diperlukan pemahaman tersendiri untuk memberikan yang terbaik pada tiap usia.

Ada 3 tahap usia yang harus dipahami, yakni:

Usia satu bulan hingga enam bulan

Kelahiran bayi ke dunia ini untuk pertama kalinya tentu hal yang menggembirakan. Orang tua tentu saja membutuhkan asupan nutrisi yang tepat supaya perkembangan bayi di tahun pertama berbuah manis dan bukan simalakama. Beragam vitamin dan saran diminta dari kanan kiri, entah mitos atau ilmiah sudah tak peduli lagi. Tanpa sadar, sumber nutrisi terbaik justru ada di depan dada.

Payudara bunda tidak diciptakan hanya sebagai penghias saja. Justru, dalam dua gundukan daging pada perempuan tersimpan keajaiban dunia yang mana ilmu pengetahuan tidak mampu meniru. Ya, keajaiban yang dimadsud adalah air susu ibu, suatu sumber nutrisi kustom yang paling mengerti bayi.

Detik, menit, hingga jam, kebutuhan nutrisi bayi selalu berubah-ubah. Karenanya dibutuhkan hitungan rumit untuk menemukan kadar terbaik. Padahal, bila ditilik lebih lanjut, kelenjar payudara mampu produksi susu yang sesuai dengan kadar kebutuhan si kecil, hanya dalam hitungan menit. Dengan catatan, bunda turut mendukung performa kelenjar payudara. Apa madsudnya?

Segala sesuatu yang masuk dalam tubuh ibunda akan dimakan oleh bayi, pengetahuan yang sangat umum. Apabila bunda terbiasa makan sesuatu yang tidak bermanfaat, maka hasil air susu ibu tidak akan berkualitas. Sama dengan sebaliknya, dimana bila bunda makan hidangan penuh nutrisi maka buah hati bisa menikmati indahnya ‘kesehatan alam’.

Zat besi, kalsium, protein, vitamin D dan asam folat merupakan komponen penting dalam pertumbuhan bayi. Meski bunda tidak mampu peroleh semua nutrisi dalam bentuk makanan, bukan berarti bunda tidak bisa mencari jenis asupan lain. Ingat di era modern kini sangatlah mudah menemukan sumber nutrisi, susu kehamilan misalnya, tanpa harus repot menimbang gizi dalam menu makanan.

Tidak semua bunda beruntung dianugrahi payudara dengan limpahan susu. Beberapa perempuan yang sayang anak sekalipun, bisa jadi tidak mampu menyusui. Tidak perlu berkeluh kesah, layaknya orang bijak selalu bilang, ‘ada jalan menuju roma’. Meminta bantuan bukanlah hal tabu, sejak jaman dahulu kala pula, beberapa bunda menyerahkan anaknya untuk disusui apabila dirinya tidak mampu. Toh, kalau sudah menyangkut kesehatan, siapa yang tahu?

Usia enam bulan hingga dua belas bulan

Enam bulan, sungguh masa yang cukup menantang. Kenapa?

Pada umur enam bulan, bayi tergolong tanggung. Kemampuan untuk mandiri sudah muncul, namun secara psikologis buah hati akan merasa Tarik ulur. Misalkan saja, ketika tidur, dirinya masih mengharapkan kehadiran ibu dan ayah, namun di saat bersamaan tidur sendirian bukan lagi masalah. Begitu pula dalam aspek makanan.

Bayi enam bulan umumnya tidak lagi puas dengan air susu ibu saja. Pertanda ini terlihat jelas apabila bayi mudah merengek kembali meski sudah melalui sesi menyusui hingga berjam-jam lamanya. Apabila si kecil mulai menunjukkan tanda-tanda ingin makan di luar air susu ibu, ada baiknya memulai makanan pendamping asi.

Istilah makanan pendamping asi atau mpasi banyak digunakan untuk menggambarkan jenis hidangan yang bertujuan mengenalkan makanan padat, namun tidak menghilangkan peran air susu ibu sepenuhnya. Terkadang, jenis makanan ini berbentuk agak padat, atau bubur, tergantung kemampuan mengkunyah buah hati ayah bunda.

Kesabaran sangatlah diperlukan pada pengenalan makanan padat. Bayi merasa takut akan kehadiran jenis kuliner baru dalam hidupnya sudah sangat wajar. Nyaris sama dengan orang dewasa yang ragu dan was-was ketika dihadapkan situasi atau kondisi di luar kebiasaan. Si kecil membutuhkan waktu untuk mencerna jenis makanan baru yang disodorkan oleh bunda.

Tubuh dan mental perlu persiapan tersendiri untuk menerima hidangan di luar air susu ibu. Ada baiknya bila orang tua tidak terburu-buru. Justru, menunggu buah hati siap dan sukarela memasukkan makanan dalam mulut merupakan tindakan yang tepat.

Usia satu tahun keatas

Ulang tahun pertama memang masa yang membahagiakan. Tidak hanya melihat senyum gelak tawa si kecil, pada usia ini pula eksperimen bahan makanan sudah sangat disarankan. Lidah si kecil mulai terbuka lebar untuk mengunjungi dunia kuliner. Jangan heran bila mendapati banyak orang tua rajin menyusun menu makanan si kecil.

Eits, tahan kegembiraan bunda. Meski secara teknis buah hati sudah mampu mencoba berbagai masakan, bukan berarti dirinya siap menghadapi makanan yang berbeda setiap harinya. Ikan, sebagai contoh, memerlukan waktu dua sampai tiga kali percobaan sampai tubuh anak benar-benar terbiasa. Jangan terlalu sering mengganti menu yang hanya berujung pada anak syok.

Mengingat kegiatan anak akan meningkat pesat, tentunya kadar gizi dari varian makanan wajib diperhatikan. Kalau memang orang tua kesulitan melacak kebutuhan gizi si kecil pada waktu tertentu, tidak ada salahnya mencoba memberikan asupan dalam bentuk lain. Susu pertumbuhan anak yang banyak dijual di pasaran, ternyata bisa jadi sumber nutrisi bayi terampuh!(HN)

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Google Plus

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *