Tips Meningkatkan Softskill untuk Menghadapi Dunia Kerja

SOFTSKILL MENGHADAPI DUNIA KERJA
wolipop.detik.com Dok. Thinkstock

Dalam dunia kerja, kemampuan teknis/hardskill saja tidak cukup, diperlukan softskill berupa kemampuan untuk berinteraksi, bersikap, dan membangun hubungan dengan orang lain sebagai penunjang. Beberapa tips di bawah ini dapat membantu kalian untuk meningkatkan softskill dalam menghadapi dunia kerja dan dapat dipraktikkan sejak kuliah untuk berlatih.

Temuilah orang sebanyak mungkin dan berlatih menyesuaikan diri

Memperluas jejaring sosial via media sosial memang baik, tetapi akan lebih baik lagi jika kalian membangun hubungan dengan bertemu muka. Bertemu muka dengan orang lain memungkinkan kalian lebih dapat melihat dan mempelajari karakteristik orang lain yang terkadang tidak nampak pada percakapan di media sosial. Setelah kalian mengetahui karakteristik orang tersebut sesuaikanlah diri kalian agar dapat bergaul dengan orang tersebut.

Berhemat

Kurangi menggunakan uang untuk mendapatkan hal-hal yang kurang penting. Lebih baik alokasikan uang tersebut untuk menunjang softskill dan penampilan. Memperluas hubungan dengan orang lain terkadang membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Pada beberapa kesempatan kalian perlu mengeluarkan biaya untuk membeli pakaian hingga sekedar makan-makan. Lagipula, perusahaan pasti menginginkan karyawan yang berpenampilan rapih dan tidak kucel bukan?

Bertahanlah pada pekerjaan pertama

Bukan berarti kalian tidak boleh berpindah perusahaan selama sisa hidup kalian, tetapi penyesuaian diri saat pertama kali bekerja biasanya ialah yang paling berat. Bertahan pada pekerjaan pertama kalian selama 2-3 tahun dapat menunjukkan kemampuan kalian untuk menghadapi tantangan. Setelah kurun waktu tersebut, apabila ada peluang yang lebih baik, ambil saja.

Tunda menikah

Mumpung masih muda, kondisi tubuh dan pikiran masih baik, pergunakanlah untuk membangun karier dan masa depan. Bersabarlah menunggu waktu yang tepat, kondisi mental dan psikologi matang, serta calon pasangan yang sesuai agar hasil yang didapat memuaskan. Selain itu, biaya untuk membangun sebuah keluarga baru dan membesarkan anak semakin tinggi. Pikirkanlah banyak aspek sebelum mengambil keputusan. Ingatlah, waktu tidak dapat diulang, maka pergunakan sebaik-baiknya.

Kuasai seni memasarkan diri

Hal-hal kecil yang sering terlewat, terkadang dapat menjadi faktor penentu di dunia kerja. Mulai dari cara berpakaian, cara berjabat tangan, hingga cara berkomunikasi perlu diperhatikan. Kalimat perkenalan diri seperti “nama saya A. Saya tinggal di jalan B” lebih baik diganti.

Perusahaan memang tidak mensyaratkan karyawannya harus cantik maupun ganteng, tetapi biasanya ada syarat berpenampilan menarik. Berpenampilan menarik di sini maksudnya rapih dan sesuai kondisi yang dihadapi. Jika kamu seorang teknisi lapangan, saat bekerja tidak mungkin menggunakan rok bukan? Atau saat melamar kerja, pakaianmu sudah sempurna, tetapi rambutmu seperti tidak disisir. Kira-kira perusahaan tempatmu melamar kerja berpikir kembali untuk menerimamu sebagai karyawan tidak?

Selain itu, sesuaikanlah gaya bicaramu dengan lawan bicara dan lihatlah matanya saat kalian berkomunikasi agar terkesan menghargai dan percaya diri. Jika kamu hilang arah saat pembicaraan, lebih baik tundalah berbicara, dengarkan saja dahulu pembicaraan lawan bicaramu, kemudian pikirkanlah apa yang sebaiknya kamu ucapkan berikutnya.

Jangan datang dengan tangan kosong

Seperti saat ada tes di sekolah maupun kuliah, kebanyakan mahasiswa/i mempersiapkan diri untuk mengerjakan tes dengan baik, begitu pula saat bekerja. Persiapkan diri kalian untuk menghadapi tantangan di pekerjaan ataupun mencari referensi agar komunikasi berjalan lancar dan selaras dengan tujuan.

Jangan lupa janji dan selalu datang on-time

Janji yang belum ditepati ialah hutang. Apabila kalian mudah melupakan, sebaiknya buatlah catatan akan hal-hal yang kalian janjikan. Selain itu, datang on-time menunjukkan bahwa kalian menghargai lawan bicara dan berkomitmen dengan pekerjaan. Bagi kalian yang tidak suka menunggu, kalian tentu tahu bagaimana rasanya saat menunggu bukan? Maka, jangan membuat orang lain menunggu

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Google Plus

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *