Tips Merawat Bayi Menurut Riwayat Rasulullah dan Pandangan Ilmu Pengetahuan

tips merawat bayi
www.ibudanbalita.com

Umat muslim sedang sibuk – sibuknya menyiapkan bulan kemenangan yang akan datang sebentar lagi. Apakah ada acara yang lebih baik lagi daripada mendalami ilmu agama guna mempersiapkan amalan nantinya. Islam sendiri tidak pernah mengada – ngada, setiap ajaran di dalamnya selalu mengandung manfaat apabila diartikan dengan baik, bahkan Islam sudah menyediakan tips merawat bayi yang bisa diikuti oleh siapa saja, baik umat muslim maupun non muslim.

Rasulullah selalu memberi contoh, baik buruk maupun baik. Bukan menjelekkan rasul, akan tetapi Rasul sebagai panutan memberi pelajaran dari semua sisi. Seperti surat Abasa yang menegur Rasul saat dirinya bermuka masam pada Abdullah Ummi Maktum r.a, dimana pelajaran bahwa bermuka masam bukan hal yang patut ditunjukkan pada orang yang ingin belajar.

Kembali pada perawatan malaikat kecil ayah bunda, Beragam riwayat, berdasarkan pengalaman para sahabat, dan orang – orang yang Alhamdulilah, puji syukur kepada Allah, hidup dan sempat mendapati rasul dalam hidupnya, juga menggambarkan cara merawat bayi. Ditambah penjelasan lebih lanjut dari sudut pandang ilmu pengetahuan alam (IPA) mengenai cara – cara Rasul yang akan disampaikan di bawah ini.

  1. Seorang bayi sebaiknya tidak digendong ataupun dibawa pergi berjalan – jalan sampai ia berusia tiga bulan atau lebih. Hal ini dikarenakan bayi yang ‘fresh from the womb’ atau baru saja keluar dari rahim ibu, masih sangat lemah dan daya tahan tubuhnya belum kuat.

    Secara pengetahuan, memang bayi baru lahir sangat rentan pada penyakit. Bahkan tulangnya saja belum siap untuk menopang dirinya sendiri.

  2. Bayi seharusnya meminum air susu ibu saja sampai gigi pertamanya tumbuh. Sebelum gigi pertama muncul, perut bayi cukup lemah dan belum mampu mencerna makanan dengan maksimal. Ketika gigi bayi sudah muncul, pencernaan lebih kuat dan mampu makan beragam jenis hidangan. Kendati demikian, tetap ingat untuk perlahan dalam mengenalkan berbagai hidangan untuk si kecil.

Apabila mampu, dan mau, bayi sebaiknya diberi air susu bunda sampai dengan umurnya dua tahun. Jika perempuan (ibu) merasa bayi sudah siap melepas sesi menyusui maka berikan makanan padanya secara perlahan. Terlalu memaksa anak terbiasa dalam satu hentakan hanya menimbulkan kerusakan dalam tubuh anak.

Menurut ilmu pengetahuan, dan organisasi kesehatan dunia (WHO atau World’s health organization) sangat mendukung pemberian Asi ekslusif. Madsud dari air susu ibu ekslusif adalah pemberian Air susu secara konsisten tanpa penambahan makanan apapun.

Sedangkan, pada usia bayi yang siap makan, maka orang tua bisa memberikan makanan pendamping asi (MPASI). MPASI memudahkan bayi menerima beragam makanan serta memudahkan transisi air susu ibu ke makanan padat. Inilah yang dimadsud dapat menimbulkan kerusakan dalam tubuh anak dalam agama Islam.

  1. Lindungi anak dari segala sesuatu yang menganggu pikirannya. Suara mengerikan, adegan kekerasan, dan gerakan yang tidak sesuai norma. Dari segi ilmu pengetahuan, ada sesuatu yang dinamakan traumatis. Traumatis tidak melulu harus berupa hal besar, bahkan hal kecil sekalipun seperti adegan kekerasan dalam film bisa menganggu masa kecilnya.

Banyak kasus, bayi mendapati mimpi buruk disebabkan oleh kejadian yang ia lihat tanpa orang dewasa sadari. Pertengkaran antar anggota keluarga bisa merusak mental bayi sebelum jiwanya matang. Bisa ditebak, bayi sangat membutuhkan lingkungan yang cukup mendukung tidak hanya secara fisik namun juga mental.

  1. Salah satu hal yang anak paling butuhkan adalah perhatian khusus pada tindak tanduk moral. Dia bisa saja tumbuh sebagaimana orang yang membesarkannya, seperti apa pola didikan semasa kecil.

    Apabila sejak kecil seorang bayi dibesarkan dengan kemarahan, kebencian, terbawa keinginan hawa nafsu, kebodohan, dan rakus, maka karakter buruk itulah yang melekat. Banyak orang berperilaku jahat dan penuh kebencian karena bagaimana dirinya dibesarkan semasa kecil, bagaimana lingkungan dan karakter orang yang membesarkannya.

    Cara membesarkan yang satu ini sebetulnya sudah sangat umum di kalangan psikolog modern. Keterkaitan antara pertumbuhan masa kecil dengan karakter saat seseorang dewasa berhubungan sangat erat. Banyak kriminal kelas kakap seperti koruptor, sampai criminal kelas ikan teri seperti pencuri ayam didasari oleh masa kecilnya. Bagaimana individu dibesarkan.

  2. Riwayat Al – Bukhaari:
    Abu moosa berkata, “Aku mendapat bayi laki – laki dan kubawalah pada Rasulullah SAW. Beliau memberi nama pada bayi saya, Ibraaheem, dan memberinya potongan kurma. Lantas, beliau berdoa kepada Allah agar bayiku diberkahi, dan memberikannya kembali padaku”

Pada jaman itu, memberi kurma atau makanan manis lain pada bayi disebut tahneek. Suatu kebiasaan yang terlihat ‘aneh’ bagi mereka yang tidak paham. Ilmu pengetahuan awalnya tidak memandang tahneek sebagai hal penting sampai suatu riset kesehatan dilakukan.

Sebuah penelitian di Lancet, menyebutkan menaruh makanan manis dalam mulut seorang bayi baru lahir akan mencegah kerusakan pada otak. Berdasarkan hasil penelitian di Selandia Baru dengan melibatkan dua ratus empat puluh dua bayi berhasil menemukan kesimpulan tersebut. Bahkan satu dari 10 bayi yang baru lahir beresiko kekurangan gula yang bisa berujung kematian.

Metode yang sangat murah dan mudah ini telah disampaikan Rasulullah sejak seribu empat ratus tahun lamanya. Harapannya dunia medis termasuk Indonesia menetapkan metode atau bahkan meneliti lebih lanjut. Kalaupun tidak, ayah dan ibu bisa langsung praktek. Tips merawat bayi Lebih lanjut, buku Tuhfat al-Mawdood bi Ahkaam al-Mawlood tulisan Dokter Imam Ibn Qayyim al-Jawziyyah.

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Google Plus

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *