Susu Untuk Balita Yang Bagus Begini Cara Memilihnya

susu balita jelajah
www.ibudanbalita.com

Susu untuk balita yang bagus, tidak bisa jika hanya dilihat dari harganya. Akan tetapi kandungan yang ada di dalam susu formula tersebut. Oleh karena itu tidak semua susu formula yang memiliki harga mahal dapat cocok dengan si kecil. Setiap orang tua pasti menginginkan anaknya selalu sehat. Tentu sudah banyak yang tahu bahwa salah satu makanan terbaik untuk balita adalah ASI.

Akan tetapi tidak semua ibu dapat memproduksi ASI yang cukup bagi buah hatinya. Dan tentu saja untuk mengatasi masalah tersebut adalah dengan cara memberinya susu formula. Akan tetapi pemilihan susu formula juga harus diperhatikan. Hal ini karena pemberian susu formula yang salah dapat menyebabkan alergi, diare dan masalah kesehatan lainnya.

Susu Untuk Balita 1 Tahun Yang Baik Untuk Si Kecil

Berikut ini beberapa cara untuk memilih susu yang tepat ;

– Sesuaikan dengan usia

Cara nomor satu ialah menyesuaikan dengan usia. Tahukan Anda karakteristik susu formula dibagi menjadi 2 macam, yaitu 0-6 bulan dan 6-12 bulan. Penggolongan tersebut berdasarkan dengan kondisi pencernaan bayi. Di mana seorang bayi yang berusia 0-6 bulan memiliki pencernaan yang belum sempurna, sedangkan bayi yang berusia 6-12 bulan telah memiliki sistem pencernaan yang baik dan sudah bisa diberi MPASI (Makanan Pendamping ASI).

– Perhatikan apakah bayi alergi atau tidak

Sebenarnya susu formula pun dibedakan menjadi 3 jenis, yaitu susu sapi, susu kedelai dan juga susu elemental (susu formula yang memiliki kandungan lemak kecil namun memilikizat gizi tinggi) sehingga susu elemental tidak menimbulkan alergi. Oleh karena itu, jika si kecil mengalami alergi susu sapi ataupun kedelai Anda bisa menggunakan susu elemental. Akan tetapi sebaiknya Anda berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan. Baca juga obat tradisionan gatal kulit akibat alergi.

– Perhatikan kualitas susu formula

Cata memilih susu formula yang bagus selanjutnya adalah dengan cara memperhatikan kualitas dan keamanan susu formula. Produk susu formula yang aman dikonsumsi adalah susu formula yang diproduksi dengan mengikuti standart Good Manufacturing Product (GMP) dan di bawah pengawasan sesuai standart yang telah ditetapkan European Union (EU), the United States Food and Drug Administration (U.S FDA) dan juga  sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku di Indonesia. Tak hanya itu saja, susu formula yang baik juga memiliki ijin dari BPOM.

– Perhatikan komposisi susu

Terakhir adalah dengan memperhatikan komposisi susu. Pada umumnya komposisi susu harus mendekati dengan komposisi ASI yaitu dengan kandungan zat dan nutrisi yang sudah ditetapkan WHO. Beberapa komposisi susu formula yang baik adalah meliputi memiliki kandungan AHA, DHA, LA, FOS dan GOS, Kolin, beta karoten, omega 3 serta omega 6.

Air susu ibu (ASI) merupakan asupan alami terbaik dari ibu untuk bayi. Namun ada sebagian wanita yang tidak bisa memberikan ASI karena alasan tertentu. Salah satunya karena produksi ASI yang sedikit. Akhirnya langkah memberi susu formula pun dijadikan pilihan guna membantu perkembangan sang bayi, terutama yang baru lahir.

Memilih susu formula untuk bayi baru lahir atau yang masih berusia di bawah satu tahun tidaklah mudah. Bayi pada usia tersebut tidak boleh mengonsumsi asupan sembarang, termasuk susu formula, karena belum bisa mencerna makanan dengan baik. Oleh karena itu, satu hal penting yang harus Anda perhatikan ketika memilih susu formula adalah memeriksa kandungannya, bukan merek atau harga.

Susu Untuk Balita Gizi Buruk

Pada dasarnya semua produk susu formula terdiri dari kumpulan nutrisi utama, yaitu protein, karbohidrat, lemak, vitamin, dan mineral. Namun, yang membedakan adalah jenisnya. Contohnya, produk A memakai protein jenis whey, lalu produk B memakai protein jenis casein, sementara produk C menggabungkan keduanya. Pastikan di kemasan susu ada tertulis bahwa produk tersebut cocok untuk dikonsumsi bayi baru lahir. Untuk bayi baru lahir dan masih di bawah usia satu tahun, sebaiknya pilih produk susu formula yang berasal dari susu sapi.

Langkah selanjutnya adalah memperhatikan jenis protein yang digunakan. Protein susu sapi terbagi dua, yaitu whey dan casein. Jenis whey lebih direkomendasikan untuk bayi baru lahir karena dianggap lebih mudah dicerna. Namun Anda bisa juga memakai produk yang menggabungkan keduanya. Tapi ingat bahwa komposisi whey harus lebih tinggi daripada casein. Biasanya rasio antara whey dan casein sekitar 60:40. Rasio itu setara dengan kandungan protein pada ASI.

Teruskan penggunaan sampai bayi berusia satu tahun. Jika Anda merasa bayi tidak menyukainya, Anda boleh mengganti merek Anda juga bisa menggantinya jika bayi Anda mengalami diare, lemas, atau muntah. Segera konsultasikan ke dokter untuk penanganan lebih lanjut. Di pasar, kerap dijual susu formula yang berasal dari kedelai. Produsen mengatakan susu formula kedelai diperuntukkan bagi bayi yang alergi terhadap susu sapi. Meski begitu, sebaiknya hindari susu berbasis kedelai jika bayi Anda normal maupun alergi terhadap susu sapi, kecuali dengan seizin dokter.

Karena pada umumnya, bayi yang alergi terhadap susu sapi akan alergi pula terhadap susu kedelai. Selain itu, para pakar kesehatan tidak merekomendasikan susu untuk balita di bawah umur 6 bulan. Jika bayi Anda alergi terhadap susu sapi, konsultasikan kepada dokter. Ia akan merekomendasikan susu balita terbaik dengan protein yang sudah terhidrolisis sepenuhnya. Susu ini masih berbasis susu sapi, namun proteinnya sudah terhidrolisis sehingga mudah dicerna bayi.

 

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Google Plus

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *