Usaha Untuk Pertahankan Berat Badan Bayi Normal

Berat Badan Bayi
HealthCheckSystems.com

Ternyata tidak mudah untuk memastikan berat badan bayi normal. Setidaknya ini yang dirasakan oleh banyak orang tua. Mereka sudah merasa melakukan apa saja yang terbaik untuk sang buah hati. Akan tetapi, ketika diperiksa waktu posyandu, tidak sedikit bayi yang memiliki berat badan rendah.

Akan tetapi, yang paling mengkhawatirkan adalah bayi dengan berat badan di atas ideal. Ini sering disebut dengan bayi obesitas atau kegemukan. Masalah kesehatan ini tidak hanya berimbas pada kesehatan ketika masih kecil tapi juga ketika anak beranjak dewasa nanti.

Lalu, apa yang harus ibu lakukan untuk mempertahankan berat badan bayi selalu normal? Sebelumnya, ibu perlu tahu apa yang menyebabkan bayi mengalami obesitas.

Bayi Mengalami Masalah Kegemukan

Mengapa masalah ini yang ditekankan? Mungkin itu pertanyaan yang ada di benak ibu sekarang ini. Fakta menunjukkan pada tahun lalu, yaitu tahun 2016, dibuat sebuah survey hasilnya sangat mengejutkan. Jumlah bayi yang mengalami obesitas meningkat 15 persen. Ini diungkapkan oleh Menteri Kesehatan Nila F Moeloek.

Obesitas ini tidak hanya terjadi pada bayi yang masih kecil saja tapi juga pada balita. Ada yang disebabkan oleh faktor genetik, penyakit bawaan, dan juga kesalahan pola asuh yang dilakukan oleh orang tua.

Berat badan bayi di atas angka ideal ini menjadi concern tersendiri karena dua hal. Yang pertama, bayi akan mengalami keterlambatan dalam perkembangan. Badan yang gemuk membuat si kecil susah bergerak. Padalah, bergerak menjadi modal penting untuk tumbuh kembang sang buah hati. Dan yang kedua, kegemukan ketika masih bayi akan berakibat buruk ketika dewasa nanti. Penelitian menunjukkan anak beresiko terkena penyakit diabetes jika ketika masih bayi ia mengalami obesitas. Dua hal inilah yang menjadi alasan mengapa bayi dengan berat di atas normal perlu mendapatkan perhatian khusus.

Beberapa faktor penyebab masalah kegemukan pada bayi ini bisa ditemukan.

  • Faktor Kesehatan Ibu Hamil

Ada beberapa bayi yang lahir dalam keadaan obesitas. Ini terjadi karena nutrisi yang didapatkan ibu hamil tidak seimbang.

Umumnya, diabetes yang dialami oleh ibu hamil memicu bayi memiliki berat badan di atas normal selama masih ada di dalam kandungan. Hal ini pula yang terus terjadi ketika bayi lahir ke dunia. Berat badan bayi di atas angka normal.

  • Faktor Pola Asuh

Sebenarnya sudah jelas bagaimana cara merawat bayi. Sayangnya, beberapa hal tidak dipatuhi sehingga menyebabkan bayi mengalami obesitas. Contohnya saja memberikan makanan sebelum usia 6 bulan, menambahkan susu formula, dan lain sebagainya. Memberikan sufor, bukan ASI menjadi faktor penyebab yang paling sering menyebabkan berat badan bayi di atas normal.

Lalu, bagaimana cara untuk mempertahkan agar berat badan sang buah hati tetap normal?

Hal Kecil Yang Sebaiknya Ibu Lakukan

Ternyata, tidak sulit lho untuk memastikan agar berat badan sang buah hati normal. Berikut ini beberapa yang patut untuk diperhatikan.

  1. Memberikan ASI Eksklusif

Sangat disayangkan ketika banyak masyarakat yang bilang karena hanya memberikan ASI, bayi terihat kurus. Ini anggapan yang kurang tepat namun bisa dipahami. Mereka sering membandingkan antara bayi yang hanya mendapatkan ASI dan bayi yang mendapatkan tambahan susu formula. Tentu saja terlihat lebih besar bayi yang mendapatkan susu formula. Hal ini disebabkan kandungan gula pada susu formula serta frekuensi mengkonsumsi sufor yang cenderung lebih banyak daripada ASI.

Akan tetapi, bukan itu yang terpenting. Bukan badan bayi gemuk menunjukkan bayi sehat, tapi bayi yang sehat adalah bayi yang memiliki berat badan ideal. Dan ini bisa terjadi jika ibu memberikan ASI eksklusif. Justru jika bayi mendapatkan sufor, ia beresiko mengalami kegemukan.

  1. Memberikan MPASI Yang Tepat

Seseuai dengan apa yang disarankan oleh para ahli kesehatan bayi, setelah usianya mencapai 6 bulan, bayi harus mendapatkan MPASI atau makanan pendamping ASI. Ini merupakan makanan yang sesuai dengan lambung bayi yang belum pernah mengkonsumsi makanan yang sedikit kasar. Temukan menu MPASI di situs Ibu dan Balita.

  1. Mengatur Jadwal

Sebagai orang tua, ibu harus bisa mengatur jadwal kegiatan setiap hari bayi. Bayi tidak harus terus berada di dalam rumah. Ada kalanya ibu mengajak jalan-jalan di luar rumah. Jika ia sudah mulai belajar jalan, ibu harus lebih banyak meluangkan waktu untuk mengajak si kecil jalan-jalan.

Namun, jangan lupa juga untuk mengatur jadwal tidur. Idealnya, anak kecil tidur dua kali, yaitu di siang hari sekitar 1-2 jam dan di malam hari sekitar 9-10 jam. Dengan mengatur jadwal kegiatan si kecil, maka berat badan bayi akan terus ideal.

  1. Memberikan Suplemen

Apakah perlu? Tentu saja perlu. Meskipun ibu sudah memberikan makanan yang bergizi, ibu sebaiknya memberikan suplemen. Susu merupakan salah satu suplemen terbaik untuk balita. Di dalamnya, terdapat kandungan nutrisi seimbang yang dibutuhkan oleh si kecil.

Dengan melakukan beberapa hal kecil tersebut, semoga berat badan si kecil ideal, tidak terlalu kurus dan juga tidak terlalu gemuk. Ada baiknya ibu konsultasi dengan dokter anak secara rutin. Ini perlu dilakukan sebagai langkah pencegahan barangkali ada hal yang tidak ibu ketahui yang bisa mengganggu perkembangan anak. Ketahui juga berat badan bayi ideal sesuai dengan usianya ya bu.

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Google Plus

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *