Tips Senam Ibu Hamil 9 Bulan Aman Tentram

Senam Ibu Hamil 9 Bulan
Source: Baby Centre

Senam ibu hamil 9 bulan, suatu kegiatan yang mengundang kontroversi. Perut bunda yang kian hari membesar ditambah kemungkinan ketuban bisa pecah kapan dan dimana saja menjadikan senam sedikit mengkhawatirkan. Namun, medis mendukung keputusan bunda yang tetap ingin olah tubuh sampai dengan hari persalinan tidak menghalangi banyak perempuan untuk tetap datang ke pusat kebugaran.

Gaya hidup sehat menuntut manusia turun dari ranjang lantas mencari kegiatan supaya tetap aktif. Masalahnya, tidak banyak orang terlalu yakin mengenai hubungan olah raga dan kesehatan selama mengandung. Padahal, secara kesehatan manfaat olah raga sebelum persalinan cukup mengesankan. Sebagai contoh, rajin olah tubuh di kala mengandung bisa membuat bunda tetap bugar, mengurangi waktu persalinan dan memudahkan keluarnya buah hati tanpa rasa sakit yang berlebih.

Perlu diketahui, segala sesuatu yang bermanfaat akan mengundang bahaya tanpa ilmu pengetahuan yang tepat. Keamanan senam ibu hamil seharusnya dipertanyakan lebih lanjut sebelum menelan mentah – mentah apa kata orang. Nah, tenang saja, pada artikel ini akan dijelaskan lebih lanjut tips senam ibu hamil agar sesi olah raga tetap menyenangkan namun janin tetap bahagia sampai hari dimana saatnya si kecil keluar dari persembunyian.

1. Kurangi tingkat ekstrem
9 bulan ibu mengandung, sungguh tak sabar rasanya. Mendengar manfaat kehamilan berupa kemudahan bersalin sudah pasti membakar semangat supaya makin giat berolah tubuh. Kadangkala, bukan begitu madsudnya. Justru, pembatasan pemilihan olah raga akan diperlukan.

Lari, angkat beban, sampai dengan bersepeda pasti sangat menyenangkan. Pecinta olah raga manapun akan paham bagaimana segarnya bangun di pagi hari usai berolah raga hingga tubuh tak kuasa berdiri. Ingat, sekarang bunda sedang mengandung dan sedikit lagi bersalin, jangan sampai memaksakkan diri dengan olah raga ekstrem yang bisa membahayakan janin.

Tubuh secara otomatis mempersiapkan persalinan. Rasa rileks di bagian pinggul dan kemaluan bertujuan untuk memastikan bayi bisa keluar dengan mulus tanpa hambatan. Bak duduk santai di pantai lalu datang tsunami, seperti itulah gambaran tubuh yang sedang mengandung dan dipaksa berolah raga terlalu berat.

“Berat kan relatif !” ya, memang tingkat berat atau ekstrem tergantung masing – masing individu. Beberapa orang bisa saja menganggap angkat beban dua ratus kilo itu biasa, ada pula yang berpikir hal itu mustahil baginya. Pemilik tubuh sendiri jangan terlalu mengambil resiko meskipun sudah ‘pakar’ dalam berolah raga sekalipun.

2. Sedia air putih dimana saja

Mari memahami kinerja tubuh. Segala sesuatu yang masuk ke dalam tubuh selalu yin dan yang, ada sisi baik dan buruk, tinggal bagaimana tubuh memilah kedua sisi tersebut. Tiap kali ada makanan masuk, tubuh secara otomatis memisahkan antara racun dengan nutrisi sehingga setoran yang didapat memang maksimal. Sisa kandungan dalam makanan akan dibuang oleh tubuh.


Dalam dunia manusia, pembuangan dilakukan ke tong sampah, untuk kemudian diolah kembali, begitu pula dengan tubuh. Secara garis besar ada 3 cara mengeluarkan ‘sampah’ dari dalam badan yakni buah air besar, buang air kecil, dan keringat.

Olahragawan pasti familiar dengan keringat. Subtansi lengket nan bau ini ternyata sangat berguna dalam menjaga kesehatan ibunda. Pemanfaatan waktu efektif dengan olah raga memicu pengeluaran racun melalui keringat, meskipun itu artinya kadar air terus menurun seiring dengan keluarnya keringat.

Tubuh manusia terdiri dari delapan puluh persen lebih air. Sahabat sejati manusia untuk memastikan jantung tetap berdetak adalah air, sehingga dehidrasi musuh bagi banyak mahluk hidup. Beberapa penelitian menunjukkan, mahluk hidup mampu bertahan hidup lebih lama tanpa makan namun akan berpulang ke rumah tuhan kalau tidak mendapat air minum.

Sesi olah raga penuh semangat kadang bikin lupa diri untuk menengak air. Ingat, olahraga bisa menyenangkan atau membawa bahaya dalam diri anda. Kalau memang haus, segera minum dan jangan menunda – nunda. Sediakan paling tidak satu liter air yang wajib habis selama sesi olah raga maupun pasca bergerak aktif. Jangan menunggu kepala pusing dan badan lemas baru menyesal.

3. Konsultasi
Pembagian anggaran tiap datang gaji bulan umumnya tidak lagi sekedar makan dan merawat kondisi rumah namun juga kesehatan. Kehamilan menuntut bunda menghadap dokter sesering mungkin, dengan demikian ayah dan bunda bisa tahu apa yang harus dilakukan. Biaya konsultasi yang tidak murah tentu menuntut bunda untuk memanfaatkan waktu dengan optimal. Tanyakan mengenai olah raga yang bisa bunda lakukan berbasis kondisi saat ini.

4. Sadar diri

Janin mengambil sebagian besar kekuatan ibu. Oksigen, dan aliran darah berfokus lebih lama untuk janin dibanding pemilik tubuh sendiri. Tak jarang, bunda merasa lebih cepat lelah dan kehabisan nafas saat berolah raga di trimester ketiga.


Manusia secara naluri selalu ingin berkembang. Rasa malu menyelimuti diri bila tidak bisa lebih baik dari kemarin. Kadang bunda merasa heran kenapa dari hari ke hari, perkembangan olah tubuh bukan semakin berat namun malah semakin ringan. Ingat, bunda sedang membawa manusia dalam tubuh, penolakan akan aktivitas yang terlalu berat sudah wajar terjadi.

Kesalahan terbesar yang dilakukan banyak perempuan hamil adalah memaksakkan diri. Entah faktor percaya atau terlalu ambisius, yang jelas keputusan keliru akan berakibat sangat fatal. Mata berkunang – kunang, perut terasa ngilu, atau rasa dihantam di kepala berarti sinyal tubuh supaya senam ibu hamil 9 bulan hari ini disudahi saja, jangan menolak atau berspekulasi soal kondisi tubuh.

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Google Plus

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *