Ternyata Bayi Bisa Stres Juga Lho Bu

stres pada bayi, balita

Stres tidak hanya dialami oleh anak atau orang dewasa lho. Bayi pun bisa mengalami masalah ini.

Apa yang menyebabkan bayi mengalami stres? Banyak faktornya mulai dari situasi lingkungan yang membuatnya tidak nyaman, lapar tapi tidak kunjung mendapatkan ASI susu, sering pindah tempat tinggal, dan lain sebagainya.

Lalu, apa tanda-tanda bayi mengalami stres? Berikut penjelasan selengkapnya.

3 Tanda Stress Pada Bayi

Layaknya anak yang sudah sedikit lebih besar, bayi juga akan membuat respon berupa tangisan ketika ia tidak nyaman dan stres. Namun, menangis bukan satu-satunya cara bagi bayi untuk mengungkapnya stres yang ia alami.

  1. Tidak Bisa Tidur

Selain menangis, bayi cenderung akan mengalami masalah susah tidur saat stres. Bahkan, tidak jarang bayi stres yang tidak hanya susah tidur. Ia juga sering terbangun pada tengah malam sambil menangis keras.

  1. Masalah Pada Sistem Pencernaan

Kelihatannya tidak ada hubungan antara stres dengan masalah pencernaan bayi. Namun, ternyata ada kaitannya lho bu. Bayi yang stres terkadang tidak mau mengkonsumsi makanan. Dan inilah yang menjadi penyebab gangguan pada sistem pencernaan.

  1. Gerakan-Gerakan Tertentu

Apakah ibu pernah melihat bayi melakukan gerakan-gerakan tertentu yang sepertinya tidak biasa ia lakukan? Bisa jadi itu adalah tanda-tanda bayi ibu mengalami stres.

Umumnya, bayi yang stres akan lebih sering rewel dan menangis sambil melakukan gerakan yang tidak wajar. Hal ini tidak lagi menjadi ekspresi rasa ketidaknyamanan yang ia rasakan.

Karena bayi belum bisa mengungkapkan apa yang ia rasakan dengan kata-kata, maka tanda-tanda tersebutlah yang muncul sebagai tanda stres. Sebagai orang tua, ibu harus memahami tanda-tanda bayi stres seperti yang telah dijelaskan tersebut di atas.

Mengatasi Stres Pada Bayi

Pada intinya, stres yang dialami oleh bayi ibu disebabkan karena rasa tidak nyaman. Lalu, apa yang bisa membuatnya nyaman sehingga stres yang ia rasakan hilang?

  • Memberikan Pelukan

Tidak perlu panik. Saat bayi menangis karena stres, ibu cukup meluangkan waktu saja dan berikan pelukan kepada si kecil. Pelukan seorang ibu akan memberikan kenyamanan. Bayi merasa lebih aman dan stres akan hilang.

  • Memberikan Susu

Jika si kecil masih mengkonsumsi ASI, maka ibu bisa memberikan ASI yang lebih banyak. Terkadang, bayi mengalami stres karena merasa kelaparan sehingga ia membutuhkan susu.

  • Memijat Tubuh Bayi

Sayangnya, memijat bayi yang masih mungil hanya bisa dilakukan oleh seseorang yang sudah ahli saja, tetapi jika ibu ingin mempelajari cara memijat atau merawat bayi, ibu bisa membaca artikel perawatan bayi.

Stres bisa saja disebabkan rasa tidak nyaman yang disebabkan oleh kondisi tubuh si kecil yang lelah. Apalagi jika bayi sudah mulai belajar berguling, maka potensi tubuhnya merasa lelah sangat tinggi.

Oleh sebab itu, ibu bisa membawa si kecil ke tempat therapist anak agar ia mendapatkan pijatan dan rasa lelah menjadi hilang.

Yang pasti, jangan biarkan bayi terlalu sering merasakan stres. Pasalnya, hal ini bisa berpengaruh buruk terhadap kondisi psikis bayi.

Terlalu sering stres, menurut pakar psikologi anak, bisa membuat perkembangan bayi tidak optimal. Ia akan tumbuh menjadi anak yang kurang percaya diri dan sulit untuk bersosialisasi dengan orang lain.

Tentu saja ibu tidak ingin hal ini terjadi pada bayi ibu, bukan?

Oleh sebab itu, perkaya terus informasi tentang perkembangan bayi dengan mengunjungi berbegai situs serta forum tentang tumbuh kembang anak seperti di situs ibu dan balita. Dengan demikian, ibu bisa mengerti apa yang seharusnya ibu lakukan pada kondisi tertentu untuk memastikan tidak ada hal yang perlu dikhawatirkan dengan perkembangan bayi.

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Google Plus

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *