Trauma Menghambat Tumbuh Kembang Balita? Ini yang Harus Orang Tua Lakukan

tumbuh kembang balita
Friso Indonesia

Tumbuh kembang balita akan sangat terganggu saat ia mengalami trauma. Terlepas apa yang menyebabkan si kecil trauma, hal tersebut akan membuat ia sudah untuk berkembang. Perkembangannya akan jauh tertinggal jika dibandingkan dengan balita lainnya yang tidak mengalami trauma.

Oleh sebab itu, sebagai orang tua, ibu harus tahu apa tanda-tanda bahwa si kecil mengalami trauma. Dalam ini, ibu harus jeli melihat apa yang terjadi terhadap sang buah hati. Selain itu, ibu juga harus mencari tahu apa yang harus dilakukan untuk mengatasi trauma pada balita. Pasalnya, trauma yang dialami sangat berpengaruh terhadap perkembangan balita.

Beberapa Tanda Trauma Pada Balita

Memang sulit untuk menentukan apakah balita mengalami trauma atau tidak. Apalagi sering sekali orang tua menganggap trauma yang dialami balita itu seperti rasa takut. Jadi, mereka menganggap si kecil takut terhadap sesuatu padahal ia mengalami trauma yang luar biasa.

Perbedaan yang mencolok antara trauma dan rasa takut itu pada waktunya. Umumnya, trauma itu disebabkan oleh hal yang sifatnya cepat. Sementara itu, rasa takut itu dirasakan oleh balita selang beberapa waktu.

Contoh sederhananya seperti ini. Balita ibu pernah jatuh saat mulai belajar jalan. Tentu jatuh tidak berlangsung lama. Namun, karena ia trauma, ia tidak mau lagi diajak belajar jalan.

Dari contoh tersebut, jelas bukan bahwa trauma pada balita sangat mengganggu tumbuh kembang balita? Itu belum trauma yang lain seperti trauma terhadap rumah sakit, trauma karena kekerasan, trauma bencana alam, dan lain sebagainya.

Kunci Mengatasi Trauma Pada Balita

Sebenarnya, kunci agar si kecil tidak trauma lagi sehingga tumbuh kembang anak optimal kembali adalah dengan membuatnya nyaman. Semakin ibu bisa membuat nyaman, maka trauma akan hilang.

Saat si kecil tidak mau lagi belajar jalan karena trauma sudah pernah jatuh, maka ibu harus pelan-pelan memberikan rasa nyaman agar ia mau lagi belajar jalan. Ibu bisa membelikan alat bantu jalan seperti baby walker atau moonwalk walaupun alat bantu seperti itu tidak begitu direkomendasikan. Namun, untuk tujuan memberikan kenyamanan sehingga si kecil tidak trauma lagi, maka tidak masalah jika ibu membelikan alat bantu jalan tersebut.

Jika balita ibu sudah bisa diajak untuk berbicara, ibu juga perlu memberikan nasehat. Bicara kepada si kecil secara perlahan. Jika ia trauma dengan dokter, katakan kepada si kecil jika sakit maka harus ke dokter karena hanya dokter yang bisa menyembuhkan sakit. Dengan demikian, ia akan mengerti. Yang pasti, jangan paksa si kecil untuk ke dokter. Berikan kenyamanan agar ia berani lagi untuk pergi ke dokter.

Terapi Trauma Balita

Jika ibu merasa trauma yang dialami oleh si kecil berpengaruh sekali terhadap tumbuh kembang balita, sebaiknya ibu segera membawa si kecil ke psikiater anak. Karena psikiater akan menerapkan metode terapi trauma yang akan membebaskan si kecil dari trauma.

Akan tetapi, jika ibu sudah bisa mengatasinya sendiri dengan memberikan kenyamanan, maka ibu tidak perlu membawanya ke psikiater anak. Sayangnya, beberapa trauma yang berat seperti trauma karena bully dan bencana alam membutuhkan bantuan seorang psikiater anak.

Yang pasti, ibu harus mengetahui tanda-tanda si kecil mengalami trauma. Lakukan apa yang seharusnya ibu lakukan. Minta bantuan psikiater jika trauma yang dialami si kecil berkepanjangan dan berpegaruh terhadap tumbuh kembang balita.

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Google Plus

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *