Usia berapa bayi merangkak? Apa peran orang tua? Temukan jawaban disini!

Usia berapa bayi merangkak
awalsehat.nestle.co.id

Dari sekian banyak batu loncatan pertumbuhan bayi, merangkak adalah loncatan paling pertama sebelum si kecil memutuskan untuk belajar jalan.

Pertanyaannya adalah usia berapa bayi merangkak? Atau lebih tepat pada usia berapa bayi merangkak secara umumnya?

Apa yang dapat dilakukan orang tua dalam membantu percepatan proses merangkak pada bayi? Tentu saja ayah dan bunda tidak ingin diam dan pasrah saja pada takdir ketika masuk dalam masalah membesarkan anak dalam kondisi normal dan baik.

Pada artikel ini anda disuguhkan beberapa tips yang dapat membantu percepatan proses merangkak pertama kali.

Jika dikaji secara umum, bayi mulai belajar merangkak pada usia 7 sampai 10 bulan, ada bayi yang lebih cepat, ada pula yang lebih lambat.

Bahkan, ada pula bayi yang tidak merangkak namun langsung tertatih tatih berjalan dengan berpegangan pada perabotan dan langsung belajar jalan di kemudian hari.

Karenanya Sebelum memulai menjalankan tips berikut, perlu diingat bahwa cepat atau tidaknya proses merangkak tidak menentukan normal atau tidaknya kondisi bayi, sehingga sebagai orang tua tidak seharusnya anda mendorong atau memaksa bayi agar cepat merangkak.

  1. Diajak jalan menggunakan bedong

Menggendong bayi berjalan jalan dengan cara tradisional yaitu menumpu bayi pada kain yang diikat pada leher ibu ternyata memiliki efek bagus.

Dengan menggendong bayi menggunakan bedong, secara tidak langsung, bayi harus mengangkat kepala untuk melihat kondisi sekitar.

Gerakan kecil seperti ini sebenarnya sudah termasuk olah raga kecil bagi bayi yang mampu memperkuat struktur badan bayi.

Tentu saja, karena rutinitas ini termasuk olah raga kecil, maka bunda tidak disarankan untuk terus menggendong bayi dengan cara seperti ini, karena dikhawatirkan bayi malah terlalu lelah dan berdampak buruk pada pertumbuhan.

  1. Posisikan bayi dalam kondisi tengkurap

Tentu saja bayi memiliki banyak waktu luang. Apabila bayi sudah mampu bergerak diluar gerakan tangan, maka sering seringlah menaruh bayi dalam posisi tengkurap. Bisa dilakukan di kasur, atau matras.

Cukup biarkan saja bayi berada dalam posisi seperti ini. Lambat laun bayi akan belajar sendiri untuk mulai menggerakkan badan.

  1. Beri mainan bergerak

Lanjut pada topik membiarkan bayi tengkurap. Untuk mencegah bayi merasa bosan pada sesi ‘tengkurap’ sediakan mainan favorit di sekitar bayi.

Mainan bisa mendorong bayi untuk merasa perlu bergerak, dan juga menurunkan kemungkinan bayi merengek dalam waktu dekat, tentu saja hal ini diluar jika rengekan bayi memang memiliki madsud tertentu seperti meminta ganti popok, atau lapar.

Agar mempercepat usaha bayi merangkak, sediakan makanan yang bisa bergerak. Tidak perlu mainan yang mahal, mainan seperti bola, dan mobil mobilan atau jenis mainan apapun yang bisa ‘menjauh’ dari bayi akan sangat mendorong si kecil mengejar untuk mendapatkan apa yang ia inginkan, salah satunya dengan cara merangkak.

  1. Kasih sayang orang tua

Tidak semua bayi mau diam merangkak sendirian di matras atau lantai. Jika anda menaruh bayi untuk waktu merangkak dan bayi langsung menangis, terutama jika si kecil merengek padahal sudah banyak mainan di sekitarnya, maka ini pertanda bayi tidak ingin ditinggal bunda.

Peran kasih sayang ibu atau ayah terlihat disini. Cukup anda berbaring dan taruh bayi diatas anda dalam posisi bayi tengkurap. Dengan cara ini bayi merasa lebih aman karena dapat merasakan sentuhan dan mampu melihat anda. Sama halnya dengan membedong bayi, setiap kali bayi mengangkat kepala untuk melihat anda, maka disinilah olah raga kecil bayi dimulai.

  1. Tingkatkan semangat bayi bergerak

Ribuan bahkan seluruh mainan yang ada di dunia tidak dapat menggantikan kasih sayang orang tua, ikatan emosional, dan komunikasi nyata. Termasuk dalam hal ini, membantu mempercepat proses merangkak dapat dilakukan dengan cara bunda atau ayah mengajak bermain.

Pura pura saja ayah atau bunda adalah ‘monster’ lucu yang sedang mengejar si kecil, buat si kecil tertawa dan melarikan diri dari ‘monster – monsteran’. Atau permainan paling simpel seperti ‘ciluk ba’ bisa mendorong bayi untuk semangat bergerak.

  1. Batasi waktu bayi berdiam diri

Era modern membuat bayi memiliki banyak pilihan untuk tidak bergerak. Seperti permainan bouncer , dan duduk di kursi mobil bersama ayah dan bunda. Jika orang tua memang ingin membantu proses merangkak bayi, maka batasi hal hal semacam ini.

Hindari menaruh bayi di dalam kursi mobil, menggendong bayi dan berjalan jauh lebih baik dibanding membiarkan bayi diam di dalam mobil.

  1. Jemur bayi

Sinar matahari mengandung banyak vitamin D. Karenanya kebiasan menjemur bayi di hadapan sang surya sebelum jam 9 pagi mampu membantu bayi dalam perkembangannya. Dengan asupan vitamin D yang cukup berarti pertumbuhan tulang pada bayi menjadi lebih cepat dan tulang menjadi lebih kokoh.

Jika anda sudah melakukan semua tips diatas namun bayi anda tak kunjung merangkak, maka pertanyaan selanjutnya adalah pada keterlambatan usia berapa bayi merangkak hingga orang tua patut khawatir?

Menurut dunia medis, apabila bayi tidak juga merangkak atau melakukan gerakan yang mengarah pada berjalan, adalah ketika si kecil menginjak usia 1 tahun. Terlebih jika ia bergerak hanya menggunakan 1 sisi badan. Barulah anda bisa menghubungi dokter untuk memeriksa kondisi bayi dan menemukan ada apa dengan kondisi anak.

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Google Plus

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *