Toleran Sebagai Tanda Keberhasilan Pendidikan Karakter Anak

pendidikan karakter pada anak
www.ibudanbalita.com

Ukuran keberhasilan pendidikan karakter anak terlalu luas. Namun, setidaknya toleran menjadi salah satu tanda jika sistem pendidikan tersebut berhasil. Apalagi sekarang ini toleransi menjadi hal yang sangat penting dalam kehidupan bermasyarakat dengan berbagai keragamannya. Dan Anda sebagai orang tua wajib mengajarkan agar si kecil mengerti apa itu toleransi.

Dalam hal ini, Anda tidak perlu mengajarkan pengertian atau istilah toleransi. Yang perlu Anda lakukan adalah mengajarkan secara nyata kepada si kecil bagaimana sikap toleran kepada orang lain.

Lebih Sering Mengajak Si Kecil Silaturahmi

Jangan sepelekan hal ini. Mengajak silaturhmi tidak hanya membiasakan si kecil agar mudah bersosialisasi dengan orang lain, terutama orang yang baru saja dikenal. Ini juga sebagai langkah yang tepat untuk mengapalikasikan pendidikan karakter pada anak. Dengan mengajak si kecil bersilaturahmi, ia akan tahu karakter orang yang berbeda dengan karakater orang tua yang selama ini ia temui setiap hari.

Akan lebih baik lagi jika Anda mengajak si kecil untuk berkunjung ke rumah tetangga, saudara, atau teman yang memiliki anak di mana background keluarga berbeda, entah itu beda budaya, suku, atau agama. Ini akan memupuk toleransi pada diri anak. Ia sejak dini terbiasa untuk bersosialisi dengan orang yang beda dengan keluarga.

Memilihkan Sekolah Yang Hiterogen

Tentu tidak salah jika Anda memilihkan sekolah yang berbasis agama. Banyak orang tua yang memilihkan sekolah dengan kriteria seperti ini. Tujuannya jelas. Anak tidak hanya cerdas dalam hal akademis tapi juga dalam hal agama.

Namun, ada konsekuensi yang harus Anda ambil ketika Anda memilihkan sekolah berbasis agama. Di sekolah tersebut, tentu saja semua anak memiliki agama yang sama. Anak tidak terbiasa berinteraksi dengan anak yang berbeda agama.

Alangkah lebih baik jika Anda memilihkan sekolah yang hiterogen. Artinya, anak-anak yang sekolah di sekolah tersebut mungkin beragama beda, berasal dari suku yang berbeda, memiliki warna kulit berbeda, dan lain sebagainya. Semakin hiterogen, maka itu menjadi lebih baik. Namun, Anda juga harus memastikan anak bisa berinteraksi dengan anak-anak yang lain di sekolah tersebut. Anda harus ajarkan bawasannya meskipun ia berbeda dengan anak yang lain, pada dasarnya mereka sama.

Meskipun demikian, keputusan tetap ada di tangan Anda, apakah memilihkan sekolah berbasis agama yang cenderung homogen atau sekolah yang hiteregen. Yang pasti, pendidikan karakter untuk anak bisa langsung diterapkan dan dipratekkan di sekolah yang hiterogen.

Berwisata Ke Tempat Yang Berbeda

Jika selama ini Anda sering mengajak si kecil berlibur di kebun binatang, taman pintar, atau ke pantai, Anda bisa coba ajak si kecil berlibur ke lokasi wisata yang menawarkan budaya yang berbeda. Contohnya saja Bali. Di Bali, banyak sekali tempat wisata yang berupa bangunan bersejarah dan juga bangunan yang digunakan untuk beribadah. Tidak jarang juga ada pertunjukkan tari-tarian Bali yang merupakan ritual para pemeluk agama hindu.

Dengan mengajak akan berwisata di tempat seperti ini, tidak hanya kesenangan yang akan didapatkan. Si kecil juga tahu ada masyarakat yang sangat berbeda dengan dirinya. Ia tidak hanya mendengar atau membaca dari buku tentang perbedaan tersebut, tapi menyaksikan sendiri secara langsung.

Terlepas dari itu semua, percuma saja jika Anda tidak mampu memberikan contoh. Pendidikan karakter anak bisa dengan mudah diajarkan jika ada contoh. Anda harus memperlihatkan kepada si kecil bagaimana Anda berinteraksi dengan tetangga atau teman yang kebetulan berbeda agama, misalnya. Dengan demikian, anak bisa lebih mudah mencontoh seperti apa yang Anda lakukan.

Saat masih kanak-kanak, anak suka sekali meniru apa yang orang dewasa lakukan, bukan? Oleh sebab itu, tidak salah jika ibu menjadi contoh yang baik, terutama di dalam hal toleransi antar sesama.

Pendidikan karakter tentu saja tidak hanya berkutat masalah toleransi saja. Pada intinya, pendidikan inilah yang dibutuhkan oleh anak agar bisa tumbuh menjadi orang yang baik. Jadi, bukan hanya toleransi saja. Anak harus bisa menjadi pribadi yang bertanggungjawab, misalnya.

Di satu sisi, Anda juga tidak boleh mengesampingkan pendidikan yang berbasis intelektual. Untuk yang satu ini, perkembangan saraf atau otak harus diperhatikan. Ibu harus memberikan makanan yang bergizi. Selain itu, berikan susu Frisian Flag yang mengandung kandungan nutrisi untuk perkembangan otak si kecil.

Stimulus dari luar juga diperlukan. Untuk mencerdaskan otak anak, diperlukan permainan kreatif dan edukatif yang bisa membuat anak kreatif dan cerdas. Kedua hal ini (nutrisi dan stimulus) dari luar harus dilakukan secara bersamaan.

Agar Anda lebih tahu mengenai bagaimana cara mengoptimalkan perkembangan anak, Anda bisa baca penjelasan dari ahlinya di situs Ibu dan Balita. Ada banyak sekali ilmu yang bisa ibu pelajari dan pratekkan dari situs tersebut. Parenting menjadi ilmu yang harus Anda kuasai jika ingin menjadi orang tua yang tepat untuk anak. Parenting sangat menentukan bagaimana anak ibu tumbuh dewasa nanti.

Tidak hanya itu saja. Di situs www.ibudanbalita.com, Anda bisa berkonsultasi dengan pakar perkembangan anak. Konsultasi dilakukan secara online. Jadi, Anda tuliskan saja pertanyaan yang ingin Anda tanyakan. Pakar perkembangan anak akan segera merespon pertanyaan Anda tersebut. Anda bisa bertanya tentang bagaimana mengoptimalkan perkembangan anak. Atau Anda juga bisa bertanya secara langsung tentang pendidikan karakter anak.

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Google Plus

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *