Usia berapa bayi bisa melihat? Adakah tips untuk orang tua? Ini jawabnya!

Usia berapa bayi bisa melihat
www.awalsehat.nestle.co.id

Menyambut bayi usai bersalin, mendengar suara tangis untuk pertama kali bak malaikat menggugah rasa sayang yang terbendung di dalam ayah dan bunda, terlebih jika ini merupakan kelahiran anak pertama mereka.

Ribuan senyum dan tawa tersebar, dan ucapan selamat melimpah ruah dari sana sini. Kado kado berdatangan mulai dari kakek nenek, sanak saudara, teman terdekat, bahkan mungkin rekan kerja di kantor, menambah suasana gembira.

Tak jarang terbesit pertanyaan dengan segala kehebohan dan kebahagiaan ini sebenarnya usia berapa bayi bisa melihat sekitarnya? Ataukah kegembiraan ini hanya dirasakan oleh orang di sekitar dan bukan bayi itu sendiri?

Tidak ada salahnya anda menanyakan hal tersebut, karena jawaban usia berapa bayi bisa melihat akan dijawab di artikel ini. Sekedar catatan saja, tahap tahap pengelihatan akan dijawab satu persatu untuk menjabarkan kondisi pengelihatan dan pendengaran bayi.

Sejujurnya, bayi sudah mampu melihat lingkungan sekitar ketika ia baru saja keluar dari rahim ibu, melihat dunia luar. Tentu saja anda tidak bisa langsung berharap bayi langsung bisa melihat layaknya orang dewasa.

Pada tahap pertama, pengelihatan bayi tidak ubahnya seperti lensa kamera yang baru saja dipasang, tidak fokus karena memang pengaturan kamera belum diatur dengan baik. Gambaran mudahnya pengelihatan bayi seperti lensa kacamata yang tertutup air dan debu, tidak jelas. Blur.

Setelah kurang lebih seminggu, tubuh bayi mulai memperbaiki ‘pengaturan’ mata sehingga lebih meningkat lagi. Pada tahap kedua, pengelihatan bayi sudah mulai lebih baik meski belum sempurna.

Setidaknya bayi bisa melihat wajah ibu dengan lebih jelas ketika masa menyusui. Pada usia seperti inilah menjadi sesi sempurna bagi ayah bunda untuk ‘memperkenalkan diri’ dan membangun hubungan dengan bayi karena bayi sudah bisa mulai mengenali wajah yang ada di dekatnya.

Kepercayaan bayi sangat mudah didapat, mengingat ia hanya bisa melihat orang berada di dekatnya dan bukan lingkungan sekitar.

Lantas usia berapa bayi bisa melihat warna di sekeliling? Jawaban usia berapa bayi bisa melihat warna adalah ketika bayi baru pertama kali lahir, dirinya sudah bisa melihat warna.

Hanya saja, tidak seperti orang dewasa, bayi hanya bisa melihat warna dengan tingkat cahaya tinggi dengan kontras tinggi.

Nah, tips penting untuk orang tua agar bayi semakin cepat belajar dan lancar untuk melihat juga memerlukan proses.

Hal pertama yang ayah bunda bisa lakukan adalah menyediakan mainan, hiasan, atau bantal dengan warna terang (bukan warna lemah seperti pastel) mengingat bayi hanya bisa mengenali warna dengan kontras tinggi dengan cahaya cukup.

Mainan, alas bantal, kasur, pakaian dan lain lain dengan motif ‘ramai’ ternyata membantu melatih bayi melihat dengan lebih cepat.

Semakin bertambah usia bayi, ‘pemandangan’ di sekitar juga harus diganti dan diperluas. Supaya sesi ‘latihan melihat’ lebih menyenangkan ajak saja bayi berjalan jalan di taman, pantai, bahkan museum atau galeri lukisan.

Sebenarnya galeri lukisan tidak hanya bermanfaat untuk bayi namun juga berguna untuk orang dewasa pula. Tentu saja anda harus menyediakan waktu istirahat untuk bayi dengan membiarkan bayi melihat sesuatu yang netral.

Jika anda khawatir apakah pengelihatan bayi sudah mulai terbentuk, ada juga cara untuk uji coba memastikan hal ini. Umumnya bayi akan meniru apapun yang ia lihat, terlepas ia mengerti atau tidak.

Bagi bayi semua yang orang dewasa atau orang ia percaya lakukan adalah hal benar dan merasa ingin mengikuti. Cobalah melakukan berbagai ekspreksi wajah yang mudah seperti senyum, menjulur – julurkan lidah atau ekspresi lain di dekat muka bayi, terutama bagi bayi berusia seminggu.

Perhatikan apakah ada perubahan ekspreksi bayi yang sekurang – kurangnya mengikuti gerakan anda. Apabila anda sudah melihat gelagat bayi meniru anda, tidak perlu gerakan sempurna, toh bayi anda juga masih kesulitan untuk membuat banyak gerakan, maka anda tenang saja, artinya kondisi mata bayi anda sudah ada perkembangan.

Jika yang terjadi malah sebaliknya, alias bayi tidak merespon sama sekali terhadap gerakan anda, dan usia bayi telah lewat setengah bulan, maka anda patut khawatir karena bisa jadi terjadi kelainan pengelihatan.

Kelainan lain yang bisa langsung anda sadari termasuk namun tidak terbatas, jika bayi sering memiringkan kepala ketika mata mengarah ke suatu objek, bayi sering menangis atau merengek ketika dihadapkan pada cahaya (sensitif terhadap cahaya), mata sering merah dan berair tanpa sebab.

Pada bayi yang lebih tua (setahun keatas) ia akan sering mengeluh kepala sakit tanpa ada sebab yang jelas. Sekali anda menyadari adanya perilaku perilaku tersebut segera bawa bayi ke dokter untuk diperiksa lebih lanjut.

Sebelum berusia 6 bulan, sangatlah wajar jika mata bayi terlihat sedikit ‘juling’ dan justru hal ini malah lumrah. Bukan sesuatu yang ayah bunda patut khawatirkan.

Menemui dokter untuk mendapatkan informasi lebih lanjut mengenai kondisi bayi juga disarankan. Dokter bisa segera memeriksa apabila ada kemungkinan katarak dan penyakit lain yang mungkin tidak dapat disadari dari perilaku langsung.

Sediakan pula makanan makanan yang banyak mengandung vitamin A agar perkembangan mata anak menuju arah lebih baik dengan asupan gizi yang cukup. Wortel, jambu, kiwi, melon, dan banyak buah maupun sayuran lain sangat berguna untuk menyediakan vitamin A.

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Google Plus

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *