Vitamin D Untuk Anak 1 Tahun Sangatlah Perlu, Benarkah?

makanan sehat untuk balita
www.ibudanbalita.com

Vitamin D untuk anak merupakan salah satu nutrisi penting yang perlu di cukupi pada masa pertumbuhan si kecil. Dalam masa pertumbuhannya, anak membutuhkan asupan nutrisi yang cukup untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangannya.  Kekurangan nutrisi bisa menimbulkan dampak negatif bagi pertumbuhan anak sehingga tidak berlangsung secara optimal. Asupan vitamin D yang kurang pada anak-anak dapat mempengaruhi perkembangannya di masa yang akan datang.

Mengingat pentingnya vitamin D untuk pertumbuhan anak, maka sebaiknya asupan vitamin D selalu tercukupi untuk buah hati Anda . Vitamin D sangat penting untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan anak, karena vitamin ini berperan dalam membantu penyerapan kalsium dan fosfor.  Dimana kalsium merupakan mineral yang dibutuhkan untuk pembentukan tulang dan gigi serta menjaganya agar tetap kuat.

Vitamin D Untuk Anak Apa Saja Manfaatnya?

Sejumlah penelitian bahkan menyebutkan bahwa asupan vitamin D yang cukup pada masa kanak-kanak akan menurunkan resiko mereka mengalami diabetes tipe 1. Vitamin D juga memiliki kemampuan dalam mempengaruhi protein di otak, dimana protein ini diketahui berperan dalam proses pembelajaran dan memori, hingga kontrol motorik dan kemungkinan juga akan berpengaruh pada perilaku sosial.

Vitamin D mempunyai peran dalam menjaga sistem kekebalan tubuh, produksi insulin hingga pengaturan dan pertumbuhan sel.   Selain itu, berdasarkan hasil dari amerika disebutkan bahwa asupan vitamin D yang cukup dapat membantu meringankan serangan asma pada anak-anak.  Dimana kekurangan asupan vitamin D pada anak yang menderita asma akan memperburuk keluhan asma yang dialami.

Jumlah asupan vitamin D yang dianjurkan untuk bayi adalah 400 IU atau 10 mikrogram per hari dan bayi di atas 12 bulan adalah 600 IU atau 15 mikrogram per hari.  Dimana suplemen vitamin D pada bayi bisa diperoleh dari ASI dan dari berjemur di bawah sinar matahari untuk bayi dan anak-anak.  Waktu yang dianjurkan untuk berjemur adalah jam 7-8 pagi, dengan durasi 10-15 menit.  Sinar matahari pagi adalah sumber vitamin D yang akan merangsang tubuh dalam memproduksi vitamin D.

Yang perlu Anda ketahui adalah saat sinar matahari terasa terik sebaiknya waktu berjemur dikurangi agar bayi tidak mengalami hipertemi atau peningkatan suhu tubuh. Asupan vitamin D yang tidak cukup pada anak-anak bisa mengakibatkan beberapa resiko di kemudian hari, diantaranya adalah Penyakit jantung, Tulang lunak, Rendahnya kolesterol baik dan Hipertensi. Sedangkan defisiensi vitamin D pada bayi bisa meningkatkan resiko terjadinya rakhitis atau tulang lunak, infeksi pada saluran pernafasan hingga kemungkinan mengalami penyakit diabetes tipe 1.

Rendahnya kadar vitamin D pada anak akan berakibat pada kekuarangan kalsium dan fosfor.  Sehingga tubuh akan memenuhi asupan kalsium dan mineral melalui penyerapan zat tersebut pada tulang, dan kepadatan tulang pun menjadi berkurang.  Akibatnya tulang akan mengalami pengeroposan, bahkan dalam kasus yang parah bisa menyebabakan rakhitis pada anak.  Adapun gejalanya adalah rasa nyeri pada tulang, bentuk gigi mengalami kelainan, kurang berenergi, struktur tulang dan otot menjadi lemah.

Biasanya pada tahap awal akan ditandai dengan gejala kejang dan kram pada kaki.  Adapun pada bayi yang kekurangan vitamin D, biasanya akan terlihat mengalami kesulitan saat duduk, merangkak atau berjalan. Sumber utama vitamin D adalah sinar matahari, karena tubuh hanya bisa memproduksi vitamin D jika kulit terkena sinar matahari.  Untuk mendapatkan asupan vitamin D yang maksimal, maka usahakan agar kulit terkena sinar matahari langsung.

Akibat Dari Kekurangan Vitamin D Untuk Anak

Kekurangan vitamin D dapat mengakibatkan kejang dan kardimiopati gangguan otot jantung, rakitis, dan masalah pertumbuhan pada anak. Selain itu defisiensi vitamin D juga dapat menyebabkan lemah otot pada golongan usia lainnya. Bayi berusia sampai 12 bulan memerlukan 400 international units (IU), atau 10 mikrogram (mcg) vitamin D per hari. Anak-anak usia satu tahun ke atas akan membutuhkan 600 IU, atau 15 mcg, setiap hari.

Anda tidak harus memenuhi seluruh total AKG dari vitamin D untuk anak Anda dalam satu hari. Alternatifnya, Anda bisa menyicil pemenuhan asupan vitamin D si kecil agar sesuai dengan jumlah rekomendasi rata-rata dalam beberapa hari sekali atau per minggu. Vitamin D disebut juga sebagai vitamin matahari, karena vitamin D akan diproduksi secara alami oleh tubuh saat terkena paparan sinar matahari langsung.

Tetapi, produksi vitamin tidak akan optimal jika tubuh si kecil tertutupi oleh pakaian atau sedang menggunakan krim sunblock. Faktor lainnya yang dapat mengurangi produksi vitamin D dalah tubuh adalah kabut, asap, cuaca mendung berawan, pigmentasi kulit cenderung gelap, dan lokasi geografis. Menentukan seberapa lamanya waktu yang dibutuhkan untuk seseorang mendapatkan vitamin D dalam jumlah yang cukup terbilang cukup sulit.

Beberapa peneliti merekomendasikan untuk berjemur atau melakukan aktivitas luar ruangan 5-10 menit pada pukul 10 pagi – 3 sore, minimal 2 kali sehari untuk mendapatkan asupan vitamin D yang baik. Akan tetapi, paparan sinar matahari langsung berhubungan erat dengan risiko timbulnya kanker kulit akibat dari radiasi sinar UV. Sulit untuk dipastikan bahwa Anda akan mendapat cukup vitamin D tanpa meningkatkan peluang risiko terjangkit kanker kulit berbahaya.

Para ahli menyarankan Anda untuk mempertimbangkan cara lain mendapatkan asupan vitamin D untuk anak. Rekomendasi dari para ahli adalah konsumsi suplemen vitamin D dengan takaran dosis 400 IU setiap hari untuk buah hati Anda. Anak-anak kecil yang belum bisa mengunyah dengan baik dapat diberikan suplemen dalam bentuk cair.

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Google Plus

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *