Sumber Protein Dari Makanan Bayi 6 Bulan

makanan bayi 6 bulan
Source: Health and Medical Articles

Makanan bayi 6 bulan sebenarnya jauh lebih penting dari yang terlihat. Beberapa orang mungkin hanya menganggap permulaan bayi coba makanan padat tidak perlu memperhatikan gizi. Padahal, bagaimana orang tua menyiapkan menu sehat si kecil akan sangat mempengaruhi perkembangannya di masa mendatang.


Namanya menyiapkan menu makanan tentu berdasarkan bahan – bahan yang digunakan. Kalau dari awal kurang tepat, termasuk cara pengolahannya, maka akan percuma saja hasilnya. Maka dari itu pembahasan kali ini lebih berfokus pada salah satu sumber gizi paling penting yakni protein untuk bayi 6 bulan.

Protein umumnya lebih terkenal di kalangan para penggemar olah raga terutama angkat beban. Kemampuan protein dalam mengembangkan otot dan menjaga perut tetap kenyang dalam waktu lama menyebabkan binaragawan sangat menggemari sumber protein. Bahkan The rock, aktor yang beken karena otot dan penampilan gagahnya musti makan protein dalam 7 hidangan berbeda setiap harinya demi mempertahankan bentuk tubuhnya.

Hubungan protein pada tubuh tidak berhenti pada pembentukan otot saja. Sejatinya, protein bertugas untuk memastikan sel tubuh tetap terbentuk dan bekerja dengan baik. Ingat, bahkan janin sekalipun pertama kali terbentuk karena pembelahan sel tubuh yang lama kelamaan membentuk manusia. Pada usia 6 bulan sekalipun, protein masih sangat dibutuhkan guna tumbuh kembang si kecil. Guna memudahkan ayah dan bunda, berikut ini beberapa daftar makanan kaya protein untuk bayi 6 bulan :

  1. Telur
    Siapa sih yang tidak tahu telur ? fleksibilitas telur sebagai bahan makanan membuat telur selalu ada di banyak resep. Belum lagi, harga telur cukup murah dan gampang ditemukan dimana – mana membuat telur idola banyak pecinta kuliner. Nah, usut punya usut, ternyata telur juga berguna untuk bayi lho, terutama kalau tujuannya memberi asupan protein.

    Berhubung telur sangat fleksibel, bunda dan ayah tidak perlu kebingungan mencari cara menghidangkan telur. Mulai dari telur rebus, goreng, sampai dengan dibuat bubur, telur sudah pasti cocok masuk kategori hidangan apa saja. Hebatnya lagi, kandungan protein dalam telur tidak akan membahayakan bayi selama masih dalam batas wajar yakni tidak lebih dari 10 telur sehari.

  2. Daging merah
    Di dunia ini ada banyak sekali jenis daging, tergantung dari cara perolehan daging itu sendiri. Kendati demikian sejatinya hanya terdapat dua jenis daging berdasarkan warnanya, yakni daging merah dan daging putih. Daging putih berasal dari ayam, burung, dan sebagian besar keluarga bersayap baik terbang maupun tidak. Daging merah bisa ditemukan pada sapi, kambing, dan binatang – binatang ternak besar lainnya.

    Segi harga, daging merah selalu menempati posisi pertama. Kenapa bisa demikian ? berbeda dengan daging putih, daging merah jauh lebih kaya protein dan zat besi dengan cita rasa yang terbilang cukup lezat. Memang menghidangkan daging merah sedikit lebih ribet terutama untuk bayi karena teksturnya yang cukup sulit dikunyah. Konsultasikan dengan dokter apabila ayah bunda masih bingung bagaimana cara mengolah daging merah untuk si kecil.

  3. Kedelai
    Vegetarian dan vegan, penganut gaya hidup menolak makan produk hewani pasti sangat familiar dengan yang namanya kedelai. Ya, kedelai banyak digunakan sebagai subtitusi susu sapi. Kandungan protein serta rasa dan tekstur kedelai memang terbilang mirip dengan sapi. Tak heran, banyak pemasar oportunis memasarkan susu kedelai dengan beragam cap merek.

    Bunda dan ayah bisa menghidangkan susu kedelai, atau malah kedelai saja. Selama ayah bunda tahu cara pengolahan kedelai maka seharusnya tidak ada masalah memilih kedelai murni sebagai bahan makanan anak – anak, mengingat, anak masih belum butuh kedelai dalam bentuk susu sebagai minuman yang menemani hidangan utama sehari – hari.

  4. Ikan
    Murah, enak, dan gampang ditemukan merupakan 3 gambaran ikan di kehidupan sehari – hari manusia. Sebagian besar Indoneia dipenhi laut lepas, beirisi ikan ikan siap makan. Jangan sampai kekayaan satu ini direbut tetangga kalau tidak dimanfaatkan dengan baik. Ikan juga termasuk makanan yang bagus untuk perkembangan buah hati terutama dari segi protein.

    Berhubung ikan cukup berbahaya karena duri – duri yang menancap di dalamnya, maka ada baiknya bunda mengesampingkan makanan tradisional Indonesia yang masih menyangkutkan duri pada hidangan. Pisahkan terlebih dahulu, dan olah sedemikian rupa hingga ikan dipastikan aman untuk konsumsi buah hati tercinta ayah bunda.

  5. Air susu bunda
    Bayi masih 6 bulan. Usia satu ini sebenarnya masih dalam tahap perkenalan dengan makanan. Seharusnya bunda jangan meninggalkan pemberian air susu ibu begitu saja meskipun bayi cenderung sulit kenyang di usia 6 bulan. Tidak hanya gizi terutama protein dalam air susu bunda berguna untuk buah hati, namun juga membantu terjalinnya kasih sayang antara bayi dan bunda.

    Momen pemberian susu juga harus tepat. Jangan menentukan jam pasti kapan harus memberikan susu pada bayi. Bunda harus sadar dan perhatian kalau memang bayi lapar, menginginkan air susu ibu. Kalaupun bayi tidak kunjung meminta air susu ibu, bunda bisa menambahkan air susu ibu ke dalam bubur atau hidangan creamy

Indonesia, negara kepulauan yang terbilang kaya. Tidak ada yang namanya protein terlewat atau sulit ditemukan di tanah air. Selama ayah bunda mau mencari sudah pasti ketemu. Perlu diingat, tubuh bayi berbeda, kadang makanan bayi 6 bulan tidak cocok di perut buah hati padahal bayi lain tidak ada masalah, jadi selalu perhatikan reaksi bayi usai makan apapun.

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Google Plus

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *