Tiga Tipe KEP Yang Bisa Dialami Oleh Balita

kekurangan nutrisi balita
www.ibudanbalita.com

Ada berbagai jenis masalah yang dialami oleh balita. Namun, dari sekian banyak masalah kesehatan tersebut, KEP menjadi masalah yang perlu untuk mendapatkan perhatian khusus.

Alasannya sangat sederhana. Kini, semakin banyak balita yang mengalami hal ini.

Untuk lebih jelasnya, ibu bisa baca penjelasan berikut ini.

Apa itu KEP?

Ibu pasti sudah mengetahui hal ini. Hanya saja, ibu mungkin kurang familiar dengan bahasa medisnya.

KEP merupakan kepanjangan dari kurang energi protein. Ibu tahu kan apa yang bisa terjadi jika balita kekurangan protein?

Kasus busung lapar yang terjadi di berbagai daerah terpencil merupakan bentuk dari masalah KEP pada balita. Meskipun pemerintah menyediakan fasilitas kesehatan yang semakin lengkap, ternyata masalah ini tidak kunjung terselesaikan.

Penyebab KEP

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, KEP merupakan masalah di mana balita kekurangan asupan protein. Hal ini ternyata tidak hanya disebabkan orang tua yang miskin sehingga tidak bisa memenuhi kebutuhan makanan yang mengandung protein.

Selain itu, masalah ini selalu ada disebabkan juga karena rendahnya kesadaran masyarakat. Lihat saja berapa banyak ibu yang memberikan ASI ekskusif. Jumlahnya cukup memprihatikan. Padahal, yang paling penting bayi mendapatkan ASI sampai usia 6 bulan.

Belum lagi dengan menu MPASI yang diberikan. Banyak orang tua yang asal-asalan memberikan menu MPASI. Asalkan si kecil suka, mereka memberika menu makanan tersebut. Sementara itu, mereka tidak memperhatikan apakah kandungan proteinnya cukup atau tidak.

Apalagi kesadaran memberikan susu. Banyak orang tua yang tidak memberikan susu lantaran mereka merasa anaknya sudah balita. Jadi sudah tidak perlu. Padahal, susu merupakan sumber protein. Dengan memberikan susu Frisian Flag, berarti ibu sudah memberikan protein dengan takaran yang dibutuhkan oleh balita setiap hari.

Namun, KEP itu tidak hanya ditandai dengan busung lapar lho bu. Ada tiga tipe KEP yang harus ibu ketahui.

Tiga Tipe KEP

  1. Marasmus

Ini merupakan salah satu tipe KEP di mana balita memiliki tubuh yang cenderung kurus daripada balita normal seusianya. Bisa dikatakan balita yang mengalami hal ini memiliki berat badan yang jauh di bawah normal.

Namun, tidak itu saja yang perlu dikhawatirkan. Marasmus ini membuat balita mudah sakit lantaran mudah sekali diserang virus atau bakteri. Tanda-tanda yang bisa dilihat dari luar seperti rambut menipis dan mudah rontok.

  1. Kwashiorkor

Berbeda dengan tipe yang sebelumnya. Kwashiorkor membuat balita terlihat gemuk. Hal ini disebabkan adanya pembengkakan pada bagian tubuh tertentu.

  1. Kwashiorkor Marasmus

Inilah yang sering disebut oleh masyarakat umum sebagai busung lapar. Jadi, perut balita terlihat buncit namun si kecil merasa lemas lantaran tidak mendapatkan cukup energi.

Setelah ibu tahu tiga tipe KEP seperti yang dijelaskan tersebut di atas. Setidaknya kini timbul kesadaran bawasannya penting sekali memberikan menu makanan dengan kandungan protein yang sesuai dengan kebutuhan.

Tidak sulit lho mencukupi kebutuhan protein balita. Di Indonesia, banyak sekali jenis makanan atau minuman yang mengandung protein. Sudah dijelaskan di www.ibudanbalita.com tentang sumber protein yang baik untuk balita.

Yang pasti, balita ibu harus mengkonsumsi susu balita setidaknya dua kali sehari. Itu sudah cukup untuk memastikan si kecil berkembang secara normal. Namun, tetap saja ibu harus perhatikan menu makanan setiap hari. Jangan sampai si kecil mengalami salah satu tipe KEP.

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Google Plus

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *