Umur Berapa Bayi Tumbuh Gigi? Apa Tantangan Dan Solusinya? Temukan Jawaban Lengkap Disini!

umur berapa bayi tumbuh gigi
solusisehatku.com

Umur berapa bayi tumbuh gigi seringkali menjadi pertanyaan banyak orang tua, hal ini ditunjukkan dengan banyaknya pencarian seputar topik ini. Tapi, pertumbuhan gigi bukan satu – satunya hal yang harus dipikirkan ketika membicarakan kondisi mulut bayi. Rasa sakit yang diderita bayi bisa jauh lebih merepotkan dibanding cepat atau lambatnya pertumbuhan gigi itu sendiri.

Orang tua harus tahu bagaimana cara mengatasi tantangan pertumbuhan gigi dengan cara yang tepat. Nah, agar tidak salah langkah dan paham akan langkah – langkah yang ada, mari menyimak penjelasan berikut ini :

Tahap pertama

Tahap pertama dimulai kala bayi baru lahir sampai menginjak umur 6 bulan. Gigi satu ini tidak terlalu terlihat malah nampak seperti gundukan gusi saja. Orang tua bisa merasakan keberadaan cikal bakal gigi dengan menyentuh gusi anak bagian depan dan rasakan kekerasan dan padatnya. Bayi tentu saja belum bisa menggunakan gigi tesebut dan masih bergantung pada air susu ibu. Bayi tidak mementingkan makanan padat sehingga keberadaan gigi belum terlalu diperlukan. Tidak banyak yang bisa dikatakan mengenai tahap pertama, tidak ada tantangan dari segi mulut, paling hanya aktivitas bayi diluar kunyah mengunyah seperti tidur tidak teratur yang perlu dipikirkan orang tua.

Tahap kedua

Tantangan sebenarnya justru mulai di tahap kedua umur pertumbuhan gigi pada bayi. Usia sekitar 6 sampai 8 bulan biasanya gigi beserta akarnya sudah siap unjuk diri. Gigi – gigi tersebut mulai merobek gusi perlahan agar bisa sampai di permukaan, bisa bayangkan betapa sakitnya. Rasa sakit yang diderita mungkin mirip dengan tulang yang muncul keluar kulit, menganggu sekali. Bayi mulai menggigit – gigit mainan, barang, boneka, guling bantal, atau objek apapun di sekitarnya guna mengurangi rasa sakit meski hanya berefek sementara. Orang tua sebaiknya mulai menyediakan mainan dari bahan karet padat yang layak untuk dikunyah.

Mitos seputar ngidam tak terpenuhi bisa bikin bayi ngeces bisa dibilang ada benarnya. Akan tiba masa dimana si kecil akan berliur terlepas dari waktu hamil ngidam terpenuhi atau tidak. Pada tahap kedua, produksi air liur meningkat dua kali lipat ditambah mulut bayi terbuka sempurna guna mengurangi rasa sakit makin memperparah kondisi. Sediakan celemek kecil di leher bayi agar dagu dan area sekitar mulut tidak terkontaminasi air liur terlalu banyak. Kulit bayi cukup sensitive dan belum bisa menghadapi kekeringan yang bisa berujung reaksi alergi. Sering – seringlah mengelap air liur dari mulut bayi untuk menghindari air liur tumpah kemana – mana yang bisa menambah pekerjaan ayah bunda.

Tahap ketiga

Kalau orang tua merasa tahap kedua sudah cukup berat, maka tahap ketiga jauh lebih menantang lagi. Pada tahap kedua hanya gigi kecil bagian depan yang tidak terlalu menyakitkan ketika keluar dari gusi. Menginjak usia hingga 10 bulan, mimpi buruk pertumbuhan gigi dimulai. Gigi taring semakin ingin menunjukkan pesonanya. Berbeda dengan jenis gigi lain, gigi taring jauh lebih tajam dan berbahaya sehingga terasa jauh lebih menyakitkan. Ibarat belati tajam yang baru saja diasah menusuk kulit, walau dalam hal ini gusi bayi. Bayi tentu saja bereaksi lebih dramatis dibanding tahap kedua dan harap dimaklumi.

Tangisan di tengah malam hanya sebagian kecil dari penderitaan bayi. Banyak kasus menunjukkan dampak umur pertumbuhan gigi sampai dengan diare dan demam, jangan kaget, karena tubuh bayi belum terlalu kuat menanggung rasa sakit yang sedemikian rupa. Kondisi bayi bisa makin parah ketika nafsu makan si kecil semakin menghilang setiap harinya menuntut kesabaran orang tua. Memasakkan bubur lebih empuk dengan penambahan rasa yang lebih kuat bisa menjadi pilihan tepat. Buah menyegarkan seperti apel bisa direkomendasikan asalkan apel diolah terlebih dahulu agar lebih empuk. Ingat, gigi bayi tidak dalam kondisi prima untuk memakan apapun yang cukup keras. Jangan membuang mainan dari tahap kedua, bayi masih memerlukannya.

Tahap akhir

Gigi akan terus bermunculan sampai dengan klimaks yakni usia 2 tahun. Gigi paling terakhir namun bisa dibilang gigi paling besar dan menyakitkan ada pada gigi geraham belakang. Rasa sakit yang diderita bayi berbeda jauh dengan sebelum – sebelumnya. Apabila tumbuh gigi adalah permainan maka gigi geraham akan menutup permainan dengan puncak yang luar biasa. Gigi geraham menggabungkan rasa sakit dari padatnya gigi depan dan tajamnya gigi taring, dengan ukuran 2 kali lipat mengakibatkan tangisan bayi semakin keras. Orang tua harus ekstra sabar dalam menghadapi pertumbuhan gigi tahap akhir. Kalau perlu, memijat gusi bayi atau mencoba saran apapun akan lebih baik dibanding tidak melakukan apapun.

Senyum bayi akan sepadan dengan rasa sakit yang dideritanya. Bagaimana tidak ? senyum manis dengan gigi berderet rapih tentu akan sangat melelehkan hati siapa saja yang memandangnya. Perlu diingat, tahap diatas hanya perkiraan berdasarkan rata – rata. Bayi bisa saja mendapati pertumbuhan gigi lebih awal atau bahkan lebih lambat tergantung bagaimana reaksi tubuh bayi. Tingkat rasa sakit yang diderita juga bisa berbeda tergantung jenis gigi yang dipunya dan kemampuan bayi dalam menahan rasa sakit pertumbuhan. Umur berapa bayi tumbuh gigi sejatinya bermacam – macam, yang terpenting orang tua tidak memaksa pertumbuhan gigi dengan cara tidak sehat karena justru bisa berbahaya.

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Google Plus

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *