Tahap Perkembangan Bayi Usia 6 Bulan Perlu Perhatian Lebih

tahap perkembangan bayi
Ibu dan Balita

Saat usia bayi sudah mencapai 6 bulan, sebagai orang tua ibu pasti senang sekali. Karena menurut informasi tentang tahap perkembangan bayi, ketika usianya sudah mencapai 6 bulan, ada banyak sekali kejutan.

Dan ibu akan sedikit kerepotan karena setiap hari harus mempersiapkan MPASI atau makanan pendamping ASI. Ini sebuah tantangan tersendiri lantaran tidak mudah membuat bayi mau mengkonsumsi MPASI. Bagi bayi, makan MPASI adalah pengalaman baru. Mungkin awalnya bayi ibu akan menolak.

Kesabaran yang ibu berikan karena MPASI sangat dibutuhkan agar tahap tumbuh kembang bayi baik.

Terlepas dari itu, ibu juga harus ekstra hati-hati. Memberikan lebih banyak perhatian jelas dibutuhkan. Coba ibu lihat apa saja yang bisa dilakukan oleh bayi ketika tahap perkembangannya sudah mencapai 6 bulan.

Suka Guling Ke Kanan dan Ke Kiri

Orang tua dahulu selalu memotong kaki amben atau kasur untuk menjaga keselamatan bayi. Karena ketika usia bayi mencapai 6 bulan, bayi suka berguling ke kanan dan ke kiri. Tidak hanya ketika ia terjaga, tapi juga ketika terlelap. Dikhawatirkan bayi ibu jatuh dari kasur. Itulah mengapa orang tua dahulu memotong kaki-kaki kasur.

Sebenarnya tidak hanya hal tersebut yang bisa ibu lakukan. Ibu juga bisa memberikan tempat tidur sendiri untuk bayi. Tempat tidur tersebut seperti keranjang di mana di setiap sisi terdapat pengamanan. Jadi, bayi tidak akan terjatuh.

Akan tetapi, apapun pengamanan yang ibu lakukan, tetap saja ibu harus memberikan perhatian yang lebih agar bayi terhindar dari kecelakaan saat ia bergulang-guling ke kanan dan ke kiri.

Belajar Meraih Sesuatu

Saat bayi berusia 6 bulan, kemampuan motorik kasarnya sudah berkembang. Hal ini bisa dilihat dari bagaimana ia bisa meraih benda apa saja yang ada di sekitarnya seperti mainannya sendiri yang ibu taruh melayang di atas tempat tidurnya.

Melihat tahap perkembangan bayi seperti ini memang sangat menyenangkan. Akan tetapi, ibu harus memberikan penjagaan ekstra jangan sampai ia meraih barang yang berbahaya. Usahakan benda yang berbahaya tidak ada di sekitar bayi.

Belajar Mengucapkan Kata

Memang bayi usia 6 bulan belum bisa berbicara. Akan tetapi, otak bayi sudah bisa menangkap apa saja perkataan yang diucapkan orang dewasa disekitarnya. Dan ibu harus tahu kemampuan memory bayi 6 bulan sangat kuat.

Memory yang kuat ini bisa menjadi berkah dan juga musibah. Berkah karena si kecil akan lebih mudah belajar bicara. Setidaknya bayi usia 6 bulan sudah mulai berceloteh dan mencoba menirukan suara orang dewasa. Menjadi musibah jika justru kata-kata yang ia dengar merupakan kata-kata yang kotor.

Itulah mengapa para psikolog anak menyarankan agar sebisa mungkin bayi tidak mendengarkan kata-kata yang kotor sekalipun bayi tersebut belum bisa bicara. Bahkan, saat ibu dan suami ibu terlibat cekcok atau pertengkaran kecil, sebisa mungkin si kecil tidak melihat pertengkaran tersebut.

Beberapa hal tersebut terdengar sangat remeh dan sepele. Akan tetapi, jika ibu mengetahui betul betapa menakjubkan tahap tumbuh kembang bayi usia 6 bulan, maka ibu akan tahu betapa tinggi potensi bayi walaupun usianya masih di bawah 1 tahun.

Peran ibu sangat penting untuk memaksimalkan perkembangan bayi. Itulah mengapa setiap orang tua harus tahu lebih banyak tentang parenting agar mereka tahu bagaimana bisa menjaga dan merawat bayi.

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Google Plus

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *