Tanda-tanda Kehamilan Bermasalah

tanda tanda kehamilan
Source: Scary Mommy

Mengharapkan buah hati dalam hidup tentu akan sangat membahagiakan saat terkabul. Lonjakan kegembiraan baik dari segi perempuan dan laki laki tentu tidak terbendung saat melihat hasil tes positif, terlebih bila pasangan sudah melakukan program kehamilan sejak lama. Tanda tanda kehamilan sangat dinanti dan dinikmati setiap saatnya dengan harapan hari persalinan akan menghapus semua perjuangan saat mengandung. Hanya saja, jangan sampai salah ketika terdapat tanda tanda kehamilan bermasalah. Ketika seseorang tidak menghiraukan resiko yang bisa terjadi, kegagalan dalam bisa terasa sangat menyakitkan, dalam kasus ini keguguran.

  1. Mual berlebihan

    Namanya hamil, rasa mual dan sering muntah mungkin bukan berita baru lagi. Kalaupun bertanya pada perempuan sesama hamil atau bahkan orang tua sendiri, paling jawabnya hanya sekedar “nanti juga hilang”. Memang mual dan muntah merupakan salah satu bagian kehamilan. Mual dan muntah juga menandakan bahwa janin sedang berkembang baik, namun, bukan berarti bunda membiarkan mual menganggu aktivitas sehari – hari.

    Dokter Stanley M Berry menekankan bahwa mual muntah merupakan bagian kehamilan tapi terlalu sering dengan kadar yang berlebihan bisa membahayakan ibu, bahkan janin. Ketika seseorang muntah sebenarnya ada cairan yang dikeluarkan. Terlalu sering mengeluarkan isi perut bisa berujung dehidrasi sehingga muncul rasa pusing dan lemas. Kalau memang perempuan hamil merasakan kesakitan luar biasa terlebih di luar batas wajar hari – hari sebelumnya, segera hubungi dokter. Pertolongan pertama yang bisa diberikan hanya air minum lebih dari kadar normal sehari sebelum tubuh benar – benar tidak bisa bertahan melawan dehidrasi.

  2. Kemaluan berdarah

    Mengecek celana dalam saat berada dalam kamar mandi dan mendapati bercak darah di celana memang bisa menimbulkan paronia terlebih pada perempuan yang pernah keguguran. Sebenarnya, dalam ilmu kedokteran keluar bercak darah saat hamil sebetulnya bukan hal yang perlu dikhawatirkan. Kendati demikian keluar darah memang bisa berdampak negatif jika warna darah sangat kental, merah segar, disertai nyeri perut. Masalah di perut yang dimadsud mirip dengan kram perut saat menstruasi atau bahkan lebih dari itu. Semakin banyak darah segar yang keluar, semakin berbahaya kondisi ibu hamil saat ini.

    “Bercak darah saat kehamilan itu normal, tapi keluar darah berlebihan beserta kram perut parah bisa menandakan keguguran atau hamil anggur (etopik)” Kata dokter Natalia Aziz, seorang pakar tanda tanda kehamilan masalah di rumah sakit anak Lucile packard.  Hamil anggur sendiri adalah kondisi dimana telur yang seharusnya berada dalam rahim, malah ‘nyasar’ berkembang di luar rahim, sehingga tidak menghasilkan janin. Apabila kram perut perempuan kian parah dan darah yang keluar semakin banyak, mungkin ini saat yang tepat menghubungi dokter kepercayaan. Biasanya dokter akan memeriksa darah di lab untuk diketahui apakah ada sebab lain atau kemungkinan terburuk terjadi.

  3. Buang air kecil tidak nyaman

    Kebanyakan ibu bisa jadi paham dengan pernyataan buang air kecil seolah masuk sebagai rutinitas wajib ibu hamil. Dengan adanya manusia dalam janin, entah kenapa berhubungan erat dengan keinginan buang air kecil. Sering buang air kecil juga terasa normal sekali bagi bunda yang sedang mengandung. Bukan berarti lantas rasa tidak nyaman saat buang air kecil dianggap biasa saja. Buang air kecil pada saat hamil seharusnya terasa sama dengan buang air saat belum hamil sekalipun, lancar dan keluar begitu saja tanpa ada perasaan aneh.

    Pada beberapa kasus, perempuan hamil merasa panas di area kemaluan pada saat buang air kecil. Bahkan, rasa panas tersebut seolah – olah seperti terbakar dan perih sekali. Infeksi kandung kemih atau ginjal bisa jadi pemicu rasa panas saat buang air kecil meski tidak selalu demikian. Apabila memang ibu hamil memiliki riwayat penyakit kandung kemih dan ginjal yang tidak pernah dirawat dengan serius, ada baiknya memeriksa ulang. Jangan sampai penyakit yang seharusnya menjadi riwayat malah muncul bikin masalah begitu saja. Awal mula hanya ibu hamil yang merasakan rasa sakit tapi lambat laun, penyakit tersebut bisa menjangkau janin.

  4. Kemaluan gatal nan perih

Tubuh selalu memiliki metode tersendiri untuk memberi tanda pada seluruh bagian kalau ada yang salah. Gatal adalah salah satu tanda bahwa ada bagian tubuh yang sedang bermasalah. Memang kemaluan perih terkadang muncul saat hamil, tapi rasa perih tidak biasanya diiringi gatal. Ketika perempuan mendapati kemaluan gatal saat kehamilan apalagi ditambah rasa nyeri perih bersamaan, segera waspada!

Sexual transmitted disease (STD) atau penyakit seksual menular memang mengkhawatirkan terlepas generasi berapa anda sekarang. Sekilas penyakit seksual menular hanya membebani orang dewasa, padahal, asal tahu saja janin bisa kena dampak gaya hidup yang tidak sehat pula. Salah satu permulaan tanda tanda kehamilan bermasalah justru bisa dari penyakit seksual. Infeksi pada kemaluan bisa menjalar masuk ke dalam rahim, dan bisa ditebak janin lemah tidak mampu melawan.


Masalah makin parah ketika hari persalinan datang dimana kemaluan perempuan seharusnya dalam kondisi terbaik. Rasa sakit persalinan bisa bertubi – tubi saat ada penyakit yang melekat. Sayang, banyak perempuan merasa malu dan membiarkan rasa gatal meski tahu kemungkinan terkena penyakit seksual menular begitu saja padahal hal itu cukup keliru. Seharusnya dokter menjadi orang yang tahu mengenai kondisi tanda tanda kehamilan tidak sehat satu ini sehingga bisa memberikan penanganan yang tepat.

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Google Plus

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *