Waspada, Makanan Untuk Ibu Hamil Pembawa Malapetaka!

makanan untuk ibu hamil
www.ibudanbalita.com

Makanan untuk ibu hamil sangat berarti bagi perkembangan janin. Sebagai calon manusia yang masih bergantung pada tubuh ibunda, apapun yang masuk dalam tubuh bunda secara otomatis dikonversi menjadi energy bagi perkembangan janin. Ahli gizi, dokter, sampai dukun kehamilan mempertaruhkan nama serta reputasi guna mempertahankan kesehatan ibu hamil sampai dengan hari persalinan. Tidak perlu dijelaskan panjang lebar pasti kini lebih paham betapa pentingnya menu makanan bagi bunda dan janin.

“Mutiara tidak berguna untuk babi”, kiasan Korea satu ini mencoba menekankan bahwa tiada bantuan yang berguna bagi orang yang tidak mampu memanfaatkannya dengan baik. Ribuan bahkan jutaan rupiah keluar dari kantong bunda dan ayah, hanya demi memastikan kelancaran mengandung. Masalahnya, usaha dan ilmu pengetahuan dokter terbuang sia – sia, tatkakala bunda makan sembarangan.

Orang kadang tidak tahu kenapa dirinya menderita akan sesuatu. Spekulasi demi spekulasi dibuat guna menjawab pertanyaan besar yakni “ada apa dengan kandungan saya ?”. Teori atau fakta, realita atau mitos sudah tidak artinya lagi. Kalau ingin menilik dengan lebih bijak, seharusnya apa yang masuk dalam perut disalahkan paling pertama. Pantangan makanan untuk hamil dibuat guna memastikan tidak adanya kesalahan minor yang bisa berakibat besar.

Makanan olahan pabrik
Era modern kini mendorong banyak orang hidup praktis. Makanan olahan pabrik seperti sosis, sarden kaleng, sampai dengan sup instant sudah tidak aneh bertengger di lemari dapur. Kadangkala sesuatu yang dianggap biasa oleh banyak orang justru menjadi sumber masalah bagi banyak orang.

Sosis, misalnya, tersedia dalam beragam rasa, harga, dan ukuran. Pemakaian sosis sangat mudah, bahkan ada pula sosis siap makan yang anak sekolah dasar saja bisa menyiapkannya. Bagi bunda sendiri, kala malas masak, sosis sudah pasti jadi sahabat, terlebih bila dipadu dengan mie instant, wah, surga dunia.

Teknik pembuatan sosis sejatinya mencampurkan beragam daging dan bumbu menjadi satu kesatuan utuh, kemudian dibekukan sehingga mudah masak. Karena kepadatan bentuk sosis, soal rasa tidak perlu lagi ditanya. Nah, sayangnya sosis menyimpan bahaya dibalik bentuknya yang sangat tanpa dosa.

Dulu, sempat beredar video salah satu restoran cepat saji, bagaimana hewan hidup digiling sedemikian rupa sehingga menjadi sosis, atau patty. Bayangkan, bunda sebenarnya tidak tahu apa yang ada dalam campuran sosis, tidak ada jaminan bakteri bakal diam dan ogah masuk dalam sosis. Janin yang masih lemah belum mampu lawan musuh dari luar, menjadikan sosis makanan yang cukup berbahaya kala kehamilan.

Ikan penuh merkuri
Bayi terlahir cerdas, kalau bisa jenius sudah pasti jadi dambaan semua orang tua. Penting diingat, berharap boleh, tapi kalau tidak ada usaha, sama saja dengan tidur cantik. Salah satu musuh terbesar perkembangan otak adalah merkuri. Senyawa satu ini sudah dimusuhi dalam dunia kecantikan, patut pula diasingkan oleh dunia kesehatan.

Dewasa kini, orang – orang bisa makan ikan salem dengan bebas, bahkan cenderung dianjurkan. Kandungan yang bermanfaat dalam satu potong ikan salem dan rasanya yang menggoda sudah pasti bikin iman siapa saja luluh. Ternyata, ikan salem termasuk ikan dengan kandungan merkuri yang cukup tinggi. Secara medis, merkuri dalam salem memang kalah dengan manfaat yang diberikan sehingga masih layak konsumsi.

Bunda hamil harus memikirkan kedua belah pihak, dirinya dan janin. Mengingat kandungan ikan salem ternyata bisa berbahaya bagi janin, sebaiknya konsumsi memang dibatasi, kecuali sudah ada anjuran dari dokter. Ingat – ingat pula ikan bermerkuri lain seperti ikan pedang yang sebaiknya di – ‘banned’ sampai dengan hari persalinan.

Sodium
Kaleng dibuat pada tahun 1810 oleh seorang pria berkebangsaan prancis bernama peter de gurard. Teknik menyimpan makanan dalam kaleng awalnya digunakan dalam perang, karena selain kaleng bisa menyimpan makanan dalam kurun waktu tidak sebentar, bahan kaleng cukup keras dibanding kaca.

Perkembangan kaleng cukup pesat, hingga sekarang ini. Tidak lagi masalah bulan, makanan kaleng dan instant bahkan bisa tahan sampai berbulan – bulan. Tidak jarang sodium, dipakai guna memastikan rasanya cukup ‘nendang’ walaupun sudah mepet waktu kadaluarsa.

Kehamilan secara otomatis menurunkan kadar air, belum lagi dengan bengkak dimana – mana pada trimester pertama. Memang, konsumsi makanan instant kaya sodium bikin tubuh lebih lega. Jika ngidam dibuat daftar statistik, mungkin makanan asin selalu muncul paling tinggi.

Sekilas, sodium hanya penguat rasa, padahal secara kesehatan tidak demikian. Terlalu banyak sodium hanya membuat bunda merasa jauh lebih buruk. Gigitan pertama sampai dengan usai makan memang enak, gampang, dan cepat, padahal kalau sudah usai, jangan ditanya lagi dampak buruknya.

Gula sintetis

Perkembangan teknologi yang kian tidak terkontrol mengundang banyak kontroversial. Pada satu sisi, banyak makanan lezat tercipta dalam waktu singkat dalam jumlah banyak. Sedangkan, sudut pandang lain mengkhawatirkan bagi tubuh yang menjadi wadah jiwa manusia ini.

Gula sintetis banyak digunakan mengingat harganya murah, dan hasil masakan cukup bikin liur berceceran. Masalahnya tubuh tidak bisa mencerna gula sintetis sebaik gula alami. Tumpukan lemak makin diperparah bila bunda terus saja menyantap makanan bergula seperti kue instant, atau es krim tanpa menghiraukan resikonya.

Tidak ada yang sempurna, karenanya manusia harus berusah meminimalisir keburukan. Makanan untuk ibu hamil sangat disarankan dipilih dengan hati – hati, tentu saja dengan pertimbangan nutrisi yang sepadan.

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Google Plus

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *