Ternyata, Perkembangan Janin Trimester Ketiga Butuh Lebih Banyak Sentuhan

perkembangan janin
Ibu dan Balita

Sangat mengesankan jika ibu tahu tentang perkembangan janin. Ibu akan semakin senang dan bangga menjadi seorang ibu hamil jika ibu mempelajari lebih banyak tentang perkembangan sang buah hati yang masih ada di dalam rahim.

Terdengar mustahil jika janin sudah bisa merasakan apa yang ibu lakukan atau mendengarkan suara dari luar. Akan tetapi, itulah kenyataannya.

Bahkan, saat perkembangan bayi mencapai usia trimester ketiga, ia sebenarnya sudah bisa melihat. Hal ini bisa dibuktikan ketika ibu melakukan USG. Kebanyakan janin akan menghindari cahaya ketika dokter melakukan pemeriksaan USG.

Akan tetapi, bayi ketika sudah berusia trimester ketiga lebih banyak membutuhkan sentuhan.

Penelitian Tentang Perkembangan Bayi Di Dalam Kandungan

Agar ibu semakin yakin bawasannya respon janin itu bisa diketahui, ibu harus tahu ada alat yang digunakan oleh dokter untuk mengetahui respon tersebut. Alat tersebut adalah sonografi.

Ada peneliti yang meneliti hal apa yang membuat janin memberikan lebih banyak respon, apakah suara atau sentuhan. Dengan menggunakan alat sonografi ini, ditemukan sebuah kesimpulan bawasannya janin akan lebih banyak memberikan respon ketika ibu menyentuh atau mengelus perut daripada memperdengarkan musik.

Jadi, jelas sudah bawasannya memang benar janin sudah bisa memberikan respon. Dan akan lebih baik jika ibu lebih sering membelai perut. Karena itu bisa dijadikan sebagai cara ibu berinteraksi dengan janin. Dengan demikian, ikatan batin antara ibu dan bayi sudah terjadi mulai ketika bayi masih ada di dalam kandungan.

Kenapa Janin Lebih Responsif Terhadap Sentuhan

Peneliti tentu tidak hanya berhenti sampai kesimpulan tersebut. Peneliti meneruskan penelitiannya untuk mencari tahu mengapa janin lebih responsive terhadap sentuhan daripada suara.

Ternyata, ditemukan sebuah fakta bawasannya janin memiliki kulit yang sangat sensitive. Itulah mengapa jika ibu mengelus perut sedikit saja, maka akan ada gerakan yang dilakukan oleh bayi di dalam kandungan.

Hal yang Perlu Ibu Lakukan

Dari fakta tersebut di atas, sebenarnya apa yang seharusnya ibu lakukan? Tentu saja ibu harus lebih sering berinteraksi dengan janin dengan cara memberikan sentuhan. Hanya saja, ibu harus memilih waktu yang tepat untuk berinteraksi dengan cara tersebut.

Ibu harus tahu bawasannya janin juga perlu waktu untuk istirahat. Janin biasanya tertidur jika ibu beraktivitas. Karena ketika ibu beraktivitas, janin digoyang-goyang seperti berada di ayunan.

Oleh sebab itu, ibu bisa memberikan sentuhan atau mengelus-elus perut pada malam hari, beberapa jam sebelum ibu tidur. Itu berarti ibu mengajak janin bermain.

Akan lebih baik jika ibu juga mengajak janin berkomunikasi. Ibu juga bisa memutarkan musik yang riang karena dengan mendengarkan musik yang riang, janin akan lebih banyak merespon dan bergerak.

Kenapa sebaiknya hal ini ibu lakukan sebelum tidur? Karena cara ini akan membuat janin terjaga dan ketika sudah waktunya nanti ia akan tertidur lelap ketika ibu juga harus tidur.

Banyak ibu hamil yang sering terbangun di malam hari karena janin menendang-nendang. Hal tersebut dikarenakan di siang hari janin tidur dan ketika malam hari ia bangun.

Agar ibu tidak terbangun karena tendangan yang dilakukan oleh janin, ibu bisa mengajak bayi bermain sebelum akhirnya ia tidur. Berilah sentuhan dan ajaklah bayi berkomunikasi. Ketika sudah saatnya tidur, ibu bisa memutarkan musik dengan nada rendah. Musik seperti ini sangat bagus sekali untuk perkembangan bayi di dalam kandungan, terutama perkembangan otak.

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Google Plus

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *