Tips Mendidik Anak agar Ia Semangat Tanpa Harus Disogok

tips mendidik anak
Friso Indonesia

“Susah sekali ya mengajak anak agar giat belajar”. Mungkin itu salah satu kalimat yang sering sekali diucapkan orang tua. Mungkin saja ibu juga memiliki masalah yang sama. Anak susah sekali jika diminta untuk belajar. Padahal, ibu sudah berbusa-busa mengatakan bawasannya belajar itu untuk masa depannya sendiri.

Pada akhirnya, kebanyakan orang akan memberikan “sogokan” kepada anak mereka agar mau belajar. Ada yang berjanji memberikan sepeda baru jika rangking satu. Ada juga yang akan mengajaknya berwisata ke Disney Land jika mendapatkan nilai terbaik di salah satu mata pelajaran. Semua itu tidak lain hanya untuk memotivasi anak agar rajin belajar.

Padahal, itu bukanlah cara mendidik anak yang baik. Memberikan sogokan tak ubahnya memberikan obat yang candu. Anak ingin lagi dan lagi. Jika tidak mendapatkan, maka ia akan berontak.

Oleh sebab itu, ibu sebagai orang tua tidak boleh lagi menerapkan cara seperti itu. Ada prinsip-prinsip dasar di dalam tips mendidik anak di mana sogokan tidak menjadi bagian dari prinsip tersebut.

Lalu, pertanyaannya adalah apakah ada cara efektif mendidik anak agar ia mau belajar dengan giat tanpa harus memberikan sogokan? Jawabannya “ada”. Berikut beberapa tips yang bisa ibu pratekkan.

Menjadi Contoh

Apakah ibu ingin sekali anak ibu rajin belajar? Ibu harus mencontohkan terlebih dahulu. Ibu harus menunjukkan bawasannya ibu juga rajin belajar. Pastikan ibu membuat jadwal membaca buku setiap hari. Walaupun ibu sangat sibuk dengan urusan pekerjaan, ibu sebaiknya meluangkan waktu untuk membaca buku dan pastikan anak ibu melihatnya.

Sesekali ibu bisa mengajak anak ibu untuk membaca bersama di ruang keluarga. Matikan TV dan ciptakan suasana yang menyenangkan agar ibu dan anak ibu betah membaca.

Ibu juga bisa mengajak anak berdiskusi seputar buku yang dibaca. Itu cara yang paling tepat untuk belajar. Berdiskusi dengan orang tua akan membuat proses belajar anak tidak tegang. Dan pelajaran akan diserap lebih mudah.

Berikan Pujian, Bukan Sogokan

Jika sejak awal ibu sudah terbiasa memberikan sogokan agar anak ibu mau melakukan sesuatu, maka hal tersebut harus ibu lakuan terus menerus hingga anak ibu dewasa nanti. Pertanyaannya, sampai kapan ibu akan bertahan?

Dan bagi anak yang sering mendapatkan sogokan, mereka cenderung menjadi anak yang pemalas. Karena ia melakukan sesuatu hal karena imbalan, bukan karena keinginan sendiri. Ketika dewasa nanti, ia akan menjadi anak yang tidak kreatif. Ia cenderung bergerak jika ada dorongan.

Akan lebih baik jika ibu menerapkan cara mendidik anak dengan cara memberikan pujian. Jika anak ibu suka belajar matematika, berikan motivasi kepada anak dengan cara menunjukkan betapa bangganya ibu memiliki anak yang suka matematika. Saat ia juara di salah satu kompetisi matematika, ibu bisa memajang foto kemenangannya di ruang keluarga. Katakan pada anak ibu bawasannya ibu ingin melihat lebih banyak lagi foto di ruang keluarga.

Memberikan pujian dengan cara yang tepat menjadi cara mendidik anak yang tepat agar ia terus termotivasi untuk menjadi pribadi yang lebih baik. Ia akan semakin rajin belajar karena tumbuh keinginan untuk belajar dari dalam diri sendiri, bukan karena sogokan.

Jika ibu masih mempraktekkan tips mengasuh anak dengan cara memberikan sogokan, ibu harus segera hentikan. Karena hal tersebut jelas tidak baik untuk masa depan anak nanti.

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Google Plus

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *