Tumbuh Kembang Balita Tanpa Seorang Ayah

Peran Ayah
huffingtonpost.com

Judul tulisan ini, yaitu tumbuh kembang balita tanpa seorang ayah bukan hanya berarti anak yang tumbuh hanya bersama seorang ibu karena kedua orang tuanya bercerai. Ini juga bisa diartikan bagaimana perkembagan balita yang tidak diperhatikan oleh seorang ayah.

Saat ini, banyak ayah yang akhirnya tidak memiliki waktu untuk bercengkerama dengan anaknya. Hal ini sering disebabkan oleh tuntutan pekerjaan. Bisa saja keluarganya lengkap dan tinggal bersama. Akan tetapi, ada ayah yang harus berangkat kerja di pagi hari sementara anak masih tidur. Sementara itu, ia pulang di malam hari ketika anaknya sudah terlelap. Praktis ia hanya memiliki waktu di weekend saja. Itupun jika ia tidak mendapatkan tugas keluar kota dari kantor atau harus lembur.

Sayangnya, hal ini pun bisa saja terjadi pada seorang ibu. Pasalnya, banyak ibu yang sekarang menjadi wanita karir. Hampir semua waktnya sama seperti yang dilakukan seorang ayah, yaitu berada di kantor. Lalu, bagaimana dengan perkembangan balita?

Sudah jelas bagaimana seorang ibu memiliki peran yang sangat penting untuk perkembangan sang buah hati. Hal ini disebabkan keterikatan batin lantaran seorang ibu sudah mengandung 9 bulan. Bisa dikatakan anak lebih kenal dulu dengan daripada ayah.

Akan tetapi, jangan remehkan peran ayah untuk tumbuh kembang anak. Berikut ini beberapa fakta yang membuat setiap ayah harus berusaha meluangkan waktu untuk terlibat dalam proses perkembangan anak.

Kehadiran Ayah Pengaruhi Masa Depan Anak

Ada sebuah penelitian di mana balita yang tumbuh dengan pengasuhan seorang ayah akan menjadi anak yang cerdas. Hal ini disebabkan pengasuhan seorang ayah berpengaruh pada perkembangan kognitif balita. Dan ini akan terasa ketika anak sudah masuk sekolah. Di sekolah, ia lebih menonjol karena ia lebih mudah menyerap pelajaran.

Tentu saja kecerdasan ini tidak hanya dipengaruhi oleh faktor pengasuhan orang tua saja. Faktor nutrisi juga tak kalah penting karena nutrisi lah yang akan membuat perkembangan otak balita baik. Untuk memastikan nutrisi si kecil tercukupi bisa dengan memberikan susu balita sementara stimulus dari luar bisa dilakukan dengan cara keterlibatan seorang ayah untuk tumbuh kembang balita.

Selain mempengaruhi kecerdasan balita, kehadiran seorang ayah juga bisa menumbuhkan rasa percaya diri. Mungkin ini pengaruh dari sosok seorang ayah yang lebih tegas dan keras. Pola asuh yang seperti ini jelas akan mempengaruhi perkembangan anak.

Dan satu hal lagi yang paling penting. Ternyata, asuhan seorang ayah membuat anak terhindari dari gangguan perilaku. Ia mudah mengatasi stres dan rasa khawatir yang berlebihan.

Jadi, seberapa penting peran seorang ayah untuk tumbuh kembang anak?

Ada stigma di masyarakat di mana seorang ayah harusnya lebih banyak berinteraksi dengan anak laki-laki. Mereka menganggap anak laki-laki memang sudah seharusnya diasuh oleh ayah agar ia tumbuh menjadi anak yang tegas dan berani.

Tentu saja hal tersebut tidak salah. Hanya saja, bukan berarti balita perempuan tidak perlu asuhan dari seorang ayah ya. Terlepas apakah balita perempuan atau laki-laki, mereka tetap membutuhkan pengasuhan dari sosok seorang ayah. Tujuannya sama, yaitu agar tumbuh kembang balita sempurna. Ia tidak hanya memiliki kasih sayang dan kelembutan dari seorang ibu tapi juga ketegasan, keberanian layaknya sang ayah.

Porsi Seorang Ayah Dalam Mengasuh

Dari penjelasan di atas, sudah jelas bawasannya ayah harusnya terlibat dalam mengasuh dan mendidik anak. Ini poin yang ingin disampaikan. Jadi, urusan mengasuh anak tidak boleh hanya diserahkan kepada ibu saja. Ayah juga harus terlibat. Apalagi ada sisi positif yang bisa diambil oleh anak jika ayah ikut serta dalam pengasuhan.

Tentu saja bukan berarti seorang ayah harus terus menerus memberikan pengasuhan. Karena seorang ayah memiliki kewajiban untuk mencari nafkah, setidaknya seorang ayah meluangkan waktu untuk bermain bersama dengan anak di waktu akhir pekan.

Untuk menumbuhkan kepercayaan diri anak, seorang ayah sebaiknya mengajak si kecil untuk bermain di luar rumah. Ajak anak untuk berjalan-jalan atau naik sepeda. Ajak juga berkenalan dengan tetangga atau orang-orang baru di sekitar rumah. Dengan demikian, ia akan memiliki keberanian untuk bersosialisasi dengan orang lain.

Tentu saja seorang ayah tidak hanya memiliki pilihan untuk mengasuh dan mengajak bermain balita di luar rumah. Di dalam rumah pun bisa dilakukan. Seorang ayah bisa memilihkan permainan yang sesuai dengan balita. Permainan yang membutuhkan gerak fisik yang lebih banyak seperti bermain bola, petak umpet, dan lain sebagainya.

Jika Peran Ayah Tidak Ada

Agar semua ayah benar-benar mengerti pentingnya pengasuhan yang mereka harus lakukan, ada fakta menarik yang harus mereka ketahui. Ternyata, ketika anak merasa diperhatikan oleh ayah, maka ia merasa aman dan memiliki perkembangan emosional yang baik.

Beberapa kasus terjadi di mana anak yang tidak mendapatkan pengasuhan dari ayah entah itu dikarenakan perceraian atau karena seorang ayah yang tidak memberikan waktu luang untuk melihat perkembangan balita. Anak cenderung tidak berkembang karena tidak bisa menghindari dari kekerasan seperti bullying yang dilakukan oleh teman sebayanya. Jika hal ini dibiarkan, maka anak akan kehilangan semangat dan kehilangan kepercayaan diri. Dan akhirnya ia akan menjadi anak pemalu dan tidak berkembang dengan semestinya.

Tentu saja orang tua manapun tidak ingin hal tersebut terjadi pada anak mereka. Oleh sebab itu, sebaiknya seorang ayah ikut berperan dalam mengasuh demi optimalkan tumbuh kembang balita.

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Google Plus

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *