Tahap Pengenalan MPASI Yang Benar

Tumbuh kembang menuntut semua manusia dalam umur, di geografis manapun untuk mencoba hal baru, keluar dari zona nyaman. Awalnya terasa tidak nyaman bahkan ingin langsung berhenti, tapi mau bagaimana lagi. Sadarkah anda  pelatihan membiasakan diri dengan sesuatu yang asing telah dimulai sejak bayi dengan MPASI?

Demi memastikan bayi tidak selamanya sepenuhnya bayi praktik makanan pendamping air susu ibu (ASI) telah banyak dilakukan orang tua di belahan dunia mana saja. Penyebutan boleh berbeda, tapi tujuan tetap sama. Akan tetapi, meski memiliki tujuan baik sekalipun apabila cara pemberian MPASI keliru, justru bisa membahayakan kehidupan anak ketika tumbuh dewasa.

Beberapa pembaca mungkin masih belum terlalu paham apa itu MPASI? Apabila dijabarkan berarti makanan pendamping air susu bunda, kata pendamping menjadi kuncinya. Orang dewasa seolah sangat terbiasa makan makanan padat seperti nasi campur ayam goreng dan sejenisnya. Perjalanan makanan padat sebenarnya dimulai dari tahap makanan pendamping. Bayi tidak semerta – merta menginginkan makanan padat. Kalau seandainya bayi boleh memilih air susu ibu atau susu formula sudah cukup memenuhi kebutuhan pangannya, padahal tidak demikian. Semakin beranjak dewasa, manusia akan membutuhkan nutrisi yang tidak bisa dipenuhi seluruhnya oleh susu formula saja. Melihat segi norma, tentu akan sangat aneh jika anak yang sudah bukan bayi lagi masih mencari payudara ibunya meminta disusui. Makanan pendamping air susu ibu menjadi cukup penting guna membiasakan bayi dengan makanan padat tanpa berkesan memaksa si kecil berhenti menyusui.

Pemberian makanan pendamping air susu bunda pertama kali umumnya diberikan ketika si kecil menginjak usia 4 bulan sampai dengan 6 bulan keatas. Tentu saja, bunda tidak harus semerta – merta mengikuti angka rata – rata tanpa mengetahui alasannya. Bayi bisa duduk tegak tanpa ditopang biasanya sudah diraih diantara umur 4 sampai 6 bulan. Setelah bayi bisa duduk, badannya sudah mulai ‘gatal’ meraih sana – sini sehingga pola geraknya lebih banyak. Bayi dengan polah beragam cenderung memerlukan energi lebih besar pula, sehingga makanan yang diperlukan tidak lagi hanya berasal dari payudara bunda saja. Ditambah lagi, pergerakan mulut semakin ahli ditandai dengan bayi mulai mengemut mainan atau barang di sekelilingnya. Peringatan paling jelas yang menandakan sudah saatnya makanan pendamping diberikan adalah saat 10 kali sesi menyusui namun bayi masih saja mengeluh lapar.

Pertama kali memulai, tujuan orang tua bukan memaksa bayi memasukkan makanan padat dalam mulutnya melainkan membiarkan bayi setidaknya mau menyentuhnya. Bayi usia muda masih belum mengenal tingkat lapar yang bayi tahu, air susu bunda atau formula yang biasa diberikan akan menyelesaikan segalanya. Saat bayi meminta air susu ibu atau susu formula kepada orang tua, tidak perlu menghindar, biarkan saja. Karena masih pada tahap awal, bayi tentu masih menginginkan susu yang biasa ia minum. Sediakan porsi susu biasanya tapi jangan sampai berlebihan sehingga tidak ada ruang perut bagi makanan pendamping. Usia belum mencapai 7 sampai 10 bulan, susu akan menjadi prioritas utama bagi bayi. Berikan susu sebelum makan dan sesudah makan akan tetapi jangan paksa bayi meminum susu apabila memang tidak minta. Merasa bersyukur yang dalam jika bayi justru menginginkan makanan padat dibanding susu biasanya, tandanya bayi sudah siap menghadapi makanan pendamping.

Bayi memiliki kebiasaan mencontoh sekeliling terlepas paham atau tidak. Bayi akan merasa bagian dari orang dewasa apabila berhasil bertingkah seperti kedua orang tuanya. Makanan padat bukan sahabat bayi untuk pertama kali demikian pula dengan makanan pendamping. Penolakan bayi terhadap bubur yang telah disiapkan bunda dengan susah payah sebenarnya tidak didasari oleh cita rasa sendiri melainkan perasaan bayi yang belum siap menggantikan susu formula atau air susu ibu yang biasa ia konsumsi. Rasa takut, merasa asing dengan tekstur membuat bayi otomatis tidak menyukai makanan pendamping. Alih – alih menggunakan air putih biasa pada saat menghidangkan makanan pendamping, coba gunakan susu formula atau air susu ibu yang bayi sudah kenal sehingga tidak terlalu asing. Caranya, setelah semua bahan disiapkan, campurkan air susu ibu atau susu formula ke dalamnya sehingga berkesan seperti minum susu hanya saja versi mengkunyah.

Tidak ada jaminan bayi akan langsung menurut meski telah berusaha menghidangkan makanan pendamping terbaik. Memarahi bayi atau menjejalkan makanan pendamping ke mulut bayi dengan kasar juga bukan jalan yang patut diacungi jempol. Pemaksaan dalam konotasi negatif hanya membaut bayi makin takut dan tidak ingin melanjutkan mengkonsumsi makanan yang orang tua berikan selanjutnya. Traumatis bisa saja muncul pada bayi yang terlalu dipaksa, dampaknya akan jauh kedepan. Bayi bisa jadi takut pada makanan dan memilih menghindari makanan pendamping, akibatnya susu formula atau air susu ibu tidak bisa dilepaskan dari genggaman bayi. Ajak bayi makan bersama ayah dan bunda dengan demikian bayi merasa makan itu keren dan kemungkinan besar mulai mau melahap hidangan. Jika bayi mulai menerima, barulah bunda bisa mulai eksperimen dengan berbagi rasa makanan pendamping yang ada. Ketika bayi mulai bisa menyeimbangkan susu formula dengan makanan pendamping, mencoba rasa baru tidak lagi hal yang terlalu menakutkan. Kendati demikian jangan terus mengganti menu mpasi bayi karena selain membingungkan jutru membuat malaikat kecil ayah bunda tidak nyaman sama sekali.

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Google Plus

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *