Tanya Pakar Kehamilan Bagaimana Menyikapi Keterlambatan Tumbuh Kembang Balita

tanya pakar kehamilan
www.ibudanbalita.com

Tanya pakar kehamilan merupakan langkah bijak ketika Anda merasa ada keterlambatan tumbuh kembang balita kesayangan Anda. Sebab dalam situasi ini Anda harus menyikapinya dengan cara yang tepat. Dan yang terpenting jangan sampai Anda terkamakan omongan “kata orang” terlebih dahulu.

Memang benar tumbuh kembang balita satu dengan lainnya berbeda-beda. Namun meskipun berbeda yang pasti tidak akan berbeda jauh. Jika ternyata ada perbedaan yang cukup signifikan maka besar kemungkinan buah hati Anda sedang mengalami keterlambatan pada tumbuh kembangnya.

Langkah pertama yang harus Anda lakukan tentu saja tanya pada pakar kehamilan terlebih dahulu. Sebab secar mereka yang lebih tahu terkait dengan seluk beluk tumbuh kembang balita.

Jangan sampai Anda termakan oleh mitos yang faktanya sampai saat ini masih sering dipercaya oleh sebagian masyarakat di Indonesia.  Sebab melakukan hal seperti ini hanya akan membuat Anda bimbang untuk mengambil langkah cepat guna mengantisipasi permasalahan seperti ini.

Balita pada umumnya akan mencapai suatu tahapan tumubuh kembang pada usia tertentu, seperti duduk, merangkak, berjalan, berbicara, dan seterusnya. Memang pada dasarnya perkembangan setiap balita akan berbeda-beda.

Jadi sedikit keterlambatan dalam mencapai tahapan tersebut tentunya masih bisa ditolerir. Namun sebagai orang tua, Anda wajib tahu bahwa ada juga keterlambatan tumbuh kembang balita yang perlu untuk dicermati dan juga diwaspadai.

Untuk itulah kenapa menjadi sangat penting untuk selalu tanya dokter kehamilan dengan tujuan agar supaya jika memang si kecil ada keterlambatan pada tumbuh kembangnya bisa langsung segera ditasi sehingga tidak berefek lebih buruk lagi kedepannya.

Aspek-aspek Dalam Perkembangan Balita

Tercatat ada beberapa aspek dalam perkembangan balita, yakni berbicara, penglihatan, keterampilan motorik, keterampilan kognitif, dan juga keterampilan sosio emosional. Keterampilan pada balita ini bisa terjadi pada satu atau lebih aspek.

Sejumlah penelitian menyebutkan jika 10-15% kasus keterlambatan tumbuh kembang balita ini umumnya terjadi pada anak usia di bawah tiga tahun. Menurut laporan dari American Academy of Pediatrics (AAP), ada sekitar 13% balita ini mengalami keterlambatan dalam tumbuh kembangnya sehingga membutuhkan bantuan dari para ahli.

Beberapa keterlambatan dapat membaik saat mulai masuk TK. Namun ada beberapa yang tidak bisa teridentifikasi sampai usia sekolah. Maka dari itu pengenalan sejak dini keterlambatan tumbuh kembang pada balita ini sangat penting untuk dilakukan.

Hal seperti ini bertujuan agar supaya bisa terdeteksi lebih awal. Sebab keterlambatan tumbuh kembang anak ini bisa disebabkan oleh lingkungan, kelainan bawaan, dan kondisi medis yang mendasari. Oleh karana itu menjadi sangat penting untuk selalu tanya pada pakar kehamilan.

Menyikapi Keterlambatan Tumbuh Kembang Pada Balita

Sebelum menyikapi atau mengambil langkah terkait dengan keterlambatan tumbuh kembang si kecil, alangkah baiknya jika selain tanya dokter kandungan, Anda juga tanya pakar psikologi anak.

Sebab terkait dengan tumbuh kembang balita Anda, sudah pasti mereka inilah yang lebih memahaminya. Jadi jika memang ternyata ada keterlambatan pada tumbuh kembang anak maka langsung bisa teridentifikasi dan langkah apa yang harus diambil.

Fase anak usia dini, yakni anak usia 0-6 tahun sering disebut sebagai golden age atau masa keemasan. Jadi perkembangan anak usia dini ini akan berlangsung dengan sangat pesat. Sebab pada masa inilah anak memiliki kepekaan yang tinggi dalam merespon dan menangkap berbagai stimulus.

Stimulasi yang tidak maksimal ini bisa beresiko menyebabkan gangguan pada berbagai aspek perkembangan anak. Misalnya saja kemampuan berbicara. Di Indonesia sendiri, keterlambatan bicara dan bahasa dialami 5-8% anak usia prasekolah.

Padahal sebenanrnya kondisi seperti ini bisa diantisipasi jika para orang tua sering konsultasi dengan pakar kehamilan, sebab perkembangan bicara pada anak ini sebenarnya sudah bisa dipantau semenjak masih bayi.

Berikut ini adalah beberapa faktor yang umumnya bisa menyebabkan keterlambatan berbicara pada anak-anak:

  1. Ada hambatan terhadap pendengarannya.
  2. Ada hambatan terhadap perkembangan otaknya.
  3. Minimnya komunikasi atau stimulus saat balita.

Dan tentunya akan menjadi jelas apa yang menjadi penyebab keterlambatan pada tumbuh kembang anak jika sudah bertanya pada pakar kehamilan. Sebab bisa jadi penyebabnya sudah ada semenjak si kecil masih berada di dalam kandungan.

Supaya tidak terjadi keterlambatan perkembangan berbicara pada anak, beberapa hal yang bisa Anda upayakan adalah:

  1. Saat usia bayi 0-12 bulan, ajak si kecil berbicara sesering mungkin. Tirukan ocehan bayi sesering mingkin supaya si kecil kembali menirukan suara Anda. Bunda juga bisa mengajak si kecil bermain mengenali sumber suara serta mengenali jenis-jenis suara. Selain itu Bunda dianjurkan untuk sesering mungkin menyanyikan lagu untuk si kecil.
  2. Saat usia bayi 12-24 bulan, ajak si kecil untuk membuat suara, misalnya saja dengan memukul-mukul kaleng atau jenis barang lain yang bisa mengerluarkan suara. Bunda juga bisa mulai mengajari si kecil untuk menyebut bagian dari tubuhnya. Sering-seringlah mengobrol dengan si kecil. Sering-seringlah menyebut nama barang yang ada di depannya. Selain itu mulailah untuk mengajarkan perintah sederhana kepada si keci, misalnya seperti “Dik, Ambil mainan itu” dan sejenisnya.
  3. Saat usia bayi 24-36 bulan, teruslah bacakan buku cerita pada si kecil. Ajari juga si kecil untuk menyebutkan namanya secara lengkap. Dorong si kecil supaya mau menceritakan apa yang ia lihat. Ajari si kecil menyebutkan nama-nama benda yang ditemuinya, dan sejenisnya.

Itulah beberapa tips agar supaya tumbuh kembang anak dalam hal berbicara tidak terhambat. Namun tumbuh kembang anak ini bukan soal kemampuan dalam berbicara saja. Itulah kenapa menjadi sangat penting untuk selalu tanya pakar kehamilan terkait dengan tumbuh kembang anak ini.

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Google Plus

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *