Tips Mendidik Anak agar Si Kecil Menemukan Bakatnya

tips mendidik anak
Friso Indonesia

Setiap orang tua pasti ingin sekali menjadikan anaknya berbakat di bidang tertentu. Di era kompetisi yang semakin ketat seperti saat ini, sudah tidak zamannya seorang anak bisa segala hal namun setengah-setengah. Lihat saja banyak orang hebat yang ternyata sejak kecil diasuh oleh orang tua mereka masing-masing agar fokus terhadap satu bakat. Lionel Messi menjadi pemain sepakbola hebat karena sejak kecil sudah diketahui bahwa bakatnya memang bermain sepakbola.

Jadi, apakah ibu sebagai orang tua masih ingin anak ibu berprestasi di segala bidang? Tentu saja bukan tidak mungkin satu anak berprestasi di semua bidang. Akan tetapi, agar benar-benar 100%, maka sebaiknya ibu mengarahkan si kecil untuk mengasah apa yang menjadi bakatnya.

Oleh sebab itu, ibu harus tahu konsep parenting, yaitu tentang bagaimana mengarahkan sang buah hati untuk fokus mengasah bakatnya. Berikut beberapa hal yang perlu ibu lakukan.

Tahap Mencari Bakat Si Kecil

  • Membantu Si Kecil Menemukan Bakatnya

Bagaimana caranya? Apa mungkin bakat bisa diketahui saat ia masih balita? Tentu saja bisa. Bahkan, akan lebih baik jika bakat sudah terlihat sejak dini.

Ada beberapa hal yang bisa ibu lakukan. Salah satunya adalah memberikan beberapa stimulus yang berbeda. Contohnya saja, saat si kecil sudah masuk sekolah, coba ibu berikan beberapa permainan yang berbeda seperti permainan berupa alat musik, alat olahraga, dan lain sebagainya.

Lihat mana yang paling ia mainkan. Ketertarikan menjadi kuncinya. Namun, bukan berarti ketika si kecil tertarik berarti ia berbakat ya. Belum tentu lho.

Akan tetapi, yang terpenting ibu sudah tahu hal-hal yang membuat sang buah hati tertarik. Di situlah ada kemungkinan bakat si kecil terhadap bidang tersebut.

  • Menggali Bakat Si Kecil

Setelah ibu mengetahui beberapa hal yang menjadi daya tarik untuk si kecil, ibu bisa memberikan stimulus yang selanjutnya. Galilah bakat si kecil dengan cara membantu mengeksplorasi ketertarikan tersebut. Seperti contoh, saat si kecil suka sekali bermain salah satu alat musik, ibu bisa lebih sering mengajaknya ke acara seni musik. Ibu juga bisa memasukkan si kecil ke program les musik. Jika ada perkembangan yang luar biasa, selamat ya Bu. Ibu sudah menemukan bakat sang buah hati.

Masalah yang Sering Muncul

Mungkin terlihat mudah untuk melakukan pemetaan bakat sang buah hati. Namun, pada prakteknya, ibu akan menemukan beberapa kesulitan. Seperti contoh, si kecil bosan dengan satu hal. Inilah yang sering membuat orang tua ragu sebenarnya si kecil berbakat dalam bidang tersebut atau tidak.

Ada lagi masalah muncul. Si kecil suka dengan banyak hal. Apa ibu perlu memasukkan si kecil ke berbagai jenis les? Tentu saja tidak. Selain memakan banyak biaya, si kecil akan tervorsir. Ia akan lelah dan justru kehilangan kegembiraan bermain.

Oleh sebab itu, akan lebih baik jika ibu meminta pakar psikologi anak yang tahu bagaimana memetakan potensi atau bakat anak. Sementara itu, tugas ibu hanya membantu dan mengamati saja agar potensi yang didapatkan bisa benar-benar di asah.

Terlepas dari itu, ibu juga harus mengajarkan sopan santun kepada anak ya. Banyak sekali anak yang cerdas namun sopan santunnya nol. Degradasi moral pada anak saat ini menjadi isu yang luar biasa. Tidak inginkan anak ibu menjadi pribadi dengan sopan santun yang jelek? Oleh sebab itu, ibu harus menerapkan tips mendidik anak agar ia tumbuh menjadi anak yang sopan dan menghargai orang lain.

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Google Plus

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *